- Tim bulu tangkis Indonesia mulai menjalani sesi latihan resmi di Forum Horsens, Denmark, untuk menghadapi Piala Thomas dan Uber 2026.
- Para atlet melakukan adaptasi teknis terkait laju shuttlecock yang cepat serta pencahayaan stabil di dalam arena yang berkapasitas 4.000 penonton.
- Pemain optimis bahwa atmosfer intim di venue tersebut dapat membakar semangat juang tim untuk meraih gelar juara seperti tahun 2021.
Suara.com - Tim bulu tangkis Indonesia mulai menjajal Forum Horsens di Denmark dengan optimisme tinggi bahwa ukuran venue yang minimalis justru akan menguntungkan perjuangan mereka di Piala Thomas dan Uber 2026.
Anthony Sinisuka Ginting dan kolega berharap atmosfer intim di arena berkapasitas 4.000 penonton ini menjadi tuah tersendiri untuk mengulangi sejarah manis saat merengkuh gelar juara di tanah Eropa beberapa tahun silam.
Meski hanya mendapatkan jatah latihan singkat, para penggawa Merah Putih mencoba memahami karakteristik lapangan mulai dari laju shuttlecock yang kencang hingga pencahayaan yang dianggap lebih stabil dibanding arena besar di Asia.
Atmosfer Intim Bakar Semangat Juang
![Tim Indonesia Berharap Tuah Venue Kecil di Piala Thomas dan Uber 2026. [Dok. PBSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/23/92992-febriana-dwipuji-kusumameilysa-trias-puspitasari.jpg)
Forum Horsens di kota Horsens, Denmark, tempat diselenggarakannya Piala Thomas & Uber 2026 mulai membuka sesi latihan resmi pada Rabu (22/4/2026).
Tim Indonesia pun mendapat kesempatan menjajal lapangan selama 60 menit di lapangan tiga dan 30 menit di lapangan dua.
Waktu yang tidak terlalu lama tersebut tetap dimaksimalkan secara penuh oleh para pemain untuk beradaptasi dengan kondisi teknis di arena pertandingan.
Secara total, jumlah lapangan di arena utama pertandingan ini memang hanya berjumlah tiga buah.
Kapasitas penonton pun tergolong minim untuk ukuran turnamen tingkat dunia, yakni hanya mampu menampung maksimal 4.000 penonton.
Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum menilai keterbatasan ukuran arena ini justru bisa membawa keuntungan tersendiri bagi wakil Merah Putih.
"Arenanya kecil tapi ini bisa membuat dukungan dari suporter bisa lebih terdengar. Bisa lebih membakar semangat," ungkap Rachel Allessya Rose optimistis.
Adaptasi Teknis dan Debut Febi Setianingrum
Pasangan ganda putri ini mengakui bahwa mereka harus ekstra fokus karena kondisi shuttlecock yang dirasakan bergerak cukup cepat.
"Hari ini coba lapangannya hanya sebentar, kami dapat 20 menit dan lebih memperhatikan kondisi lapangan seperti apa. Bolanya agak kencang, ini yang harus disesuaikan," ucap Rachel Allessya Rose.
Febi Setianingrum yang akan menjalani debutnya di ajang beregu paling bergengsi ini mengaku merasa sangat antusias meski ada sedikit ketegangan.
"Senang dan excited bisa gabung di tim Uber. Pasti ada tegang karena ini debut saya tapi kekompakan tim membuat saya lebih yakin," terang Febi Setianingrum.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi visual di lapangan cukup nyaman bagi para pemain yang bertanding.
"Dari lapangan normal saja, tidak silau dan angin juga tidak terlalu ada," sambung Febi Setianingrum.
Nostalgia Anthony Ginting di Daratan Eropa
![Anthony Sinisuka Ginting berhasil lolos ke babak utama Indonesia Masters 2026 setelah mengalahkan Kantaphon Wangcharoen dengan skor telak 21-12, 21-7. [Dok. PBSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/20/48640-anthony-sinisuka-ginting.jpg)
Sementara itu, tunggal putra andalan Anthony Sinisuka Ginting mengaku sudah tidak memiliki masalah berarti dengan kondisi Forum Horsens.
Bagi Ginting, bermain di gedung olahraga yang tidak terlalu luas di Eropa justru memberikan rasa nyaman tersendiri karena faktor teknis yang lebih terkendali.
"Sejauh ini sih ok saja semua, tadi juga latihan dapat ritmenya meskipun hanya sedikit waktu," sahut Anthony Sinisuka Ginting.
Ia mengingat kembali pengalamannya saat berlaga di Piala Sudirman serta Piala Thomas & Uber 2021 yang juga digelar di daratan Eropa.
"Karena waktu 2021 juga Sudirman dan Thomas Uber, arenanya tidak begitu besar. Tidak seperti kalau turnamen-turnamen di Asia jadi ya ok saja semua," pungkas Anthony Sinisuka Ginting.
Memori Juara Piala Thomas 2020
Indonesia datang ke Denmark dengan status sebagai salah satu kandidat kuat peraih gelar juara, dibayangi memori kolektif keberhasilan pada edisi 2020 (yang digelar 2021).
Pada 17 Oktober 2021 di Aarhus, Denmark, tim putra Indonesia sukses menghapus dahaga gelar juara selama 19 tahun setelah menumbangkan China dengan skor telak 3-0.
Kala itu, Anthony Sinisuka Ginting menyumbangkan poin pertama yang menjadi pembuka jalan bagi kemenangan bersejarah skuad Merah Putih.
Meskipun tim Uber Indonesia saat itu terhenti di babak perempat final, ambisi untuk mengawinkan gelar pada edisi 2026 di Forum Horsens kini menjadi target utama PBSI.