- Jakarta Electric PLN menaklukkan juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro 3-2 pada laga final four Proliga 2026 di Surabaya.
- Kemenangan ini diraih berkat performa impresif Neriman Ozsoy yang mencetak 28 poin serta solidnya kontribusi pemain lokal tim.
- Hasil pertandingan tersebut menjadi modal penting bagi Jakarta Electric PLN dalam upaya melangkah menuju babak grand final.
Suara.com - Tim putri Jakarta Electric PLN Mobile meraih kemenangan penting usai menaklukkan juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro dengan skor 3-2 (15-25, 25-22, 25-23, 21-25, 15-11) pada laga pertama final four Proliga 2026 di Jawa Pos Arena, Surabaya, Kamis (2/4/2026) malam.
Hasil ini menjadi modal berharga bagi Electric PLN Mobile dalam upaya menembus grand final musim ini.
Penampilan impresif ditunjukkan Neriman Ozsoy yang menjadi motor serangan dengan torehan 28 poin. Ia mendapat dukungan dari Kara Bajema yang menyumbang 25 poin serta Ersandrina Devega dengan tambahan 11 angka.
Ofisial tim Electric PLN Mobile, Tibparat Kaewsai, mengakui lawannya merupakan tim kuat dengan komposisi pemain berkualitas.
"Mereka sebenarnya diperkuat tiga pemain asing, yakni (Irina) Voronkova, Wilma Salas, dan Megawati, tetapi kami punya cara untuk meredam serangan mereka," kata Tibparat.
Ia juga menilai pemain Timnas Indonesia, Megawati Hangestri, memiliki kualitas setara pemain asing.
Menurutnya, kemenangan tim tidak hanya bergantung pada pemain asing, tetapi juga kontribusi pemain lokal yang tampil solid serta minim kesalahan.
Electric PLN sempat tertinggal pada set pertama, namun mampu bangkit di set kedua dengan memperbaiki pertahanan, khususnya dalam melakukan blok terhadap serangan Irina Voronkova dan Wilma Salas.
Momentum berlanjut di set ketiga ketika mereka berhasil membalikkan keadaan dari ketertinggalan menjadi kemenangan 25-23.
Tim asuhan Bulent Karslioglu sempat menyamakan kedudukan setelah menang 25-21 di set keempat melalui permainan agresif trio Voronkova, Salas, dan Megawati.
Namun pada set penentuan, Electric PLN tampil lebih dominan sejak awal dan menjaga keunggulan hingga menutup laga dengan skor 15-11.
Bulent mengakui timnya melakukan banyak kesalahan yang berpengaruh besar terhadap hasil akhir.
"Kami banyak melakukan kesalahan, bahkan ada delapan kesalahan dilakukan pemain dalam satu set. Dalam pertandingan penting seperti final four ini, sedapat mungkin tidak banyak melakukan kesalahan kalau ingin menang," katanya.
Ia juga menyoroti kondisi Voronkova yang baru bergabung beberapa jam sebelum pertandingan dan masih membutuhkan adaptasi setelah menjalani jadwal padat di Liga Voli China.
Meski demikian, Voronkova tetap tampil tajam dengan mencetak 33 poin, diikuti Megawati dan Salas yang masing-masing menyumbang 22 angka.