- Kontingen Indonesia meraih total 392 medali (135 emas) pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand, melampaui target.
- Capaian tersebut mengantarkan Indonesia menempati peringkat kedua klasemen akhir, tepat di bawah tuan rumah Thailand.
- Atletik dan Renang menjadi tulang punggung perolehan medali signifikan, dengan beberapa atlet memecahkan rekor ASEAN dan Asia.
Prestasi Individu dan Rekor Membanggakan
Pada level individu, Reda Manthovani menyoroti penampilan gemilang sejumlah atlet nasional. Di cabang Para Renang, Jendi Pangabean tampil sebagai atlet tersukses dengan raihan tujuh medali emas, menjadikannya peraih emas terbanyak di ASEAN Para Games 2025.
Sementara itu, Siti Aisyah, atlet termuda kontingen Indonesia yang baru berusia 15 tahun, sukses mencuri perhatian dengan torehan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu, sekaligus mencatatkan dua rekor ASEAN Para Games.
Secara keseluruhan, atlet Indonesia berhasil menorehkan 25 rekor ASEAN Para Games dari berbagai cabang olahraga. Bahkan, satu rekor Asia turut dipecahkan oleh Hellin Wardina di cabang Para Atletik.
Usai keberhasilan di Thailand, Reda Manthovani menegaskan komitmennya untuk terus mendukung persiapan atlet menuju ajang yang lebih besar, yakni Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang.
Ia berharap, hasil gemilang di ASEAN Para Games 2025 dapat menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian dan dukungan seluruh pihak terhadap olahraga penyandang disabilitas di Indonesia.
“Atlet-atlet ini telah membuktikan bahwa dengan pembinaan yang tepat dan dukungan yang berkelanjutan, Indonesia mampu bersaing dan berprestasi di level yang lebih tinggi,” tutupnya.