Menpora Amali Tegaskan DBON untuk Pabrik Prestasi Olahraga Jangka Panjang

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Jum'at, 13 Agustus 2021 | 15:22 WIB
Menpora Amali Tegaskan DBON untuk Pabrik Prestasi Olahraga Jangka Panjang
Menpora, Zainuddin Amali. (Dok: Kemenpora)

Suara.com - Menteri Pemuda Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mengungkapkan bahwa Grand Design Olahraga Nasional atau Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) disusun untuk melakukan pembinaan atlet berprestasi menuju olimpiade sebagai target utama. Sementara Asian Games dan SEA Games menjadi sasaran antara.

“Jadi perubahan paradigma berawal arahan presiden pada peringatan Haornas ke-37, tanggal 9 September. Arahan beliau itu saya diminta mereview total ekosistem olahraga Indonesia. Karena beliau sampaikan tak masuk di akal kita ini penduduknya lebih dari 267 juta, masa sih mendapatkan atlet dan talenta-talenta kita gak bisa,” kata Amali saat menjadi narasumber dalam podcast JPNN.com,  padaSelasa, (10/8/2021).

Dalam arahan tersebut, Presiden Jokowi meminta Amali untuk memperbaiki manajemen dan data olahraga dalam meningkatkan prestasi olahraga dan mencari talenta-talenta atlet usia dini di seluruh Indonesia. Selain itu, Jokowi meminta Menpora untuk bekerjasama dengan KONI, KOI dan stakeholder olahraga. 

“Dari arahan bapak presiden kemudian saya diskusi internal dan berdiskusi dengan eksternal. Semua stakeholder termasuk kalangan perguruan tinggi, para profesor olahraga, akademisi, guru besar olahraga di berbagai perguruan tinggi,” jelasnya.

Menurut Amali, prestasi olahraga selama ini didapatkan didapatkan by accident bukan by design. Sehingga, meskipun mereka berprestasi tapi tidak ada pelapis atu penggantinya.

“Mungkin bisa mencapai prestasi tinggi. Tapi setelah itu, lapisan di tengah, lapisan bawah, bahkan paling bawah kita gak punya. Dengan bahasa sederhana sering saya sampaikan kita harus membuat pabrik prestasi. Prestasi ini harus dipabrik, harus dibuat, dan untuk membuat itu kita harus design, harus ada blue print, dan untuk menuju kesana harus ada road map (olahraga),” katanya.

Dengan demikian, Desain Besar Olahraga Nasional dilahirkan dan saat ini masih menunggu terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukum. Dalam DBON, ini Kemenpora melibatkan melibatkan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

“Kalau ini jalan (DBON). Baru kita bisa mengukur prestasi. Tetapi kalau masih seperti sekarang, kita akan begini terus, kita tak pernah ada fokus,” jelasnya.

Amali juga menjelaskan, dalam DBON ini pihaknya menempatkan 14 cabang olahraga sebagai cabor unggulan. Cabor-cabor tersebut dipilih berdasarkan karakter fisik orang Indonesia dan yang sudah dipertandingkan di olimpiade.

baca juga

“Kita diskusi dan kita menyimpulkan, kita harus menyesuaikan dengan kondisi fisik orang Indonesia. Nah yang cocok adalah mengandalkan yang teknik dan akurasi,” ujarnya.

“Kita harus perluas cabor yang lolos kualifikasi dan makin banyak yang lolos kualifikasi sehingga probabilitas untuk memperoleh medali makin terbuka lebar,” tambahnya.

Penempatan urutan cabor-cabor tersebut didasarkan pada perhitungan yang matang secara ilmiah. Misalnya, cabor Bulutangkis ditempatkan di urutan pertama di DBON karena dari sisi sejarah prestasinya di olimpiade, perbandingan dengan negara lain serta statistiknya. 

Selain itu, cabor unggulan adalah yang digemari masyarakat Indonesia misalnya Sepakbola, Bola basket dan Bola voli. “Sepakbola berdasarkan survei lembaga internasional digemari hingga diatas 70 persen rakyat Indonesia,” katanya. 

Ketiga cabor tersebut dimasukan dalam DBON untuk kategori kelompok industri. Pasalnya, ketiganya secara statistic dan sejarah olimpiade tidak masuk.

“Kita kelompokkan tiga cabor ini dalam industri olahraga. Karena ketiga cabor ini sudah menjalankan kompetisi olahraga secara professional, berarti industri olahraga sudah jalan,” katanya.

Sementara itu, cabor yang konsisten di pertandingkan di olimpiade unggulkan dalam DBON seperti Panahan, Menembak, Angkat Besi, Bulu Tangkis dan lainnya. Dengan demikian, cabor-cabor tersebut akan dijadikan fokus dalam pembinaan atlet kedepan.

“Dari Olimpiade Tokyo ada pelajaran baru yang kita didapatkan, ada negara di Olimpiade  Rio itu bahkan tak ada peringkat. Kok tiba-tiba dia ada sekarang bahkan di atas kita,” katanya.

Menurutnya, hal itu terjadi karena Negara-negara tersebut fokus terhadap pembinaan olahraga tertentu. Misalnya, Jamaika yang hanya konsentrasi di atletik. 

“Rupanya seperti Jamaika dia konsentrasi. Hal itu yang selama ini kita enggak pikirkan, paradigma kita tak seperti ini, dapat dua medali emas saja misalnya, itu rangking langsung naik. Nah hal-hal seperti ini yang tidak kita pikirkan, yang penting kita kirim kontingen sebanyak-banyaknya,” paparnya.

Dengan demikian, Amali ingin merubah paradigma paradigma masyarakat dalam DBON yang telah disusun tersebut. Meskipun, Menpora Amali mengakui hal itu merupakan affirmative action. Namun, menurutnya, hal itu harus dilakukan karena kalau tidak maka prestasi olahraga akan seperti yang selama ini.

“Saya siap tidak popular dan saya siap dianggap tidak berprestasi jangka pendek. Tetapi saya akan menanamkan pondasi yang kuat terhadap olahraga Indonesia,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kick Off Liga 1 Diundur Sepekan, Menpora: Dimulai Tanggal 27 Agustus

Kick Off Liga 1 Diundur Sepekan, Menpora: Dimulai Tanggal 27 Agustus

Jabar | Senin, 09 Agustus 2021 | 16:52 WIB

Kick-off Liga 1 Mundur Lagi, Direncanakan Bergulir 27 Agustus 2021

Kick-off Liga 1 Mundur Lagi, Direncanakan Bergulir 27 Agustus 2021

Bola | Senin, 09 Agustus 2021 | 14:57 WIB

Indonesia Bisa Belajar dari Kesuksesan Olimpiade Tokyo untuk Gelaran Multi Event Olahraga

Indonesia Bisa Belajar dari Kesuksesan Olimpiade Tokyo untuk Gelaran Multi Event Olahraga

Sport | Senin, 09 Agustus 2021 | 12:13 WIB

Capaska 2021 Sampaikan Rasa Bangga usai Jalani Latihan Gabungan dengan TNI-Polri

Capaska 2021 Sampaikan Rasa Bangga usai Jalani Latihan Gabungan dengan TNI-Polri

News | Senin, 09 Agustus 2021 | 12:06 WIB

Salut dengan Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo, Menpora: Indonesia Bisa Belajar

Salut dengan Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo, Menpora: Indonesia Bisa Belajar

Sport | Senin, 09 Agustus 2021 | 03:00 WIB

Body Shaming Dialami Nurul Akmal saat Tiba di RI, Ini Penjelasan dan Dampaknya!

Body Shaming Dialami Nurul Akmal saat Tiba di RI, Ini Penjelasan dan Dampaknya!

Video | Minggu, 08 Agustus 2021 | 07:00 WIB

Terkini

Catat Tanggalnya! PLAVE Siap Comeback dengan Mini Album Baru, HYPERDRIVE

Catat Tanggalnya! PLAVE Siap Comeback dengan Mini Album Baru, HYPERDRIVE

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 13:50 WIB

Gudang Biji Plastik Ludes Terbakar, Truk Ikut Hangus dan Api Nyaris Merambat

Gudang Biji Plastik Ludes Terbakar, Truk Ikut Hangus dan Api Nyaris Merambat

News | Minggu, 20 September 2026 | 13:44 WIB

Profil KH Hasan Abdullah Sahal yang Berani Pidato Singgung Cari Muka Depan Prabowo Subianto

Profil KH Hasan Abdullah Sahal yang Berani Pidato Singgung Cari Muka Depan Prabowo Subianto

News | Minggu, 20 September 2026 | 13:44 WIB

8 Cara Menata Kamar Kos Sempit Tanpa Mengecat Tembok Menurut Feng Shui

8 Cara Menata Kamar Kos Sempit Tanpa Mengecat Tembok Menurut Feng Shui

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 13:35 WIB

Menang Beruntun! Barcelona Tundukkan Sevilla 3-1 dan Tuntaskan Tujuh Laga

Menang Beruntun! Barcelona Tundukkan Sevilla 3-1 dan Tuntaskan Tujuh Laga

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 13:30 WIB

ULTJ Resmi Caplok Frisian Flag Rp14,56 Triliun

ULTJ Resmi Caplok Frisian Flag Rp14,56 Triliun

Bisnis | Minggu, 20 September 2026 | 13:26 WIB

Ada Bukti Kirim di Apartemen Jakbar, Begini Alur Terlacaknya Selebgram Jule Sebelum Diciduk

Ada Bukti Kirim di Apartemen Jakbar, Begini Alur Terlacaknya Selebgram Jule Sebelum Diciduk

News | Minggu, 20 September 2026 | 13:20 WIB

Apakah Layak Beli? Cek Harga iPhone 16 Terbaru September 2026

Apakah Layak Beli? Cek Harga iPhone 16 Terbaru September 2026

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 13:17 WIB

Hubner-Romeny Bawa Fortuna Sittard Menang, Nathan Tjoe-A-On Terpuruk di Dasar Klasemen

Hubner-Romeny Bawa Fortuna Sittard Menang, Nathan Tjoe-A-On Terpuruk di Dasar Klasemen

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 13:14 WIB

Jargas Gresik dan Sidoarjo Siap Beroperasi, BPH Migas Kebut Penetapan Harga

Jargas Gresik dan Sidoarjo Siap Beroperasi, BPH Migas Kebut Penetapan Harga

Bisnis | Minggu, 20 September 2026 | 13:10 WIB

×