alexametrics

Sumbar Targetkan Satu Emas dari Cabang Karate di PON Papua

Rully Fauzi
Sumbar Targetkan Satu Emas dari Cabang Karate di PON Papua
Atlet karate Sumbar berlatih jelang berlaga di PON Papua. (Antara/Dokumen karate Sumbar)

Ini seperti disampaikan pelatih karate Sumbar, Zelly Heriyanto.

Suara.com - Sumatera Barat (Sumbar) menargetkan satu medali emas dari cabang olahraga karate di ajang PON XX Papua 2021.

Pelatih cabang olahraga karate Sumbar, Zelly Heriyanto mengatakan KONI Sumbar menargetkan satu keping medali emas dari cabang ini dan pihaknya siap bekerja keras untuk itu.

"Atlet yang kemarin dapat perak dan perunggu di Pra PON Papua semoga bisa berubah menjadi emas. Kita ditarget satu emas, kalau bisa kita dapatkan lebih dari itu," kata Zelly seperti dilansir Antara.

Menurut dia, cabang olahraga karate ini berhasil membawa emas di PON Riau 2012 namun gagal berlaga pada PON 2016.

Baca Juga: PON Papua: Sultra Prediksi Buat Kejutan pada Nomor Canoing

"Kita melihat atlet bekerja keras berlatih memberikan yang terbaik. Sejauh ini mereka semangat dan siap bertanding," tutur Zelly.

Dalam mewujudkan target dan latihan, ia mengaku ada beberapa kendala seperti terlambatnya bantuan alat perlengkapan latihan dari KONI Sumbar.

Kemudian terlambatnya anggaran pemusatan latihan intensif yang digodok KONI Sumbar cair.

KONI Sumbar membuat pemusatan latihan intensif selama dua bulan yakni Agustus dan September namun dananya cair pada akhir Agustus.

"Kita lebih dulu memulai latihan baru dananya cair, ini sedikit mengganggu persiapan," tutur Zelly.

Baca Juga: Tira Persikabo akan Ngotot Rebut Poin Penuh, Persik Kediri Waspada

Meski demikian, lanjutnya, atlet terus berlatih keras memberikan yang terbaik untuk daerah ini.

"Kita siap memberikan yang terbaik," tegas Zelly.

Cabang olahraga karate PON 2021 akan dipertandingkan di Kota Jayapura pada 11-14 Oktober.

Sumbar membawa delapan atlet yang lolos ke PON kali ini adalah Milio Oner, Iqlimatul Aini, Yelfifa Wulandari, Fadila Rahmi, Yayuk Delia Safitri, Putri Azhani Amelia, Annisa Septiara Effendi dan Rama Shinta Safmelita.

Komentar