PON Papua Boleh Dihadiri Penonton, Kemenpora Yakin Taat Prokes

Kamis, 23 September 2021 | 13:19 WIB
PON Papua Boleh Dihadiri Penonton, Kemenpora Yakin Taat Prokes
Sesmenpora Gatot S Dewa Broto memimpin rapat koordinasi Pengkajian Pemberian Rekomendasi Pengajuan Izin Keramaian Kepada Kepolisian RI untuk Kejuaraan Tinju World Boxing Council (WBC) International di Auditorium Wisma Menpora, Jakarta, Selasa (30/3/2021). (ANTARA/HO-Kemenpora)

Suara.com - Pemerintah telah memutuskan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua dapat disaksikan oleh penonton terbatas 25 persen dari kapasitas. Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto yakin pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) tetap berjalan.

Adapun PON Papua akan mulai pada 2-15 Oktober 2021. Mengingat event berlangsung di tengah pandemi Covid-19, tentu prokes diutamakan demi menjaga kesehatan dan keselamatan semua orang.

Terlebih, akan ada penonton yang hadir meski jumlahnya dibatasi. Tentu akan ada aturan yang dilakukan demi mencegah terjadinya penularan Virus Corona.

Gatot yakin prokes di PON Papua bisa berjalan dengan baik, khususnya kaitannya dengan penonton. Ia berkaca pada beberapa kegiatan olahraga yang sudah berjalan sebelumnya seperti Piala Menpora 2021, IBL, dan Liga 1 2021/2022.

"Sebelumnya itu ada Piala Menpora, saat itu orang agak pesimis 'memangnya bisa jalan?' apakah suporter yang kadang sulit dikontrol karena mereka kan ingin nonton bola tidak datang? Faktanya mereka diminta tidak datang itu bisa," kata Gatot saat bincang virtual, Kamis (23/9/2021).

Gatot sedikit menceritakan bagaimana ketatnya prokes selama Piala Menpora 2021. Bahkan, ia sama sekali tidak mencium tanda-tanda adanya penonton atau suporter yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Oleh sebab itu, ia yakin saat PON Papua nanti prokes akan berjalan. Terutama bagi penonton karena kapasitas setiap pertandingan hanya 25 persen. Jumlah tersebut sudah termasuk panitia, atlet, petugas dan lain-lain.

"Saat masuk (stadion) kami dites antigen, semua sama termasuk menpora, kapolri, tempat duduk juga sudah diatur. Poinnya selama panduan (prokes) kami sebarluaskan dengan baik, kami positif masyarakat ikut mematuhinya," jelasnya.

"Jadi saat pembukaan (PON) nanti ada prosedurnya, ada protap untuk masuk stadion seperti diberi gelang layak atau tidak buat masuk, lalu bukti vaksin. Harapan kami ada aplikasi peduli lindungi jadi ada bukti dan jaga jarak," ia menambahkan.

Baca Juga: Waduh! 5 Atlet Riau untuk PON Papua Terpapar Covid-19

Meski begitu pelaksanaan PON Papua masih ada beberapa kendala. Salah satunya adalah kurangnya laboratorium untuk melakukan tes PCR.

"Terus terang karena pada saat nanti khususnya mendadak mau pulang agak padat sedikit. Di sana ketersediaan LAB PCR masih kurang," terangnya.

"Tapi ada komitmen bakal ada bantuan dari Ambon dan lain lain. Jadi secara umum tak terlalu banyak ada keluhan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI