Menyedihkan! Timnas Basket Putri Indonesia Gagal ke Final SEA Games 2025

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 18 Desember 2025 | 16:13 WIB
Menyedihkan! Timnas Basket Putri Indonesia Gagal ke Final SEA Games 2025
Basket putri Indonesia (Antara)
  • Indonesia gagal ke final basket SEA Games 2025 usai dikalahkan Filipina skor 55-66.

  • Akurasi tembakan tiga angka yang buruk menjadi penyebab utama kegagalan Tim Garuda Pertiwi.

  • Tim nasional basket putri Indonesia akan berjuang memperebutkan medali perunggu di laga berikutnya.

Suara.com - Ambisi besar skuad bola basket putri Indonesia untuk kembali merajai kawasan Asia Tenggara, SEA Games 2025 harus terhenti.

Langkah pasukan Garuda Pertiwi terganjal di babak semifinal SEA Games 2025 setelah mengakui keunggulan Filipina.

Pertandingan sengit yang digelar di Stadion Nimibutr, Bangkok, berakhir dengan skor cukup telak yakni 55-66.

Kekalahan pada hari Kamis ini memastikan Indonesia tidak mampu mengulang kesuksesan meraih medali emas sebelumnya.

Kini fokus utama tim asuhan pelatih nasional beralih sepenuhnya untuk memperebutkan posisi ketiga atau perunggu.

Dewa Ayu Made Srirartha Kusuma beserta rekan setimnya tampak kesulitan membendung skema serangan balik Filipina.

Sejak awal laga, dominasi lawan sudah terlihat jelas melalui tekanan fisik yang sangat intens di area pertahanan.

Tim Indonesia harus merelakan status sebagai juara bertahan yang mereka dapatkan pada edisi Kamboja 2023 lalu.

Meskipun kalah, semangat juang para atlet putri ini tetap terlihat hingga detik terakhir bunyi sirine pertandingan.

Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi besar bagi manajemen tim basket nasional untuk kompetisi internasional mendatang.

Awal jalannya pertandingan di kuarter pertama menunjukkan ketimpangan skor yang cukup jauh bagi kedua tim.

Indonesia langsung tertinggal dengan defisit 14 angka akibat rentetan poin beruntun yang dilesakkan oleh Filipina.

Papan skor menunjukkan angka 16-30 saat kuarter pembuka ini berakhir untuk keunggulan tim lawan yang dominan.

Memasuki kuarter kedua, grafik permainan Garuda Pertiwi mulai menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dan teratur.

Ayu dan kawan-kawan berhasil memangkas jarak skor dengan pertahanan yang lebih solid dan komunikasi yang baik.

Pada kuarter kedua tersebut, Indonesia tampil lebih produktif dengan mengemas 19 angka tambahan ke kantong poin.

Hebatnya lagi, barisan pertahanan Merah Putih sukses meredam agresivitas Filipina hingga mereka hanya mencetak 13 poin.

Saat memasuki waktu turun minum, selisih angka menipis menjadi 35-43 yang memberi harapan bagi pendukung Indonesia.

Sayangnya momentum kebangkitan tersebut tidak dapat dipertahankan secara konsisten saat memasuki babak kedua pertandingan itu.

Kedua tim menunjukkan duel fisik yang sangat keras sehingga perolehan angka menjadi sangat seret bagi keduanya.

Efisiensi serangan menjadi kendala utama Indonesia dalam upaya mengejar ketertinggalan di sisa waktu yang tersedia.

Data statistik menunjukkan bahwa tim putri kita hanya mencatatkan akurasi tembakan tiga angka sebesar 9,1 persen.

Dari total 22 kali percobaan tembakan jarak jauh, hanya dua bola saja yang berhasil masuk ring.

Selain buruknya akurasi tembakan, tim Indonesia juga sering melakukan kesalahan koordinasi yang berujung pada kerugian besar.

Tercatat ada 27 kali turnover atau kehilangan bola yang dilakukan oleh para pemain Indonesia sepanjang laga.

Adelaide Callista Wongsoharjo menjadi motor serangan utama dengan sumbangan 18 poin untuk tim nasional Indonesia.

Namun performa gemilangnya sedikit ternoda karena dirinya mencatatkan kesalahan individu atau turnover sebanyak 10 kali.

