alexametrics

Casey Stoner Sebut Motor MotoGP Zaman Now Terlalu 'Manja', Ini Sebabnya

Yasinta Rahmawati | Gagah Radhitya Widiaseno
Casey Stoner Sebut Motor MotoGP Zaman Now Terlalu 'Manja', Ini Sebabnya
Pebalap penguji (test rider) Ducati, Casey Stoner. [AFP/Mohd Rasfan]

Casey Stoner menilai motor MotoGP zaman now beda sekali dengan saat dirinya masih menjadi pembalap.

Suara.com - Mantan pembalap Ducati, Casey Stoner menyoroti beberapa hal teknis dalam MotoGP. Salah satunya yakni penggunaan motor MotoGP zaman now.

Ia menyebut kalau motor MotoGP zaman now dinilai terlalu "manja". Hal ini terkait banyaknya perangkat elektronik yang terpasang pada motor.

Legenda MotoGP tersebut menilai motor MotoGP sangat mengandalkan perangkat elektronik tersebut.

Memang, perangkat elektronik ini sangat membantu untuk mengoptimalkan performa motor MotoGP.

Baca Juga: Bos Ducati Siap Pakai Jasa Casey Stoner di MotoGP Valencia, Begini Detailnya

Namun saking banyaknya, justru membuat motor MotoGP terlihat "manja".

Hal ini bisa membuat skill dari para pembalap tak sebagus saat dirinya menjadi pembalap MotoGP.

Balapan MotoGP Grand Prix Styria di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria. (8/8/2021) (ANTARA/AFP/Joe Klamar)
Balapan MotoGP Grand Prix Styria di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria. (8/8/2021) (ANTARA/AFP/Joe Klamar)

Menurut pria asal Australia tersebut, semakin sulit seorang pembalap mengendalikan motornya, maka hal itu akan jadi tantangan tersendiri.

"Saya ingin melihat mereka tergelincir, saya ingin melihat mereka membuat kesalahan dan saya ingin melihat orang-orang berjuang untuk mencari daya cengkeram," kata Stoner dilansir dari GPOne.com.

"Beberapa pembalap memulai balapan dengan sangat baik karena pilihan ban mereka, sementara yang lain tampil cepat di penghujung balapan," tambahnya.

Baca Juga: Ditanya Soal Kemungkinan Jadi Pelatih Pembalap Ducati, Begini Jawaban Casey Stoner

Lebih lanjut, Stoner menegaskan jika pengembangan teknologi secara besar ini membuat level persaingan justru menjadi tidak seimbang.

Apalagi dana riset motor di tiap pabrikan berbeda-beda. Pastinya akan membuat ketimpangan dari sisi teknologi.

Stoner berharap pihak Dorna Sports dan FIM memberikan pengetatan dalam teknologi di motor MotoGP.

Hal ini agar seluruh tim balap dapat menciptakan motor balap yang mumpuni dan tak harus bergantung pada teknologi.

Komentar