alexametrics

Efek Cedera Panjang, Marc Marquez Masih Merasa Sakit Saat Balapan, tapi Ogah Operasi Lagi

Cesar Uji Tawakal
Efek Cedera Panjang, Marc Marquez Masih Merasa Sakit Saat Balapan, tapi Ogah Operasi Lagi
Marc Marquez terjatuh saat FP1 MotoGP Inggris 2021 (MotoGP)

Pembalap ini ingin mendulang banyak poin pada balapan tahun ini.

Suara.com - Sempat tampil apik pada MotoGP Aragon, diam-diam rupanya Marc Marquez masih merasa sakit pada lengan kanan yang terkena cedera sejak tahun lalu.

Dilansir dari RideApart, pemenang MotoGp Jerman 2021 ini mengaku belum pulih seperti sebelumnya.

"Saya sekarang berkompetisi dan saya mencoba melakukan yang terbaik," kata Marc.

"Namun saya tak menikmatinya dalam beberapa momen karena saat Anda mengalami rasa sakit, tentu Anda tak bisa menikmati," imbuhnya.

Baca Juga: Terlanjur Lama Pakai Ducati, Valentino Rossi Penasaran Komentar Dovizioso tentang Yamaha

Sementara ini, pembalap Repsol Honda terebut secara konsisten finis di posisi papan tengah pada sirkuit yang punya layout putaran searah jarum jam.

Kebalikannya, ia justru unggul di trek yang berjalan berlawanan arah jarum jam dengan kemenangan di Sachsenring Jerman dan finis runner-up di sirkuit Motorland Aragon Spanyol.

Sebelum cedera di lengan kanannya, Marquez sudah lebih mencatatkan banyak keunggulan dengan lintasan dominan kiri.

Cedera itu hanya meningkatkan ketergantungannya pada kekuatan kiri dan dia menantikan balapan berlawanan arah jarum jam berikutnya di Sirkuit Amerika di Austin, Texas.

“Sampai Austin, kami akan memiliki dua minggu dan kami akan mencoba bekerja di rumah untuk mengambil langkah maju karena sekarang saya menyeret dua balapan berturut-turut dan saya perlu istirahat selama beberapa hari setelah balapan karena sakit. Itu bukan cara saya bekerja di masa lalu karena sekarang saya memiliki rencana khusus dan rencana A adalah untuk bekerja pada diri saya sendiri."

Baca Juga: Sopir Tabrak Separator, Honda Civic Terguling di Depan Polda Metro Jaya

Marquez tidak hanya berjuang melawan cedera dan kondisi fisiknya, namun, dia juga bertarung dengan motornya.

Selama juara dunia delapan kali itu keluar, Honda tidak memiliki pembalap papan atas untuk mengembangkan RC213V.

Rider Repsol Honda, Marc Marquez. [LLUIS GENE / AFP]
Rider Repsol Honda, Marc Marquez. [LLUIS GENE / AFP]

Akibatnya, Marquez terus berjuang dengan grip dan feel. Tentu saja, gaya agresifnya yang dipatenkan juga berkontribusi pada situasi dan Marquez telah jatuh 18 kali (termasuk sesi Latihan Bebas) musim ini.

Angka itu menempatkan nomor 93 sebagai pembalap nomor satu paling sering jatuh  di seri tersebut, bahkan setelah absen pada dua putaran pertama kalender 2021.

Meskipun mengalami benturan dan rasa sakit yang terus-menerus di lengan kanannya, dia belum ingin menjalani operasi lagi.

Seperti juara hebat lainnya, Marquez tanpa henti mengejar kesempurnaan dan dia mengerti bahwa perlu perbaikan di pihaknya dan di pihak Honda untuk kembali menjadi yang terdepan pada 2022.

“Kami harus terus bekerja pada motor dan performa, dan jika kami sedikit meningkat di kedua arah, kami akan bisa berjuang untuk kejuaraan,” pungkasnya.

Komentar