- Sebanyak 136 peserta tersisa dari total 233 atlet yang bersaing ketat pada hari kedua Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar pada Kamis (6/8).
- Sejumlah peserta lama seperti Ubung dan Tika kembali berjuang untuk merebut Super Tiket setelah sempat gagal pada seleksi tahun sebelumnya di Kudus.
- Tim pencari bakat Ari Yuli Wahyu Hartanto mengapresiasi mentalitas peserta dan menegaskan Super Tiket diberikan kepada atlet yang memenuhi kriteria teknik serta fisik.
Pada edisi tahun lalu, langkah gadis yang akrab disapa Tika itu terhenti di babak 64 besar saat mengikuti audisi di Kudus.
“Di Kudus 2025 sampai di tahap turnamen 64 besar. Tahun ini saya ikut Audisi Umum di Makassar karena lebih dekat dari tempat saya tinggal di Minahasa," kata Tika.
"Dari dua pertandingan terakhir, saya yakin punya peluang besar mendapatkan Super Tiket dan menjalani tahap karantina di Kudus,” ujarnya.
Perjuangan Tika membawanya menembus semifinal setelah mengalahkan rekan satu klubnya dari Manguni Badminton Club, Leandra Early Helena Makarau, dengan skor 21-14 dan 21-10.
Meski melaju jauh, atlet yang mengidolakan Liliyana Natsir itu sadar masih memiliki sejumlah kekurangan teknis yang harus dibenahi jelang semifinal pada Jumat (7/8).
“Di pertandingan perempat final perasaan saya campur aduk karena harus melawan teman sendiri karena kami berasal dari klub yang sama," ujar Tika.
"Meskipun berhasil menang, pelatih mengatakan penampilan saya belum maksimal karena terlalu banyak memberikan kesempatan lawan mendapatkan poin. Saya juga masih ada kekurangan lain seperti servis yang banyak keluar dan permainan netting yang masih sering nyangkut,” tuturnya.
Tim Pencari Bakat Apresiasi Mental Peserta
Mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan para peserta mendapat apresiasi dari Ari Yuli Wahyu Hartanto, Pelatih Tunggal Putri PB Djarum sekaligus bagian dari tim pencari bakat.
Ia bangga melihat para peserta berani mengevaluasi diri dan kembali menantang batas kemampuan mereka.
“Kita bersyukur mereka masih mau kembali mengikuti Audisi Umum PB Djarum meskipun sempat mengalami kegagalan sebelumnya. Bisa jadi kegagalan yang sebelumnya karena belum memenuhi kriteria yang kami cari. Kami berharap mereka belajar dari pengalaman, berlatih lebih keras agar tujuan masuk ke PB Djarum bisa terwujud,” ucapnya.
Secara teknis, Wahyu menilai 76 atlet putri yang tersisa di audisi Makassar memiliki fondasi pukulan yang cukup menjanjikan.
Ia menegaskan, Super Tiket hanya akan diberikan kepada atlet yang mampu menggabungkan kualitas teknik, fisik prima, dan karakter petarung.
“Kalau untuk kriteria atlet putri, dasarnya tetap teknik pukulan, footwork, lalu daya juang. Menurut saya, atlet putri itu harus punya ketangguhan. Saya juga melihat dari sisi postur di Audisi Umum PB Djarum 2026 - Makassar cukup banyak pemain yang memiliki postur bagus untuk menjadi pemain. Jadi kalau tekniknya bagus, fisiknya menunjang, lalu karakternya kuat, dia akan punya peluang lebih besar untuk berkembang ke depannya,” ungkapnya.
Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar
Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar dijadwalkan berlangsung pada 4-8 Agustus 2026.
Pemilihan GOR Dafest, Sulawesi Selatan, sebagai lokasi seleksi menjadi bagian dari upaya penyelenggara menjaring bakat-bakat potensial dari Indonesia Timur demi masa depan bulu tangkis nasional.