Kalah Inovasi, Duo Rider Honda Mulai Serukan Komponen Ini agar Dilarang Dipakai di MotoGP

Cesar Uji Tawakal

Minggu, 20 Juni 2021 | 15:30 WIB
Kalah Inovasi, Duo Rider Honda Mulai Serukan Komponen Ini agar Dilarang Dipakai di MotoGP
Marc Marquez mengalami kecelakaan saat MotoGP Catalunya 2021 (MotoGP.com)

Suara.com - Teknologi pengatur ketinggian motor yang berguna agar tunggangan para pembalap MotoGP tak wheelie saat tancap gas kini bak menjadi komponen wajib.

Sejauh ini cuma Suzuki yang masih belum menggunakan komponen yang disebut dengan rear ride-height device tersebut.

Semenjak adanya komponen ini, secara kebetulan Honda juga tengah mengalami krisis di mana mereka kesulitan naik podium sejak tahun lalu.

Belum lama ini, salah satu pembalap mereka, Pol Espargaro, salah satu yang jatuh di Tikungan 1 pada hari Sabtu di Grand Prix Jerman, merasa komponen ini membuat motornya lebih tidak stabil, yang tidak aman.

Dilansir dari Crash, pembalap Spanyol ini mengatakan bahwa komponen serupa yang terpasang di motor Honda kalah kompetitif.

"Dalam kasus kami, pasti itu membuat motor lebih tidak stabil, yang tidak aman," ucap Pol.

Rekan setim Marc Marquez yang telah jatuh tiga kali akhir pekan ini tetapi masih lolos ke tempat kedelapan, menambahkan bahwa winglet depan juga membuat motor melebihi batas.

Pebalap tim Repsol Honda, Pol Espargaro, di Grand Prix Spanyol, Sirkuit Jerez-Angel Nieto. (2/5/20210). ANTARA/HO via Honda Racing Corporation
Pebalap tim Repsol Honda, Pol Espargaro, di Grand Prix Spanyol, Sirkuit Jerez-Angel Nieto. (2/5/20210). ANTARA/HO via Honda Racing Corporation

“Dan pastinya motor memiliki lebih banyak downforce setiap saat. Itu berarti lebih banyak tenaga di lintasan lurus, yang berarti lebih banyak kecepatan di ujung lintasan lurus, dan saat Anda mengerem nanti, ban depan lebih tertekan karena downforce di bagian depan sangat besar, dan pasti lebih banyak crash, lebih banyak kesalahan," katanya.

"Teknologi ini membuat kita lebih cepat, tetapi juga menurut saya itu membuat kita melampaui batas."

baca juga

Rekan setim Espargaro, Marc Marquez, telah membuat penentangannya terhadap perangkat tinggi-kendaraan jelas untuk beberapa waktu, terutama karena kecepatan tertinggi MotoGP yang terus meningkat.

Juara dunia delapan kali ini juga menyarankan perangkat ketinggian dapat menyebabkan masalah stabilitas.

"Dengan sepeda kami, saya tidak akan menggunakannya, karena saya tidak merasa aman."

Jack Miller, yang tim Ducatinya mempelopori generasi sayap dan sistem ketinggian pengendaraan saat ini, curiga dengan keluhan tersebut.

"Cukup jelas perangkat Honda tidak bagus. Perangkat kami tampaknya bekerja cukup baik. Apakah saya mengalami kecelakaan karena perangkat holeshot? Tidak," kata pembalap Australia itu.

“Kedengarannya seperti Honda mengeluh tentang sesuatu lagi, mencoba melarangnya sehingga mereka tidak perlu mengembangkannya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tenggelam di Balik Bayangan Fabio Quartararo, Begini Reaksi Maverick Vinales

Tenggelam di Balik Bayangan Fabio Quartararo, Begini Reaksi Maverick Vinales

Sport | Minggu, 20 Juni 2021 | 14:06 WIB

Kualifikasi MotoGP Jerman: Zarco Hentikan Rentetan Pole Quartararo

Kualifikasi MotoGP Jerman: Zarco Hentikan Rentetan Pole Quartararo

Sport | Minggu, 20 Juni 2021 | 00:11 WIB

Gara-Gara Main Handphone saat Berkendara, Alex Rins Alami Patah Tulang

Gara-Gara Main Handphone saat Berkendara, Alex Rins Alami Patah Tulang

Sport | Sabtu, 19 Juni 2021 | 15:36 WIB

Terkini

4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol

4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:10 WIB

Merawat Budaya Lewat Kopi, Cublak Suweng Hadir dengan Cerita dan Filosofi Nusantara

Merawat Budaya Lewat Kopi, Cublak Suweng Hadir dengan Cerita dan Filosofi Nusantara

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:06 WIB

Gagal Tembus Patung Kuda, Massa Aliansi Rakyat Tertahan Barikade Polisi

Gagal Tembus Patung Kuda, Massa Aliansi Rakyat Tertahan Barikade Polisi

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:05 WIB

Ditengah Kelangkaan, Harga Pertalite dan Biosolar Dipastikan Tak Naik hingga Akhir 2026

Ditengah Kelangkaan, Harga Pertalite dan Biosolar Dipastikan Tak Naik hingga Akhir 2026

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:03 WIB

TPPO Kerap Berawal dari Penempatan Pekerja Migran Ilegal

TPPO Kerap Berawal dari Penempatan Pekerja Migran Ilegal

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:02 WIB

Krisis Identitas Gen Z: Saat Algoritma dan Media Sosial Membentuk Jati Diri

Krisis Identitas Gen Z: Saat Algoritma dan Media Sosial Membentuk Jati Diri

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:00 WIB

The Killing Vote: Potret Kegagalan Hukum yang Melahirkan Vigilantisme

The Killing Vote: Potret Kegagalan Hukum yang Melahirkan Vigilantisme

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:00 WIB

BGN Pamer Laporan Keuangan era Dadan Hindayana Raih Opini WTP BPK

BGN Pamer Laporan Keuangan era Dadan Hindayana Raih Opini WTP BPK

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 15:55 WIB

Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Dolar AS Turun ke Rp17.919

Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Dolar AS Turun ke Rp17.919

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 15:53 WIB

Kejagung Periksa Febrie Adriansyah Sebagai Tersangka, Bersamaan dengan Pelimpahan Barang Bukti

Kejagung Periksa Febrie Adriansyah Sebagai Tersangka, Bersamaan dengan Pelimpahan Barang Bukti

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 15:52 WIB

×