alexametrics

Soroti Bagnaia yang Jatuh di Misano, Valentino Rossi: Dia Tak Mendengar Nasihat Saya

Cesar Uji Tawakal
Soroti Bagnaia yang Jatuh di Misano, Valentino Rossi: Dia Tak Mendengar Nasihat Saya
Pembalap Yamaha-SRT Italia Valentino Rossi (tengah) menyapa para penggemarnya setelah Grand Prix MotoGP Emilia-Romagna di Sirkuit Dunia Misano Marco-Simoncelli, Misano Adriatico, Italia, pada (24/10/2021). [ANDREAS SOLARO / AFP]

Rossi menilai bahwa Bagnaia salah pilih ban di balapan tersebut.

Suara.com - Jatuhnya Francesco Bagnaia jelang berakhirnya balapan MotoGP Misano jilid dua membuat Valentino Rossi ikut angkat bicara.

Dilansir dari GP One, pembalap yang finis di urutan 10 di GP Emilia Romagna ini mengatakan bahwa Bagnaia ini salah pilih ban pada laga tersebut.

"Saya mencoba menghipnotis Pecco (sapaan akrab Bagnaia) seperti di Aragon. Saya mengatakan agar ia memilih ban medium, namun kali ini tak berhasil," ungkap Rossi.

Walaupun gagal menunda pesta juara dunia oleh Fabio Quartararo, Rossi menilai bahwa penampilan dari Bagnaia sudah cukup memukau musim ini.

Baca Juga: Sukses Amankan Gelar Juara MotoGP 2021, Fabio Quartararo Ngaku Tertekan hingga Sakit Perut

"Bagnaia melakoni musim ini dengan fantastis, namun dia membuat kesalahan dengan memilih ban depan hard," tutur the Doctor.

Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi (kiri) menemui penggemarnya pasca MotoGP Emilia Romagna 2021 di Sirkuit Misano Marco-Simoncelli di Misano Adriatico, Italia. ANDREAS SOLARO / AFP.
Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi (kiri) menemui penggemarnya pasca MotoGP Emilia Romagna 2021 di Sirkuit Misano Marco-Simoncelli di Misano Adriatico, Italia. ANDREAS SOLARO / AFP.

"Menurut saya, ban depan hard cukup berbahaya, saya coba bilang ke Pecco namun pada akhirnya ia lebih memilih ban itu. Jelang berakhirnya balapan, suhu lintasan menurun, dan ban depan kehilangan daya cengkeram, Anda tak bisa melakukan apapun terkait hal ini, sangat disayangkan," imbuhnya.

Rossi juga menyoroti keberhasilan Yamaha untuk merengkuh gelar juara dunia, setelah terakhir hal itu bisa mereka lakukan melalui Jorge Lorenzo di tahun 2015. Ia menilai bahwa Yamaha melakukan keputusan yang bijak.

"Waktu berlalu dan menurut saya Yamaha mengambil keputusan yang tepat dengan memilih Quartararo. Mungkin tak terlalu bagus bagi mereka untuk memiliki saya di dalam tim. Fabio balapan dengan baik dan tak membuat kesalahan, dia layak menjadi juara," pungkasnya.

Baca Juga: Sudahi Puasa Gelar Yamaha Sejak 2015, Quartararo: Ketenangan adalah Kunci!

Komentar