- Final voli putri SEA Games 2025 antara Vietnam dan Thailand berakhir kontroversi akibat keputusan wasit yang merugikan Vietnam.
- Federasi Bola Voli Thailand dan wasit meminta maaf kepada tim Vietnam atas keputusan garis yang dinilai tidak konsisten dalam laga tersebut.
- Kekecewaan tim Vietnam diperkuat oleh pelatih yang menyoroti kerugian serupa pada cabang olahraga lain saat bertanding di kandang lawan.
Suara.com - Final bola voli putri SEA Games 2025 antara Vietnam dan Thailand menyisakan kontroversi besar, setidaknya untuk tim voli Vietnam.
Tak lama setelah pertandingan berakhir, tim wasit bersama perwakilan Federasi Bola Voli Thailand secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada tim voli putri Vietnam atas sejumlah keputusan yang memicu perdebatan dan dianggap merugikan pihak tamu.
Menurut laporan VTC News, Wakil Presiden Federasi Bola Voli Thailand bersama jajaran wasit menemui tim Vietnam sesaat setelah laga final.
Permohonan maaf ini disampaikan menyusul gelombang kritik dari publik terkait sejumlah keputusan garis (line judge) dan hakim garis yang dinilai tidak konsisten, khususnya dalam momen-momen krusial pertandingan.
Kontroversi mencuat sejak set-set awal pertandingan. Beberapa kali Vietnam mengajukan challenge atas keputusan bola masuk atau keluar, namun hasil peninjauan video kerap menguntungkan tuan rumah Thailand.
Situasi paling panas terjadi pada poin terakhir yang memastikan medali emas bagi Thailand.
Bagi pendukung Vietnam, bola tersebut keluar lapangan, namun wasit tetap mengesahkan poin untuk Thailand.
Kekecewaan tim Vietnam pun tak terbendung. Sejumlah pemain terlihat menangis di lapangan usai laga, menyadari peluang emas yang sirna dengan cara yang dianggap tidak adil.
Sementara itu, di tribun penonton suporter menyuarakan protes dan menuntut keadilan, tidak hanya untuk cabang voli, tetapi juga untuk cabang olahraga lain yang dinilai kerap menguntungkan atlet Thailand.
Baca Juga: Jadwal dan Link Streaming Timnas Voli Indonesia vs Vietnam di Semifinal SEA Games 2025
Pelatih tim voli putri Vietnam, Nguyen Tuan Kiet, menyampaikan kekecewaannya. Ia mengakui timnya memiliki peluang untuk menang, tetapi sejumlah situasi objektif di luar kendali pemain membuat hasil akhir terasa sangat menyakitkan.
“Bukan hanya voli, hampir semua cabang olahraga Vietnam sering menghadapi kerugian saat bermain tandang. Keputusan bola dalam pertandingan ini sangat kejam bagi usaha para pemain kami,” ujar Kiet.
Secara teknis, final voli putri SEA Games 2025 berjalan sangat ketat dan menghibur.
Meski tidak diperkuat bintang utama Nguyen Thi Bich Tuyen, Vietnam tetap mampu mengimbangi Thailand hingga set kelima.
Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi, reli panjang, dan jual beli serangan yang membuat penonton terpaku hingga poin terakhir.
Kontributor: Azka Putra