facebook

Tontowi: Congratulations Greysia - Apriyani Welcome To The Club

Siswanto
Tontowi: Congratulations Greysia - Apriyani Welcome To The Club
Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu berpose setelah berhasil meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza, Tokyo, Senin (2/8/2021). [NOC Indonesia]

Kemenangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih medali emas pada sektor ganda putri Olimpiade Tokyo mendapatkan sambutan luar biasa.

Suara.com - Kemenangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih medali emas pada sektor ganda putri Olimpiade Tokyo mendapatkan sambutan luar biasa, termasuk dari Tontowi Ahmad yang menuliskan welcome to the club di akun Instragram, hari ini.

"Congratulations Greysia/Apriyani welcome to the club (Selamat Greys/Apri, selamat datang di klub) dan selamat buat coach Eng Hian," kata Tontowi dalam akun Instagram.

Tontowi Ahmad melontarkan kalimat tersebut merujuk pada tradisi emas yang dilanjutkan Greysia/Apriyani di cabang olahraga bulu tangkis Olimpiade Tokyo. Sejak debut bulu tangkis di Olimpiade Barcelona 1992, Indonesia hanya satu kali gagal meraih emas dari cabang tepok bulu yakni di Olimpiade London 2012.

Selebihnya, bulu tangkis adalah cabang yang selalu sukses membawa pulang emas dari pesta olahraga terbesar di dunia tersebut. Misalnya saat debut di Barcelona, Indonesia meraih dua emas melalui Alan Budikusuma (tungal putra) dan Susy Susanti (tunggal putri yang akhirnya mereka menikah pada 9 Februari 1997 silam.

Baca Juga: Inter Milan Beri Ucapan Selamat untuk Greysia Polii atas Emas Olimpiade Tokyo

Tradisi emas dari cabang olahraga bulu tangkis berlanjut di Olimpiade Atlanta 1996. Kali ini giliran ganda putra Rexy Mainaky/Ricky Subagja yang meraih prestasi tertinggi. Empat tahun kemudian masih dari sektor ganda putra melalui Tony Gunawan/Candra Wijaya di Olimpiade Sydney 2000.

Setelah itu, emas kembali disumbangkan sektor tunggal putra melalui Taufik Hidayat pada Olimpiade Athena 2004 dan berlanjut ke ganda putra pada Olimpiade Beijing 2008 lewat Markis Kido/Hendra Setiawan.

Sempat lepas di London, emas kembali dibawa pulang melalui sektor ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di Rio de Janeiro 2016.

Kini, giliran Greysia/Aprani yang meneruskan tradisi emas di Olimpiade Tokyo setelah mengalahkan ganda putri China Chen Qingchen/Jia Yifan pada final di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Senin, dengan skor 21-19, 21-15.

Baca Juga: Jokowi Kasih 2 Jempol ke Greysia - Apriyani: Saya Degdegan Waktu Set Pertama

Komentar