alexametrics

Jadi Korban Keganasan Khabib Nurmagomedov, Dustin Poirier Sempat Hancur dan Depresi

Arief Apriadi
Jadi Korban Keganasan Khabib Nurmagomedov, Dustin Poirier Sempat Hancur dan Depresi
Petarung UFC, Dustin Poirier. [Instagram/@dustinpoirier]

Dustin Poirier kalah dari Khabib Nurmagomedov dalam perebutan gelar juara dunia kelas ringan UFC pada September 2019.

Suara.com - Kekalahan dari Khabib Nurmagomedov ternyata masih menyimpan luka bagi seorang Dustin Poirier yang mengaku hancur dan patah hati setelahnya.

Khabib Nurmagomedov menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas hancur lebur dan patah hatinya Dustin Poirier selama berkarier di UFC.

Duel UFC 242 pada September 2019 lalu menjadi awal mula Dustin Poirier mengalami depresi berkepanjangan usai kalah dari Khabib Nurmagomedov.

Dustin Poirier sejatinya memiliki kepercayaan diri tinggi dalam duel tersebut, bermodal raihan empat kemenangan beruntun.

Baca Juga: Conor McGregor Anggap Cristiano Ronaldo Tak Hargai Ole Gunnar Solskjaer

Namun Khabib mampu meruntuhkan kepercayaan diri petarung berjuluk The Diamond itu tak lebih dari tiga ronde dalam duel UFC 242.

Elang Dagestan sukses mengoyak Poirier lewat rear naked choke. Petarung Amerika hanya diberi beberapa momen singkat di pertandingan tersebut.

Petarung MMA, Khabib Nurmagomedov. [Kirill KUDRYAVTSEV / AFP]
Petarung MMA, Khabib Nurmagomedov. [Kirill KUDRYAVTSEV / AFP]

Hasil pertarungan itu benar-benar membuat Poirier hancur, kesempatan menjadi juara dunia hilang dalam tiga ronde.

"Usai melawan Khabib, saya hancur lebur dan patah hati. Saya berada pada posisi yang benar-benar optimis untuk pertandingan," ucap Poirier dikutip dari talkSPORT.

"Dan saya mengatakan, saya akan melakukan ini (meraih gelar juara). Seperti kenyataan yang menimpa saya, ini bisa terjadi."

Baca Juga: Saygid Izagakhmaev Gabung ONE Championship, Begini Reaksi Khabib Nurmagomedov

"Ini bisa menjadi kesempatan saya dan saya gagal," imbuhnya.

Poirier tak segan membeberkan bagaimana kondisinya usai pertandingan melawan Khabib, detik-detik di mana ia masuk ke ruang depresi.

Menurutnya, hal itu bak menelan pil pahit yang sulit untuk ditelan. Poirier benar-benar merasa hidupnya berada di bawah saat itu.

"Ketika semua kamera mati, ketika semua musik berhenti, ketika Anda sendirian dan melihat ke cermin setelah pertarungan seperti itu," ujar Poirier.

"Atau Anda pergi mandi dan kenyataan mulai terjadi, itu adalah pil yang kadang-kadang sulit untuk ditelan," imbuhnya.

Meski sempat depresi pasca kalah dari Khabib, Poirier kini sudah bangkit. Dia sebelumnya sukses mengalahkan Conor McGregor dalam rentetan kemenagan yang diraihnya mulai tahun lalu.

Kini Poirier berada dalam kondisi yang siap sebagai penantang gelar juara kelas menengah UFC melawan Charles Oliveira dalam UFC 269.

Kontributor: Eko Isdiyanto.

Komentar