Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung

M Nurhadi

Senin, 15 Juni 2026 | 23:20 WIB
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
Ilustrasi atlet Indonesia
baca 10 detik
  • Wide Putra Ananda mengkaji urgensi penguatan regulasi hukum bagi atlet Indonesia agar diakui sebagai pekerja profesional yang terlindungi.
  • Ketiadaan payung hukum spesifik saat ini menyebabkan atlet rentan menghadapi persoalan kontrak kerja, jaminan sosial, dan minimnya akses keadilan.
  • Penelitian merekomendasikan pembentukan undang-undang khusus profesi atlet serta harmonisasi regulasi domestik dengan standar hukum olahraga internasional yang berlaku.

Suara.com - Dunia olahraga modern saat ini telah berkembang melampaui batas kompetisi fisik, hiburan, maupun instrumen diplomasi negara.

Di balik gemerlap prestasi dan selebrasi kemenangan di atas podium, terdapat realitas mengenai kerentanan posisi para pelaku olahraga.

Ketika masa keemasan meredup, cedera melanda, atau terjadi konflik kontraktual, tidak sedikit atlet yang harus menghadapi ketidakpastian administratif dan finansial akibat belum kuatnya regulasi perlindungan bagi profesi mereka.

Kondisi tersebut mendorong lahirnya sebuah kajian akademik komprehensif mengenai pentingnya menata ulang sistem hukum olahraga di Tanah Air.

Melalui “Konstruksi Hukum Olahraga Indonesia Melalui Perlindungan Hukum terhadap Profesi Atlet yang Berkepastian Hukum”, Wide Putra Ananda menawarkan paradigma baru untuk menempatkan atlet bukan sekadar pelaku olahraga, melainkan sebagai pekerja profesional yang hak dan kewajibannya dijamin penuh oleh negara.

Dalam pemaparannya, Wide menjelaskan bahwa undang-undang yang berlaku saat ini, baik Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 maupun Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022, dinilai belum memberikan pengakuan formal terhadap atlet sebagai profesi etis dalam sistem legislasi nasional.

Absennya payung hukum spesifik ini memicu sejumlah persoalan sistemik, mulai dari lemahnya posisi tawar dalam kontrak kerja, minimnya jaminan sosial, ketidakjelasan jaminan pascakarier, hingga keterbatasan akses keadilan pada lembaga arbitrase seperti Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI).

Guna merumuskan formula proteksi yang ideal, penelitian yuridis normatif dengan dukungan data empiris ini melakukan studi komparatif terhadap sistem tata kelola olahraga di beberapa negara maju, seperti Amerika Serikat, Prancis, dan Jepang. Di negara-negara tersebut, regulasi negara telah memperlakukan atlet sebagai tenaga kerja profesional yang hak kemanusiaan dan ekonomi mereka dilindungi secara ketat.

Sebagai bentuk solusi konkret atas kekosongan hukum domestik, riset ini merekomendasikan empat langkah strategis:

baca juga
  • Pengakuan formal status atlet sebagai profesi legal dalam tata hukum nasional.
  • Penyusunan dan pembentukan Undang-Undang Profesi Atlet yang mandiri.
  • Harmonisasi regulasi domestik dengan prinsip hukum olahraga internasional (lex sportiva).
  • Penguatan kapasitas kelembagaan serta independensi arbitrase keolahragaan di Indonesia.

Konstruksi pemikiran yang ditawarkan dalam sidang doktor ini tidak sekadar bersumber dari literatur teori, melainkan disintesis dari pengalaman panjang peneliti di dalam ekosistem olahraga nasional maupun internasional.

Wide Putra Ananda tercatat pernah mengemban tugas sebagai asisten manajer Tim Nasional Sepak Bola U-19, serta menjadi Chef de Mission (CDM) Tim Nasional Indonesia pada ajang kelompok usia Toulon Tournament 2017 di Marseille, Prancis.

Konsistensi dalam membangun literatur keilmuan baru yang spesifik ini membuat sejumlah kalangan akademisi dan praktisi menjulukinya sebagai salah satu pelopor pengembangan disiplin hukum olahraga di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mimpi Buruk Saya sebagai Ibu Rumah Tangga yang Tak Punya Jaminan Hari Tua

Mimpi Buruk Saya sebagai Ibu Rumah Tangga yang Tak Punya Jaminan Hari Tua

Your Say | Senin, 15 Juni 2026 | 08:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Harga Pertamax Naik, Rakyat Kecil Kini 'Dipaksa' Olahraga Gratis di SPBU

Harga Pertamax Naik, Rakyat Kecil Kini 'Dipaksa' Olahraga Gratis di SPBU

Your Say | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:05 WIB

Aryna Sabalenka Masuk Daftar 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia Olahraga Versi TIME

Aryna Sabalenka Masuk Daftar 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia Olahraga Versi TIME

Sport | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:45 WIB

Olahraga Pagi dan Kesehatan Mental: Kebutuhan atau Sekadar Tren?

Olahraga Pagi dan Kesehatan Mental: Kebutuhan atau Sekadar Tren?

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:45 WIB

Review Him: Hadirkan Body Horror Psikologis di Dunia Olahraga Profesional

Review Him: Hadirkan Body Horror Psikologis di Dunia Olahraga Profesional

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×