- Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani sukses memenangkan debut Piala Thomas 2026 di Forum Horsens, Denmark.
- Pasangan Indonesia mengalahkan wakil Thailand dua gim langsung untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dalam laga Grup D.
- Taktik bermain agresif menjadi kunci kemenangan meskipun mereka sempat kehilangan fokus saat memimpin di gim kedua pertandingan.
Suara.com - Ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, sukses menjalani debut di Piala Thomas 2026. Mereka menyumbang poin penting untuk menyamakan kedudukan Indonesia menjadi 1-1 melawan Thailand.
Sabar/Reza mengalahkan Chaloempoen Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-nga dua gim langsung, 21-17 dan 21-18, di Forum Horsens, Denmark, Minggu (26/4/2026).
Bangkit di Tengah Tekanan
Sabar/Reza tampil dalam tekanan setelah Indonesia tertinggal 0-1. Pada partai pertama, Jonatan Christie kalah dari Kunlavut Vitidsarn dalam tiga gim.
"Pastinya senang banget bisa main pertama kali di Thomas Cup. Ada tekanan karena tim sedang tertinggal," kata Sabar.
"Tapi alhamdulillah kami bisa mengamankan poin dan semoga menambah kepercayaan diri teman-teman untuk membawa Indonesia menang."
Kemenangan ini sekaligus menjaga asa Merah Putih dalam laga pembuka Grup D.
Taktik Agresif Jadi Kunci
![Sabar Karyaman Gutama/Reza Pahlevi menang pada debut Thomas Cup 2026 usai mengalahkan ganda Thailand 21-17, 21-18 dan menyamakan skor Indonesia menjadi 1-1. [Dok. PBSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/26/50282-sabar-karyaman-gutamareza-pahlevi.jpg)
Sabar/Reza sempat bermain hati-hati pada awal gim pertama. Namun, mereka perlahan mengambil kendali permainan dan unggul 15-13 sebelum menutup gim dengan skor 21-17.
Reza mengungkapkan, kondisi shuttlecock yang cepat membuat pelatih meminta mereka tampil menyerang sejak awal.
"Dengan kondisi shuttlecock yang kencang, pelatih terus menginstruksikan kami untuk menyerang dan tidak kendur," ujar Reza.
Strategi itu kembali efektif di gim kedua. Sabar/Reza bahkan sempat memimpin jauh 17-10.
Fokus Jadi Evaluasi
Meski sempat unggul nyaman, pasangan Indonesia kehilangan konsentrasi sehingga lawan mampu memangkas jarak. Beruntung, Sabar/Reza tetap mampu menuntaskan pertandingan 21-18.
"Setelah unggul jauh, kami sempat lengah dan mereka bisa mengejar. Ini jadi evaluasi agar tidak terulang lagi," kata Sabar.