- Pebulu tangkis Gregoria Mariska Tunjung resmi mengundurkan diri dari pemusatan latihan nasional PBSI setelah 12 tahun berkarier.
- Keputusan tersebut diambil karena Gregoria masih menjalani pemulihan intensif akibat kondisi kesehatan vertigo parah sejak Maret 2025.
- Pihak PBSI menghormati keputusan atlet berusia 26 tahun tersebut serta mengapresiasi seluruh dedikasi dan kontribusinya bagi Indonesia.
Suara.com - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung memutuskan mundur dari pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia.
“Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya,” ujar Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian, dikutip dari keterangan resmi PBSI.

Keputusan pengunduran diri Gregoria juga telah dikomunikasikan dengan kepala pelatih tunggal putri utama Pelatnas PBSI, Imam Tohari.
Dalam surat pengunduran dirinya, Gregoria menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan pelatih PP PBSI atas kesempatan, pengalaman, serta kepercayaan yang diberikan selama 12 tahun menjadi bagian dari Pelatnas PBSI.
Pengunduran diri tersebut disebabkan kondisi kesehatan Gregoria yang masih dalam proses pemulihan dari vertigo yang dideritanya.
Hingga saat ini, pebulu tangkis berusia 26 tahun itu merasa belum pulih sepenuhnya dan belum memiliki kepercayaan diri untuk kembali bertanding.
Gregoria diketahui mengalami vertigo parah sejak Maret 2025. Kondisi tersebut membuatnya beberapa kali absen dari sejumlah turnamen penting.
PBSI pun menyampaikan apresiasi atas dedikasi Gregoria selama membela Indonesia di berbagai ajang internasional serta mendoakan agar peraih medali Olimpiade itu segera pulih dan meraih kesuksesan di masa depan.