GP Monaco Harus Berubah atau Ditinggalkan F1 Selamanya

Arief Apriadi | Suara.com

Kamis, 02 Juni 2022 | 08:35 WIB
GP Monaco Harus Berubah atau Ditinggalkan F1 Selamanya
Circuit de Monaco, Monte Carlo bersiap untuk gelaran GP F1 Monaco [Shutterstock]

Suara.com - Para pebalap telah menyelesaikan seri F1 GP Monaco 2022 pada Minggu (29/5/2022) dengan pebalap Red Bull Sergio Perez keluar sebagai pemenang. Namun, masa depan sirkuit legendaris itu belum jelas untuk tahun depan.

Banyak pihak menyarankan Grand Prix Monaco harus berbenah dan melakukan berubahan guna meningkatkan keseruan balapan di kawasan kerajaan itu. Jika tidak, F1 bisa saja pergi selamanya dari sana.

F1 memang tak kekurangan venue yang bisa mereka gunakan untuk Grand Prix dan bahkan memiliki wacana untuk mengisi kalender musim hingga 24 balapan dalam setahun.

Seperti yang telah disaksikan para fan, Miami menjalani debutnya tahun ini, sedangkan Las Vegas disiapkan di kalender 2023 ketika Qatar kembali menjadi tuan rumah untuk seri keempat di putaran Timur Tengah. Belum lagi balapan malam di Arab Saudi dan Singapura akan menambah variasi tontonan.

Kedatangan balapan-balapan yang lebih gemerlap, dengan hiburan di luar trek yang menggaet generasi baru fan, telah memunculkan dampaknya terhadap balapan-balapan klasik seperti Monaco.

"Saya rasa setiap balapan harus ditingkatkan. Di setiap aspeknya. Mungkin itu berlaku juga bagi Monaco. Tapi Monako penting bagi F1," kata bos tim Alfa Romeo Frederic Vasseur.

Suasana persiapan balap F1 GP Monaco di salah satu sudut sirkuit. (Shutterstock/Serjio74)
Suasana persiapan balap F1 GP Monaco di salah satu sudut sirkuit. (Shutterstock/Serjio74)

"Bagi seluruh ajang balap bersejarah, apabila mereka tetap berada di standar yang sama, mereka akan tenggelam. F1 berubah dengan drastis," kata dia.

Sejumlah pihak merasa Monako, yang menjadi bagian bersejarah terciptanya F1, terancam bakal ditinggalkan. Ada yang menyarankan Grand Prix di negara kerajaan itu menjadi ajang dua tahunan, atau bahkan ditinggalkan sama sekali.

Penyelenggara setempat tidak menganggap serius wacana tersebut akan tetapi bos F1 Stefano Domenicalli, seperti dilansir Reuters, telah menunjukkan tanda-tanda ingin adanya perubahan.

Ada keinginan bahwa di F1 Monaco harus membuat pengecualian, menawarkan pertunjukan yang lebih menarik dan lebih berkontribusi secara finansial untuk mendatangkan cuan.

Balapan di jalanan Monte Carlo selama ini lebih seperti prosesi, yang mana pertunjukan salip menyalip sangat langka seperti halnya tiket murah dan hotel terjangku di sana.

Penyiaran di televisi setempat sering mendapat kritik karena Monaco disponsori brand arloji Tag Heuer yang bentrok dengan kontrak Formula 1 dengan Rolex.

Monaco juga membayar "hosting fee" yang jauh lebih sedikit dari balapan-balapan lain.

Bos McLaren Zak Brown juga buka suara, mengatakan apabila Monaco ingin tetap berada di kalender F1 maka mereka harus membayar fee penyelenggaraan lebih banyak.

"Saya rasa Monaco memiliki kesepakatan komersial yang sangat menguntungkan dengan Formula 1 selamanya dan saya kira Formula 1 sedang mencoba mencapai kesepakatan yang lebih konsisten dengan venue-venue lain sembari mempertimbangkan kepentingannya di kalender," kata Brown.

