- Kontingen Indonesia kokoh di posisi kedua klasemen SEA Games 2025 per Senin (15/12/2025) malam dengan total 185 medali.
- Wushu menjadi penyumbang emas terbesar Indonesia pada hari keenam, berhasil melampaui target awal dengan total lima medali emas.
- Perolehan signifikan ini membuat Indonesia menjauh dari kejaran Vietnam di posisi ketiga klasemen sementara kejuaraan.
Suara.com - Kontingen Indonesia terus menunjukkan taringnya di SEA Games 2025. Hingga update klasemen medali per Senin (15/12/2025) malam,
Tim Merah Putih semakin mantap bercokol di posisi kedua dan kian menjauh dari kejaran Vietnam.
Momentum kebangkitan Indonesia terjadi pada hari keenam perebutan medali.
Dalam satu hari, skuad Merah Putih sukses menambah sembilan medali emas dari berbagai cabang olahraga, mempertegas ambisi besar di papan atas SEA Games tahun ini.
Cabang olahraga wushu tampil sebagai penyumbang emas terbanyak.
Para atlet nasional wushu Indonesia berhasil mempersembahkan empat medali emas dan satu perunggu, sekaligus menjadi tulang punggung perolehan emas.
![Sembilan Emas Sehari! Indonesia Ngamuk di SEA Games 2025, Vietnam Kian Tercecer [Suara,com]](https://media.suara.com/pictures/original/2025/12/16/42617-medali-sea-games-2025.jpg)
Emas pertama datang dari Patricia Geraldine yang tampil gemilang di nomor taolu kelas changquan, jianshu, qianshu putri.
Bertanding di The Government Complex Building C, Thung Song Hong, Lak Si, Bangkok, Patricia mengoleksi total nilai 29.266 poin hasil dari skor 9.750, 9.760, dan 9.756.
Ia unggul atas Pang Pui Yee dari Malaysia yang meraih perak dengan 29.139 poin serta Le Yen Shuen asal Singapura yang membawa pulang perunggu dengan 29.055 poin.
Kesuksesan wushu Indonesia berlanjut lewat nomor beregu Dullian Bare Handed.
Tim yang diperkuat Ahmad Ghifari Fuaiz, Ahmad Ghozali Fuaiz, dan Terrence Tjahyadi tampil solid dan mengamankan medali emas setelah mencatatkan nilai 9.746 poin.
Tak hanya di nomor taolu, dominasi juga ditunjukkan pada nomor sanda.
Tharisa Dea Florentina menyumbangkan emas di kelas 56 kg putri, mendisusul Samuel Marbun yang berjaya di kelas 64 kg putra.
Sementara itu, Harry Brahmana menambah koleksi medali lewat perunggu di kelas 70 kg.
Dengan pencapaian tersebut, Tim Wushu Indonesia mengakhiri SEA Games 2025 dengan total 5 medali emas, 3 perak, dan 1 perunggu.
Hasil ini tidak hanya melampaui target awal tiga emas, tetapi juga memastikan Indonesia mempertahankan status juara umum cabang olahraga wushu.
Selain wushu, lima emas lainnya diraih dari berbagai cabang.
Balapan sepeda jalan raya memberikan emas lewat nomor women's individual time trial atas nama Ayustina Delia.
Dari cabang menembak, Indonesia meraih emas di nomor 10 meter air pistol tim campuran serta nomor produksi individu putra melalui Vincentius Djajadiningrat.
Prestasi juga datang dari lintasan atletik. Abdul Hafiz sukses meraih emas di nomor lempar lembing putra.
Sementara di angkat besi, Rizki Juniansyah kembali membuktikan statusnya sebagai lifter Andalan Indonesia dengan meraih emas di kelas 79 kg putra. Rizki bahkan memecahkan rekor clean & jerk setelah mengangkat beban seberat 205 kg.
Rentetan emas tersebut membawa Indonesia kini mengoleksi 52 medali emas, 65 perak, dan 68 perunggu, dengan total keseluruhan 185 medali.
Capaian ini membuat posisi Indonesia semakin aman di peringkat kedua klasemen sementara.
Sebaliknya, Vietnam justru mulai tertinggal. Hingga Senin malam, mereka baru mengumpulkan 40 emas, 46 perak, dan 69 perunggu, sehingga jarak dengan Indonesia kian melebar.
Thailand masih kokoh di puncak dengan 143 emas, 89 perak, dan 62 perunggu atau total 294 medali. Indonesia menyusul di posisi kedua dengan 52 emas, 65 perak, dan 68 perunggu (185 medali).
Vietnam berada di urutan ketiga dengan 40 emas, 46 perak, dan 69 perunggu (155 medali).
Singapura menduduki posisi keempat dengan 34 emas, 32 perak, dan 41 perunggu, disusul Malaysia, Filipina, Myanmar, Laos, Brunei Darussalam, dan Timor Leste.
Dengan tren positif ini, peluang Indonesia untuk terus menambah emas masih terbuka lebar, sekaligus menjaga tekanan kepada tuan rumah Thailand di puncak klasemen.
Jika konsistensi terjaga, bukan mustahil persaingan menuju akhir SEA Games 2025 akan semakin panas.