Pemain lain yang tampil menonjol adalah Faizzatus Shoimah yang sukses menyumbangkan 13 angka bagi skuad Garuda.

Secara mengejutkan, Indonesia sebenarnya sangat mendominasi dalam urusan bola pantul atau rebound di bawah ring.

Total 59 rebound diamankan oleh pemain Indonesia, jauh mengungguli Filipina yang hanya mengoleksi 35 rebound saja.

Kelemahan dalam penyelesaian akhir membuat keunggulan jumlah rebound tersebut gagal dikonversi menjadi poin-poin yang krusial.

Pada kuarter keempat, kedua tim sama-sama mencetak 11 poin yang menandakan ketatnya penjagaan di area kunci.

Kekalahan 55-66 ini memaksa Indonesia mengubur mimpi meraih medali emas secara beruntun di ajang dua tahunan.

Timnas Basket Putri Indonesia kini harus mempersiapkan mental untuk menghadapi laga perebutan medali perunggu selanjutnya.

Dukungan masyarakat tetap diharapkan agar para srikandi basket ini pulang ke tanah air membawa medali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekap Medali Cabor Triathlon Indonesia SEA Games 2025

Rekap Medali Cabor Triathlon Indonesia SEA Games 2025

Sport | Kamis, 18 Desember 2025 | 15:36 WIB

Menyala! Perahu Naga Indonesia Sabet Medali Emas SEA Games 2025

Menyala! Perahu Naga Indonesia Sabet Medali Emas SEA Games 2025

Sport | Kamis, 18 Desember 2025 | 15:02 WIB

Triathlon Sukses Persembahkan Medali Emas ke-76 untuk Indonesia

Triathlon Sukses Persembahkan Medali Emas ke-76 untuk Indonesia

Sport | Kamis, 18 Desember 2025 | 13:43 WIB

Terkini

Insiden Terpeleset di Sydney Berbuntut Panjang, Tim Fisio Ungkap Kondisi Anthony Ginting

Insiden Terpeleset di Sydney Berbuntut Panjang, Tim Fisio Ungkap Kondisi Anthony Ginting

Sport | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:15 WIB

Klasemen Moto3 Junior 2026: Kiandra Ramadhipa Tempel Puncak usai Menang di Estoril

Klasemen Moto3 Junior 2026: Kiandra Ramadhipa Tempel Puncak usai Menang di Estoril

Sport | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:24 WIB

Daftar 12 Wakil Indonesia di Macau Open 2026, Ubed dan Anthony Ginting Absen

Daftar 12 Wakil Indonesia di Macau Open 2026, Ubed dan Anthony Ginting Absen

Sport | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:10 WIB

Kondisi Kesehatan, PBSI Tarik Anthony Ginting dan Ubed dari Macau Open 2026

Kondisi Kesehatan, PBSI Tarik Anthony Ginting dan Ubed dari Macau Open 2026

Sport | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:51 WIB

Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung

Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung

Sport | Senin, 15 Juni 2026 | 23:20 WIB

NOC Indonesia Umumkan CdM Indonesia untuk Asian Games 2026

NOC Indonesia Umumkan CdM Indonesia untuk Asian Games 2026

Sport | Senin, 15 Juni 2026 | 10:14 WIB

Kiandra Ramadhipa Ukir Sejarah, Raih Kemenangan Perdana di Moto3 Junior World Championship 2026

Kiandra Ramadhipa Ukir Sejarah, Raih Kemenangan Perdana di Moto3 Junior World Championship 2026

Sport | Senin, 15 Juni 2026 | 07:30 WIB

Akhiri Dominasi ONIC, BTR Berhasil Juarai MPL Indonesia Season 17

Akhiri Dominasi ONIC, BTR Berhasil Juarai MPL Indonesia Season 17

Sport | Senin, 15 Juni 2026 | 07:20 WIB

Alwi Farhan Merasa Lega Berhasil Juara Australian Open 2026

Alwi Farhan Merasa Lega Berhasil Juara Australian Open 2026

Sport | Senin, 15 Juni 2026 | 07:14 WIB

Akui Keunggulan Ganda China, Sabar/Reza Harus Puas Finis Runner-up Australian Open 2026

Akui Keunggulan Ganda China, Sabar/Reza Harus Puas Finis Runner-up Australian Open 2026

Sport | Senin, 15 Juni 2026 | 07:10 WIB