- Tiga debutan angkat berat Indonesia, Eliana, Hilman, dan M Mabruk Arib Dzaky, sukses meraih medali emas di ASEAN Para Games 2025.
- Eliana (kelas 41kg putri), Hilman (kelas 54kg putra), dan Dzaky (kelas 59kg putra) menunjukkan hasil regenerasi tim Indonesia.
- Selain tiga emas, Indonesia juga menambah dua perak melalui Ni Nengah Widiasih dan Abdul Hadi di ajang tersebut.
Suara.com - Keputusan tim para angkat berat Indonesia untuk mempromosikan para lifter muda sebagai bagian dari regenerasi akhirnya membuahkan hasil di ASEAN Para Games 2025.
Tiga lifter yang berstatus debutan di multievent olahraga disabilitas Asia Tenggara ini sukses meraih medali emas. Ketiga lifter tersebut adalah Eliana dari Jawa Tengah, Hilman dari Jawa Barat dan M Mabruk Arib Dzaky dari Kalimantan Barat.
Eliana membuka gebrakan dari generasi baru lifter Indonesia pada pertandingan hari pertama, Rabu (21/1/2026). Eliana yang tampil di kelas 41 kilogram putri mencatatkan angkatan terbaik 78 kilogram.
Eliana mengungguli lifter asal Filipina, Marydol Pamatian, dengan angkatan terbaik 77 kilogram dan lifter asal Laos, Latsami Sipaseuth dengan angkatan terbaik 70 kilogram.
Keberhasilan Elina kemudian dilanjutkan oleh Hilman yang merebut medali emas di kelas 54 kilogram putra. Angkatan 167 kilogram pada kesempatan pertama sudah cukup untuk membuat Hilman menjadi yang terbaik.
Hilman mengalahkan Nguyen Binh An dari Vietnam dengan angkatan selisih tipis, yakni 165 kilogram. Peringkat ketiga juga ditempati wakil Vietnam, Phung Huynh Ngoc dengan angkatan 143 kilogram.
Mabruk Arib Dzaky pun kemudian melengkapi kesuksesan para pendatang baru. Sosok pembawa bendera Merah Putih saat defile upacara pembukaan ASEAN Para Games 2025 ini meraih medali emas di kelas 59 kilogram putra.
Dzaky unggul telak dari lawan-lawannya sejak awal pertandingan. Ia mencatatkan angkatan pertama seberat 157 kilogram. Kemudian pada angkatan kedua, Dzaky sukses mengangkat beban 161 kilogram.
Dzaky pada akhirnya menegaskan keperkasaanya di kelas 59 kilogram putra ini. Ia berhasil mengangkat beban 163 kilogram pada angkatan terakhir.
Baca Juga: Indonesia Disambut Meriah di Upacara Pembukaan ASEAN Para Games 2025, Ini Respon Erick Thohir
Dzaky unggul jauh dari pesaing terdekatnya, Jules Empizo dari Filipina yang membuat angkatan terbaik seberat 147 kilogram. Upaya Jules mendekati Dzaky dengan beban 162 kilogram pada kesempatan ketiga gagal terangkat.
Keberhasilan trio debutan meraih medali emas diapresiasi pelatih para angkat berat Indonesia, Coni Ruswanta. Hilman, Eliana dan Dzaky memberi bukti bahwa mereka layak jadi andalan Indonesia di ASEAN Para Games 2025.
"Walaupun anak-anak baru tetapi mentalitasnya bagus. Seperti Eliana kemarin mentalnya bagus. Dengan statusnya sebagai debutan, musuhnya termasuk kategori Paralympic, kita main mengalir saja. Mereka maunya apa, kita turutin saja," kata Coni Ruswanta saat ditemui di Convention Hall Center Point Hotel, Nakhon Ratchashima, Kamis (22/1/2026).
Kesuksesan meraih medali emas disyukuri Hilman. Sebenarnya, Hilman berangkat ke Thailand hanya dibebani target raihan medali perak, namun berhasil membawa pulang medali emas.
"Alhamdulillah pertandingan lancar, aman. Awalnya sih ada perasaan deg-degan. Tetapi ya yakin ajalah, bismillah," ucap Hilman.
"Medali emas ini saya persembahkan untuk Indonesia. Ini emas yang pertama saya ikut APG Thailand 2025," imbuhnya.