Kisah Sutjiati Narendra Pindah ke Indonesia karena Permintaan Jokowi, Kini Terabaikan

Rully Fauzi

Rabu, 20 April 2022 | 19:24 WIB
Kisah Sutjiati Narendra Pindah ke Indonesia karena Permintaan Jokowi, Kini Terabaikan
Pesenam Sutjiati Narendra). [YouTube Deddy Corbuzier]

Suara.com - Kisah miris yang dialami oleh atlet senam ritmik Indonesia, Sutjiati Narendra, jelas menjadi pukulan telak bagi dunia olahraga di Tanah Air.

Sebab, Sutjiati Narendra bersedia pulang dari Amerika Serikat atas permintaan Presiden Joko Widodo. Namun, ternyata perempuan kelahiran New York itu nasibnya justru terabaikan.

Pasalnya, Sutjiati Narendra diputuskan untuk tidak berangkat ke SEA Games 2021 di Vietnam. Keputusan ini diambil oleh tim review Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPPON) yang diketuai oleh Moch Asmawi.

Padahal, Sutjiati Narendra sudah memilih untuk pulang ke Indonesia karena didorong oleh pernyataan Presiden Joko Widodo.

Saat itu, Jokowi meminta anak-anak muda yang memiliki kewarganegaraan ganda untuk pulang dan membantu membangun bangsa.

“Saya tinggal di Indonesia sejak 2018 dan pindah dari Amerika ke Lampung karena permintaan Pak Jokowi agar anak-anak muda yang memiliki kewarganegaraan ganda pulang untuk ikut membangun bangsa,” kata Sutjiati melalui surat yang diunggah lewat akun Instagram-nya.

“Saya pindah untuk melakukan hal itu dan salah satu cara saya berkontribusi adalah melalui prestasi olahraga,” lanjutnya.

Sutjiati mengakui, keputusannya pulang ke Lampung, kampung halaman ayahnya, dengan harapan bisa membangun Indonesia lewat jalur olahraga ternyata berakhir tragis.

Pasalnya, ia menjumpai nasib malang. Kariernya sebagai pesenam ritmik justru dikebiri setelah memilih pulang ke Indonesia.

baca juga

“Di negara Indonesia tercinta ini, kami para atlet tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk bersaing di level internasional,” ujarnya.

Perempuan berusia 18 tahun itu menjelaskan, dia dan atlet senam ritmik tak diberangkatkan ke SEA Games 2021 karena dianggap kurang berprestasi.

Kurangnya dana pemerintah membuat atlet kurang diperhatikan. Apalagi, cabang olahraga yang digelutinya kurang populer.

Padahal, Sutjiati telah memiliki cukup bukti bila bicara soal prestasi. Dia pernah menyabet dua medali emas dan satu perak di ajang PON XX Papua 2020.

“Karena dikatakan kami belum cukup berprestasi, dikombinasikan dengan masalah pendanaan, kurangnya struktur organisasi yang efisien, dan minimnya perencanaan yang efektif,” ujarnya.

“Karena itu, kami memiliki banyak atlet yang telah menjadi korban dari sistem yang tidak maksimal ini,” ia melanjutkan.

Karena prestasi tersebut, Sutjiati sempat diiming-imingi untuk tampil di Olimpiade. Namun, alih-alih diberangkatkan, ia justru diminta mencari sponsor secara mandiri untuk membiayainya di ajang tersebut.

“Namun, dua bulan sebelum kejuaraan ini saya diberi tahu bahwa saya tidak diberangkatkan. Meskipun saya dan pelatih saya siap membayar biayanya dari kantong kami sendiri,” ujarnya.

[Muh Adif Setiawan]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deklarasi Bali Sepakati Enam Poin Krusial untuk Transformasi SEA Games

Deklarasi Bali Sepakati Enam Poin Krusial untuk Transformasi SEA Games

Sport | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:24 WIB

Erick Thohir Dorong Revolusi SEA Games: Stop Cabor Aneh-aneh, Fokus Olimpiade!

Erick Thohir Dorong Revolusi SEA Games: Stop Cabor Aneh-aneh, Fokus Olimpiade!

Sport | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:41 WIB

Putri KW Dapat Kenaikan Pangkat dari Polri, Jadi Briptu

Putri KW Dapat Kenaikan Pangkat dari Polri, Jadi Briptu

Sport | Kamis, 22 Januari 2026 | 05:27 WIB

Kisah Muhamad Alfiana, Pegawai Honorer yang Tampil di Liga Hoki Jerman

Kisah Muhamad Alfiana, Pegawai Honorer yang Tampil di Liga Hoki Jerman

Sport | Selasa, 20 Januari 2026 | 06:55 WIB

Boni Hargens: Rekrut Atlet SEA Games Bukti Komitmen Moral Kapolri Listyo Sigit

Boni Hargens: Rekrut Atlet SEA Games Bukti Komitmen Moral Kapolri Listyo Sigit

Sport | Senin, 19 Januari 2026 | 11:00 WIB

Dukung Stabilitas Finansial Jangka Panjang Atlet, BRI & Kemenpora Gelar Program Literasi Keuangan

Dukung Stabilitas Finansial Jangka Panjang Atlet, BRI & Kemenpora Gelar Program Literasi Keuangan

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 13:47 WIB

Martina Ayu Pratiwi Diguyur Bonus Rp3,4 Miliar usai Raih 7 Medali SEA Games, Jumlah Terbanyak

Martina Ayu Pratiwi Diguyur Bonus Rp3,4 Miliar usai Raih 7 Medali SEA Games, Jumlah Terbanyak

Sport | Jum'at, 09 Januari 2026 | 11:37 WIB

Prabowo Serahkan Bonus Rp465,25 Miliar untuk Atlet SEA Games 2025 di Istana Negara

Prabowo Serahkan Bonus Rp465,25 Miliar untuk Atlet SEA Games 2025 di Istana Negara

Foto | Jum'at, 09 Januari 2026 | 06:30 WIB

Indonesia Raih Posisi Runner-up di Thailand, BRI Salurkan Bonus Atlet SEA Games 2025

Indonesia Raih Posisi Runner-up di Thailand, BRI Salurkan Bonus Atlet SEA Games 2025

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 19:50 WIB

Prabowo Wanti-wanti Atlet Jangan Pakai Bonus untuk Hal Negatif

Prabowo Wanti-wanti Atlet Jangan Pakai Bonus untuk Hal Negatif

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 17:11 WIB

Terkini

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

×