- Ditjen Imigrasi membentuk tim khusus untuk mempermudah layanan administrasi atlet asing yang berkegiatan di Indonesia.
- Imigrasi menyediakan jalur cepat dan sistem berbasis aplikasi guna meningkatkan kenyamanan serta performa atlet internasional.
- Kebijakan ini bertujuan memperkuat ekosistem olahraga nasional sekaligus mendongkrak dampak ekonomi melalui ajang olahraga internasional.
Suara.com - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendukung perkembangan ekosistem olahraga nasional. Salah satunya melalui penyediaan layanan yang lebih mudah bagi atlet dan pelaku olahraga asal luar negeri yang beraktivitas di Indonesia.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari peran imigrasi sebagai fasilitator, tidak hanya dalam pengawasan, tetapi juga dalam mendorong sektor potensial, termasuk olahraga.
"Kami akan membentuk tim khusus yang menangani sektor olahraga, dengan begitu para atlet akan lebih mudah dalam proses administrasi," kata dia seusai menonton pertandingan IBL All-Star 2026 di Bandung Arena, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/4) malam.
![Ilustrasi laga Rajawali Medan melawan Pelita Jaya Jakarta. [ANTARA FOTO/Yudi Manar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/11/56681-ibl-2026.jpg)
Ia menjelaskan, pembentukan tim tersebut bertujuan memberikan kemudahan layanan keimigrasian bagi atlet asing yang datang ke Indonesia, baik untuk mengikuti kompetisi maupun terlibat dalam kegiatan olahraga lainnya.
Menurutnya, perkembangan konsep sportainment turut meningkatkan mobilitas atlet dan pelaku industri olahraga lintas negara. Karena itu, diperlukan sistem pelayanan yang lebih adaptif dan efisien.
Sebagai langkah konkret, Imigrasi akan menyediakan jalur khusus atau fast track bagi atlet, sehingga tidak perlu mengantre di pintu pemeriksaan dokumen di bandara.
Selain itu, proses administrasi juga akan dibuat lebih sederhana melalui sistem berbasis aplikasi guna menghindari pemeriksaan berulang.
Hendarsam menilai kemudahan tersebut penting untuk menjaga kenyamanan atlet. Antrean panjang dinilai berpotensi memengaruhi suasana hati yang berdampak pada performa mereka di lapangan. Kondisi itu pada akhirnya bisa merugikan klub yang dibela, seperti di Indonesian Basketball League maupun kompetisi lainnya.
Ia menambahkan, kehadiran atlet asing tidak hanya meningkatkan kualitas kompetisi, tetapi juga berperan sebagai duta yang membawa citra Indonesia ke tingkat internasional.
Dalam pelaksanaannya, Imigrasi tetap mengedepankan fungsi pengawasan, khususnya terhadap warga negara asing yang bekerja di Indonesia.
Namun, pendekatan yang dilakukan lebih mengarah pada pembinaan dan pencegahan, termasuk melalui edukasi.
Ke depan, Ditjen Imigrasi berharap kebijakan ini dapat memperkuat ekosistem olahraga nasional sekaligus memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi melalui berbagai ajang olahraga internasional yang digelar di Indonesia.
(Antara)