- Kepala Pelatih Karel Mainaky mengapresiasi peningkatan performa atlet ganda putri Indonesia pada ajang Polytron Indonesia Open 2026.
- Pasangan muda Rachel/Febi mencatatkan prestasi membanggakan dengan menembus babak semifinal turnamen level BWF World Tour Super 1000.
- Keberhasilan ini didorong melalui metode latihan intensif dan penguatan mentalitas pemain yang diterapkan di Pelatnas Cipayung.
Selain Rachel/Febi, Indonesia juga menempatkan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi serta Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari di babak perempat final.
Fadia/Tiwi harus mengakui keunggulan pasangan Jepang, sedangkan Ana/Trias tersingkir setelah kalah dalam duel sesama wakil Indonesia melawan Rachel/Febi.
Rahasia Latihan Khusus dan Penguatan Pola Pikir
Peningkatan performa yang terjadi di lapangan ternyata berakar dari persiapan intens yang dilakukan Karel Mainaky di Pelatnas Cipayung.
Karel bahkan mengambil keputusan untuk tidak mendampingi tim ke tiga turnamen mancanegara demi memoles fisik dan mental pemain secara langsung.
"Persiapan ke turnamen ini memang lebih intens, saya sampai tidak berangkat ke Thailand, Malaysia dan Singapura. Selain latihan, saya juga bentuk pola pikir mereka," ungkap Karel.
Ia menerapkan metode latihan yang sangat spesifik dan dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing pemain.
Pendekatan ini mencakup pemberian porsi latihan tambahan pada jam-jam tertentu untuk menguji ketahanan fisik para pemain.
"Tiga pasangan ini memang programnya berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Selain program latihan umum, ada latihan tambahan terpisah."
"Misalnya Rachel/Febi yang paling muda, saya kasih latihan pagi, lanjut ke Fadia/Tiwi dan Ana/Trias paling siang karena di poin akhir masih sering menurun, jadi saya kasih tambahan di sesi terakhir saat mereka capek," pungkas Karel.
Ganda putri Indonesia sempat mengalami masa paceklik prestasi dan kesulitan bersaing di level atas dalam beberapa musim terakhir.
Indonesia Open 2026 menjadi titik balik penting ketika para pemain muda mulai menunjukkan kepercayaan diri untuk bersaing melawan pasangan-pasangan peringkat atas dunia.