"Pastinya tidak seorang pun dari kami yang ingin melihat Monako pergi tapi juga paham bahwa sebagai pemegang hak komersial mereka perlu memiliki kesepakatan yang lebih konsisten dengan venue-venue lain melihat banyaknya trek yang ingin menjadi tuan rumah grand prix," kata Brown.

Sementara itu, mantan orang nomor satu di Formula 1, Bernie Ecclestone mengatakan bahwa menghilangkan Monaco dari kalender akan merupakan kesalahan besar.

"Saya rasa tidak ada yang berani menghilangkan balapan itu dari Monaco," kata Ecclestone.

"Mereka masih sangat, sangat senang dan percaya diri dengan semuanya tanpa drama. Jadi saya tidak melihat ada masalah di sini."

"Apakah ini balapan terburuk atau terbaik, ini adalah (balapan) yang paling penting dan berharga," kata Ecclestone.

Ecclestone juga mengkritik Miami yang mencoba meniru atmosfer Monte Carlo dengan membuat marina tiruan di mana sejumlah yacht bersandar di lantai semen yang didesain sedemikian rupa menyerupai dermaga.

"Lihat Miami. Itu bukan balapan F1," kata Ecclestone. "Itu bisa saja menjadi klub balapan setempat, kan?

"Mereka memasang kapal-kapal itu di lapangan parkir, mencoba agar terlihat seperti Monaco."

Bos Mercedes Toto Wolff senada dengan Ecclestone.

"Saya berpihak, saya tinggal di sini, saya cinta kota ini. Saya kira apa yang ditawarkan Monaco itu spektakuler," kata bos tim Mercedes Toto Wolff sebelum balapan seperti dikutip Reuters.

"Kami mendapat dukungan dari sang pangeran dan Formula 1 penting bagi Monaco dan Monaco penting bagi Formula 1," kata dia.

"Monako harus merangkul realitas baru dari apa yang menjadi pedoman olahraga ini hari ini, dan dampaknya kepada dunia, dan pada saat yang sama Monako akan selalu dihormati dalam komunitas Formula 1 sebagai sesuatu yang spesial. Tapi tidak seharusnya orang menganggap ini biasa saja."

Melihat juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton gagal menyalip Fernando Alonso yang melaju lebih lambat di Monaco, Wolff mengungkapkan pendapatnya lagi.

"Kita perlu menilik kembali layout sirkuit ini, sehingga kita tidak melaju lima detik lebih lambat saat balapan," kata dia. "Ini adalah arena yang fantastis, tapi akan luar biasa apabila balapan dapat berjalan di level yang sama."

Pebalap Ferrari Charles Leclerc pun tak ingin balapan di kampung halamannya itu dihilangkan dari F1.

"Saya tak pernah merasakan Monaco tanpa Formula 1 kecuali saat terkena dampak COVID pada 2020, dan Formula 1 tanpa Monako bukanlah Formula 1," kata Leclerc, demikian Antara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harapan Mobil Lubricants: Tim Red Bull Racing Konsisten Lanjutkan Tren Kemenangan Hingga Akhir Musim

Harapan Mobil Lubricants: Tim Red Bull Racing Konsisten Lanjutkan Tren Kemenangan Hingga Akhir Musim

Otomotif | Rabu, 01 Juni 2022 | 10:41 WIB

Sergio Perez Dipertahankan Red Bull hingga 2024 Usai Menangi F1 GP Monako

Sergio Perez Dipertahankan Red Bull hingga 2024 Usai Menangi F1 GP Monako

Sport | Rabu, 01 Juni 2022 | 05:48 WIB

7 Pebalap F1 yang Kini Balapan di Formula E, Siap Ngegas di Jakarta!

7 Pebalap F1 yang Kini Balapan di Formula E, Siap Ngegas di Jakarta!

Sport | Selasa, 31 Mei 2022 | 14:10 WIB

Pekan Sibuk Mesut Ozil: Salat Jumat di Istiqlal, Hadir di Final UCL, hingga Nonton F1 di Monaco

