- Kemendikdasmen bekerja sama dengan DBL Indonesia meluncurkan program DBL Super Teacher guna meningkatkan kapasitas guru pendamping olahraga sekolah.
- Program ini memberikan kesempatan pelatihan intensif serta peluang belajar ke luar negeri bagi guru terpilih di seluruh Indonesia.
- Kolaborasi ini bertujuan memperkuat manajemen talenta pelajar serta mengembangkan asesmen kebugaran sekolah berbasis ilmu keolahragaan yang lebih profesional.
Suara.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggandeng DBL Indonesia untuk meningkatkan kapasitas guru pendamping olahraga sekolah melalui program DBL Super Teacher.
Program berskala nasional ini membuka peluang bagi para guru di seluruh Indonesia untuk mengembangkan kemampuan hingga mendapatkan pengalaman belajar ke luar negeri.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, bersama CEO DBL Indonesia, Azrul Ananda, meyakini kolaborasi tersebut dapat menjadi fondasi baru dalam pengembangan manajemen talenta pelajar Indonesia.
Apresiasi untuk Guru Pendamping Olahraga
![Kemendikdasmen dan DBL Indonesia meluncurkan DBL Super Teacher, program pengembangan guru olahraga dengan peluang pelatihan hingga luar negeri. [Dok. DBL]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/08/35175-abdul-muti.jpg)
Komitmen peningkatan kapasitas pendidik ditegaskan Abdul Mu'ti saat menerima audiensi jajaran DBL Indonesia di kantor Kemendikdasmen, Rabu (6/5/2026).
“Program ini penting untuk peningkatan kualitas dan kapasitas guru,” ujar Abdul Mu’ti.
Program DBL Super Teacher sebelumnya diperkenalkan pada penutupan DBL Camp 2026 di Mall Kota Kasablanka, Minggu (3/5/2026).
Program ini lahir dari apresiasi terhadap dedikasi guru yang selama ini menjadi bagian penting dalam perkembangan student-athlete di Indonesia. Sejak 2004, kompetisi basket pelajar DBL mewajibkan setiap tim sekolah didampingi guru pembina.
Azrul Ananda menilai peran guru tidak hanya sebatas pendamping administratif, tetapi juga menjadi motivator dan penopang mental siswa di lapangan.
“Peran guru sangat penting dalam perjalanan DBL. Tanpa guru-guru di sekolah, program pelajar atlet kami tidak akan bisa seperti sekarang. Kini saatnya kami ikut mewujudkan mimpi para guru yang selama ini mendampingi mereka,” kata Azrul.
Ia juga mengapresiasi para guru yang memahami pentingnya kegiatan non-akademik dalam membentuk disiplin dan sportivitas siswa.
“Itulah yang membuat mereka layak disebut Super Teacher,” lanjutnya.
Peluang Belajar hingga ke Luar Negeri
Program DBL Super Teacher terbuka gratis bagi guru di seluruh Indonesia. Peserta terpilih nantinya akan mengikuti pelatihan intensif dan berkesempatan belajar ke luar negeri dengan konsep serupa skuad All-Star DBL.
Audiensi tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat Kemendikdasmen, di antaranya Mariman Darto, Maria Veronica Irene Herdjiono, Rusprita Putri Utami, Arif Jamali, dan Asep Sukmayadi.