facebook

Koma 10 Hari Usai Dipukul KO, Petinju Rusia Akhirnya Meninggal

Arief Apriadi
Koma 10 Hari Usai Dipukul KO, Petinju Rusia Akhirnya Meninggal
Petinju Rusia, Arrest Sahakyan meninggal dunia setelah 10 hari koma pasca dipukul KO dalam sebuah pertandingan tinju. [The Sun]

Petinju Rusia, Arrest Sahakyan wafat karena cedera kepala serius.

Suara.com - Petinju Rusia, Arrest Sahakyan meninggal dunia setelah 10 hari koma pasca dipukul KO dalam sebuah pertandingan tinju. Cedera kepala fatal jadi penyebab sang petarung wafat.

Arrest Sahakyan melakoni pertandingan tinju melawan Igor Semernin yang berumur lima tahun lebih muda darinya di Tolyatti, Rusia pada 26 Desember 2021.

Igor Semernin yang masih berusia 21 tahun tampil dominan atas seniornya yang berusia 26 tahun, hingga salah satu pukulan brutalnya membuat Arrest Sahakyan KO.

Pukulan Igor yang mengenai kepala Arrest membuat sang petinju terjatuh di atas kanvas pertandingan hingga harus mendapatkan pertolongan medis.

Baca Juga: Promotor Tinju di Bali Zaenal Tayib Divonis Penjara 3 Tahun 6 Bulan, Ini Kasusnya

Namun, dampak dari pukulan tersebut sangat fatal, petinju keturunan Armenia itu mengalami pembengkakan di otaknya dan harus dilakukan operasi.

Dilansir dari The Sun, malang bagi Sahakyan usai menjalani operasi ia justru mengalami koma selama 10 hari hingga dilaporkan meninggal dunia pada 8 Januari 2022.

Dokter yang menangani kondisi Sahaykan menyebut jika sang petinju mengalami bengkak pada otak, meskipun sudah dioperasi tetapi tak kunjung sadarkan diri.

Fakta baru pun terungkap, diketahui bahwa Sahakyan berada dalam kondisi yang tidak fit saat pertandingan melawan Igor dilangsungkan.

Hal ini diungkap oleh saduara perempuan Sahakyan, Svetlana Petrosyan dalam sebuah wawancara bersama REN TV beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga: Daud Yordan Tampil Nyentrik Saat Habisi Rachata Khaophimai

Svetlana menyebut Sahakyan menerima tantangan tinju dengan persiapan singkat, belum lagi ia harus menurunkan berat badannya sebanyak 14 kg.

Komentar