Array

Simone Biles Anggap Perunggu Lebih Berarti daripada Emas

Arief Apriadi Suara.Com
Rabu, 04 Agustus 2021 | 02:05 WIB
Simone Biles Anggap Perunggu Lebih Berarti daripada Emas
Ratu senam Amerika Serikat Simone Biles beraksi pada nomor palang bertingkat Olimpiade Tokyo 2020 di Ariake Gymnastics Centre, Tokyo, Jepang 25 Juli 2021. ANTARA/REUTERS/Dylan Martinez/aa.

Suara.com - Pesenam Amerika Serikat, Simone Biles berhasil meraih medali perunggu nomor balok keseimbangan Olimpiade Tokyo pada Selasa (3/8/2021). Raihan itu dianggapnya lebih berarti dari kepingan emas.

Kepingan perunggu itu merupakan satu-satunya medali nomor perseorangan yang didapatkan Simone Biles selama Olimpiade Tokyo 2020, menyusul isu kesehatan mental yang dialaminya.

“(Perunggu) ini lebih berarti daripada semua emas karena saya telah melalui banyak hal selama lima tahun terakhir, dan pekan terakhir ketika saya ada di sini,” kata dia kepada NBC’s Today Show seperti dikutip Antara dari laman resmi Olimpiade.

Simone Biles sebelumnya memberi kabar mengejutkan ketika mengumumkan mundur dari final beregu putri setelah merasa telah melakukan kesalahan saat melompat pada putaran pertama.

Pesenam berusia 24 tahun itu juga memutuskan tidak mempertahankan emasnya pada nomor semua alat, kuda-kuda lompat, dan senam lantai ketika dia masih berjuang mengatasi kesehatan mentalnya.

Namun Biles hari ini kembali ke Ariake Gymnastics Center untuk tampil dalam satu pertandingan tersisa, nomor balok keseimbangan. Ia berada pada posisi ketiga dengan skor 14.000 poin.

Sementara itu, medali emas direbut atlet China berusia 16 tahun Guan Chenchen dengan 14.633 poin, diikuti rekannya Tang Xijing yang meraih perak dengan skor 14.233.

“Saya tidak begitu peduli dengan hasilnya. Saya sangat senang bisa melakukan gerakan dan menyelesaikannya,” kata dia.

Meski harus puas membawa pulang dengan perolehan satu perunggu dari Tokyo, Biles mengaku tetap bangga karena bisa berbicara tentang pentingnya kesehatan mental di kalangan atlet.

Baca Juga: Gol Dramatis Asensio Paksa Jepang Berlutut, Spanyol Melaju ke Final Olimpiade Tokyo

“Jelas saya bangga bisa mengangkat isu tentang kesehatan mental, kondisi yang sering dialami oleh banyak orang, tetapi kerap disembunyikan.”

“Saya merasa kami bukan orang-orang yang selalu bisa memberi hiburan, kami juga manusia dan memiliki perasaan,” tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI