Sering Juara, Ini Alasan Atlet Panjat Tebing Indonesia Absen di Olimpiade Tokyo

Arief Apriadi Suara.Com
Selasa, 03 Agustus 2021 | 21:01 WIB
Sering Juara, Ini Alasan Atlet Panjat Tebing Indonesia Absen di Olimpiade Tokyo
Atlet panjat tebing Indonesia Aries Susanti Rahayu melakukan selebrasi usai memecahkan rekor kecepatan dunia saat final Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Xiamen, China, Sabtu (19/10). [ANTARA FOTO/Waspodo]

Suara.com - Indonesia memiliki banyak atlet panjat tebing berkualitas yang kerap meraih prestasi membanggakan di kancah internasional. Meski demikian, mereka justru absen di Olimpiade Tokyo 2020, kenapa?

Jika menengok ke belakang, mayoritas atlet panjat tebing Indonesia cuma mampu berprestasi di nomor speed baik kategori putra maupun putri, seperti Aries Susanti Rahayu, Alfian M. Fajri, hingga Veddriq Leonardo.

Aries Susanti Rahayu jadi atlet panjat tebing paling menonjol dari Indonesia. Dia merengkuh dua medali emas di Asian Games 2018, dan enam gelar juara di IFSC Climbing World Cup.

Meski kerap kali juara, Aries dan kawan-kawan nyatanya cuma dominan di nomor speed. Sementara panjat tebing di Olimpiade Tokyo 2020, cuma mempertandingan nomor kombinasi putra dan putri.

Selain speed, cabang olahraga baru di Olimpiade ini memiliki dua nomor lain yakni lead (panjat tebing dengan belayer), dan boulder (panjat tebing tanpa pengaman tali).

Kondisi itu membuat atlet-atlet Indonesia yang lebih fasih di nomor speed, kesulitan untuk bersaing hingga gagal lolos ke Olimpiade Tokyo.

Dalam ajang pra-kualifikasi IFSC Combined Qualifier 2019 di Toulouse, Prancis, Aries Susanti dan kawan-kawan gagal masuk enam besar yang merupakan syarat lolos ke Tokyo 2020.

Aries diketahui cuma mampu menempati ranking 16 di nomor kombinasi, sementara Alfian selaku jagoan dari sektor putra, hanya duduk di peringkat ke-13.

Meski gagal tampil di Olimpiade Tokyo 2020, panjat tebing Indonesia berpeluang meraih prestasi di Olimpaide Paris 2024.

Baca Juga: Sosok Wahyana, Mantan Atlet Voli Asal Sleman yang Pimpin Final Badminton Olimpiade Tokyo

Pada edisi Olimpiade ke-33 itu, panjat tebing akan mempertandingkan nomor speed dan kombinasi lead dan boulder, sebagaimana dilansir laman resmi Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI