Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

Bangun Santoso | Novian Ardiansyah | Suara.com

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:14 WIB
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas
Ilustrasi siswa sekolah. [Antara/Herman Dewantoro]
  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti meluncurkan program SMK empat tahun bagi sekolah negeri dan swasta untuk meningkatkan kesiapan kerja lulusan.
  • Pemerintah bekerja sama dengan Kementerian P2MI akan memberangkatkan 3.000 lulusan SMK ke luar negeri melalui program SMK Go Global.
  • Program ini menerapkan kurikulum berbasis kebutuhan industri lokal, kemitraan strategis, serta pelatihan khusus sesuai standar perusahaan negara tujuan.

Suara.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan program SMK 4 tahun sudah mulai berjalan. Termasuk program SMK Go Global.

Diketahui program SMK 4 tahun bertujuan untuk menyiapkan lulusan SMK siap menghadapi dunia kerja, sekaligus sesuai dengan kebutuhan industri.

Sedangkan, SMK Go Global memberikan kesempatan lulusan SMK untuk bekerja di luar negeri. Program ini bekerja sama dengan Kementerian P2MI

"Sudah mulai jalan, sudah mulai jalan dan nanti minggu depan, tanggal 19 saya ke Surabaya launching untuk 3.000 pemberangkatan lulusan SMK yang siap ke luar negeri," kata Mu'ti di kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Mu'ti menegaskan program SMK 4 tahun tersebut berlaku untuk negeri dan swasta. Ia menyampaikan bahwa pemerintah tidak membedakan antara SMK swasta dan negeri.

"Karena semua sekolah, negeri maupun swasta mendidik anak-anak Indonesia. Semua. Jadi kita enggak membedakan negeri swasta," kata Mu'ti.

Mu'ti sekalihus menegaskan bahwa pelaksanan program SMK 4 tahun tidak bersifat wajib.

Ia menjelaskan ada dua model SMK 4 tahun. Pertama, SMK yang memang sejak awal dirancang memberikan pendidikan selama 4 tahun.

"Tapi ada yang misalnya dia mau selesai 3 tahun, sudah selesai. Kemudian ada lagi yang sudah selesai 3 tahun kemudian mau nambah 1 tahun. Nah, itu kita berikan skema-skema yang memungkinkan mereka untuk bisa belajar dan dengan kompetensinya bisa bekerja baik di dalam maupun di luar negeri," kata Mu'ti.

Adapun mengenai jurusan di SMK, diprioritaskan sesuai dengan kebutuhan industri di masing-masing wilayah. Ia menjelaskan ada tiga skema.

"Jadi sekarang kita dorong SMK yang dia memang dikembangkan berbasis keunggulan lokal. Jadi misalnya daerah-daerah yang penghasil kopi, kita dorong supaya ada SMK yang membuka program tentang perkopian. Berikutnya juga, misalnya yang kelautan, perikanan, itu nanti sejalan dengan kebutuhan nasional untuk swasembada," kata Mu'ti

Skema kedua, yakni link and match yang kini berganti istilah menjadi tailor made.

Mu'ti me jelaskan skema ini membuka kesempatan industri untuk bermitra dengan SMK sesuai keahlian yang dibutuhkan. Lulusan SMK terkait nantinya bisa bekerja langsung di perusahaan yang bermitra.

"Jadi semacam kontrak awal, sehingga standar pekerjaannya dan sebagainya sudah mengikuti standar industri itu. Kami sudah ada beberapa MoU dengan beberapa perusahaan," kata Mu'ti.

Sementara skema ketiga, keahlian atau jurusan di SMK disesuaikan dengan kebutuhan industri di negara tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siswa SMK Bukan Hanya Calon Tenaga Kerja, Tapi Juga Anak yang Perlu Dijaga

Siswa SMK Bukan Hanya Calon Tenaga Kerja, Tapi Juga Anak yang Perlu Dijaga

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:00 WIB

Polda Jambi Tahan Mantan Kadisdik Varial Adhi Putra Terkait Kasus Korupsi DAK SMK Rp21,8 Miliar!