Pekan Sibuk Mesut Ozil: Salat Jumat di Istiqlal, Hadir di Final UCL, hingga Nonton F1 di Monaco

Bola | Selasa, 31 Mei 2022 | 11:35 WIB

Sergio Perez Menangi Drama Balapan Basah di F1 GP Monako

Sergio Perez Menangi Drama Balapan Basah di F1 GP Monako

Sport | Senin, 30 Mei 2022 | 05:56 WIB

Amankan Pole Position F1 GP Monako, Charles Leclerc: Ini Sangat Spesial

Amankan Pole Position F1 GP Monako, Charles Leclerc: Ini Sangat Spesial

Sport | Minggu, 29 Mei 2022 | 10:29 WIB

Terkini

Debut Pelatih di Thomas Cup 2026, Hendra Setiawan Akui Lebih Pusing Daripada Jadi Pemain

Debut Pelatih di Thomas Cup 2026, Hendra Setiawan Akui Lebih Pusing Daripada Jadi Pemain

Sport | Jum'at, 17 April 2026 | 13:43 WIB

Final Four Priloga 2026: Jakarta Lavani Kalahkan Surabaya Samator 3-0

Final Four Priloga 2026: Jakarta Lavani Kalahkan Surabaya Samator 3-0

Sport | Jum'at, 17 April 2026 | 06:56 WIB

Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026

Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026

Sport | Jum'at, 17 April 2026 | 00:00 WIB

Sejarah! Jakarta Jadi Tuan Rumah Edisi Perdana Piala Dunia Rallycross

Sejarah! Jakarta Jadi Tuan Rumah Edisi Perdana Piala Dunia Rallycross

Sport | Kamis, 16 April 2026 | 19:16 WIB

Final Four Proliga 2026: LavAni Butuh Kemenangan Atas Bhayangkara untuk Juarai Putaran Kedua

Final Four Proliga 2026: LavAni Butuh Kemenangan Atas Bhayangkara untuk Juarai Putaran Kedua

Sport | Kamis, 16 April 2026 | 19:16 WIB

Musda Perbasi Jabar Diulang? Epriyanto Kasmuri Bingung, DPP Dituding Bikin Keputusan Janggal

Musda Perbasi Jabar Diulang? Epriyanto Kasmuri Bingung, DPP Dituding Bikin Keputusan Janggal

Sport | Kamis, 16 April 2026 | 15:42 WIB

Satria Muda Datangkan Dua Pemain Asing Baru, Bidik Juara IBL 2026

Satria Muda Datangkan Dua Pemain Asing Baru, Bidik Juara IBL 2026

Sport | Kamis, 16 April 2026 | 14:14 WIB

Ikuti Kejuaraan Internasional, Riders Pushbike Asal Sleman Raih Podium 1 di Thailand

Ikuti Kejuaraan Internasional, Riders Pushbike Asal Sleman Raih Podium 1 di Thailand

Sport | Kamis, 16 April 2026 | 12:53 WIB

Statistik Ngeri Aj Bramah saat Pacific Revans Satya Wacana: Hampir Triple-Double!

Statistik Ngeri Aj Bramah saat Pacific Revans Satya Wacana: Hampir Triple-Double!

Sport | Kamis, 16 April 2026 | 10:34 WIB

Misi Cetak Karateka Dunia, PP ASKI Tingkatkan Kualitas Pembinaan hingga Wasit Jelang Kejurnas

Misi Cetak Karateka Dunia, PP ASKI Tingkatkan Kualitas Pembinaan hingga Wasit Jelang Kejurnas

Sport | Kamis, 16 April 2026 | 07:09 WIB