Polda Jambi Tahan Mantan Kadisdik Varial Adhi Putra Terkait Kasus Korupsi DAK SMK Rp21,8 Miliar!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:43 WIB

Gubernur Pramono Anung Lepas 561 Alumni SMK Jakarta Bekerja ke Jerman hingga Jepang

Gubernur Pramono Anung Lepas 561 Alumni SMK Jakarta Bekerja ke Jerman hingga Jepang

News | Senin, 04 Mei 2026 | 11:04 WIB

Lulusan SMK Paling Banyak Nganggur, Pelatihan Vokasi Menjadi Penting

Lulusan SMK Paling Banyak Nganggur, Pelatihan Vokasi Menjadi Penting

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:14 WIB

103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diluncurkan

103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diluncurkan

Foto | Senin, 13 April 2026 | 18:54 WIB

Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota

Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota

Your Say | Kamis, 09 April 2026 | 15:22 WIB

Momen Siswa SMK 'Healing' ke Istana Kepresidenan, Intip Ruang Kerja Prabowo dan Belajar Aspirasi

Momen Siswa SMK 'Healing' ke Istana Kepresidenan, Intip Ruang Kerja Prabowo dan Belajar Aspirasi

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:19 WIB

Terkini

Gercep Bangun Mobil Transparan Request Prabowo, Pindad: Tunggu Tanggal Mainya

Gercep Bangun Mobil Transparan Request Prabowo, Pindad: Tunggu Tanggal Mainya

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:06 WIB

Terseret Kasus Korupsi, Noel Ebenezer Ngaku Menyesal Pernah Jadi Wamenaker

Terseret Kasus Korupsi, Noel Ebenezer Ngaku Menyesal Pernah Jadi Wamenaker

News | Senin, 18 Mei 2026 | 19:46 WIB

Mau Berangkat Haji, Menkeu Purbaya Ngaku Masih Sering Lupa Doa Meski Sudah Belajar

Mau Berangkat Haji, Menkeu Purbaya Ngaku Masih Sering Lupa Doa Meski Sudah Belajar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 19:29 WIB

DPR Dukung Pemerintah Desak PBB dan AS Segera Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel

DPR Dukung Pemerintah Desak PBB dan AS Segera Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 19:28 WIB

Tanya Dolar ke Menkeu, Prabowo-Purbaya Ngobrol soal Fondasi Ekonomi

Tanya Dolar ke Menkeu, Prabowo-Purbaya Ngobrol soal Fondasi Ekonomi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 19:21 WIB

Pramono Anung Jajal Naik Ring di Kolong Flyover Pasar Rebo

Pramono Anung Jajal Naik Ring di Kolong Flyover Pasar Rebo

News | Senin, 18 Mei 2026 | 19:06 WIB

Menteri PPPA Dorong Polisi Kejar Bukti Digital Kasus Eksploitasi Anak oleh WNA Jepang di Blok M

Menteri PPPA Dorong Polisi Kejar Bukti Digital Kasus Eksploitasi Anak oleh WNA Jepang di Blok M

News | Senin, 18 Mei 2026 | 19:00 WIB

Pramono Anung: Ring Tinju Redam Geng Jalanan Jakarta Timur, Saya Bangun Lagi di Kampung Melayu

Pramono Anung: Ring Tinju Redam Geng Jalanan Jakarta Timur, Saya Bangun Lagi di Kampung Melayu

News | Senin, 18 Mei 2026 | 18:56 WIB

Eks Kasat Narkoba Kutai Barat AKP Deky Dibekuk Bareskrim, Diduga Jadi Beking Bandar Sabu!

Eks Kasat Narkoba Kutai Barat AKP Deky Dibekuk Bareskrim, Diduga Jadi Beking Bandar Sabu!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 18:47 WIB

Sempat Ajukan Penundaan Pemeriksaan dalam Kasus Haji, Muhadjir Effendy Tiba-tiba Muncul di KPK

Sempat Ajukan Penundaan Pemeriksaan dalam Kasus Haji, Muhadjir Effendy Tiba-tiba Muncul di KPK

News | Senin, 18 Mei 2026 | 18:33 WIB