- Sebanyak 360 pemain tenis meja dari 60 tim DKM Bekasi Raya mengikuti turnamen SSC-Al Mujahidien Cup III.
- Panitia menerapkan format pertandingan beregu baru serta menyediakan pemeriksaan kesehatan bekerja sama dengan Rumah Sakit Nusantara.
- DKM Baiturrahman Rawa Lumbu keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan tim-tim lain dalam turnamen tersebut.
Suara.com - Sebanyak 360 pemain tenis meja dari wilayah Bekasi Raya bakal adu kekuatan dalam sebuah turnamen yang digelar Sehat Selalu Club (SSC) Cluster Morganite Perumahan Bekasi Timur Regency.
Memasuki penyelenggaraan edisi ketiga, turnamen tersebut hadir dengan konsep yang berbeda dibandingkan dua pelaksanaan sebelumnya.
Salah satu perubahan utama terdapat pada sistem pertandingan yang kini menggunakan format beregu.
Turnamen ini mempertemukan 60 tim yang berasal dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kota dan Kabupaten Bekasi. Setiap tim terdiri dari lima pemain dengan komposisi satu nomor tunggal dan dua nomor ganda.

Ketua Panitia Pelaksana Lomba Tenis Meja SSC-Al Mujahidien Cup III, Taufik, mengatakan format beregu menjadi salah satu pembaruan yang diterapkan pada tahun ini.
"Yang membedakan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya, kami mempertandingkan peserta dengan sistem grup. Masing-masing grup terdiri dari lima orang untuk dua ganda dan satu single," ujar Taufik dalam keterangannya.
Perubahan format tersebut juga dibarengi peningkatan jumlah peserta. Sebanyak 60 tim dengan total sekitar 360 pemain ikut ambil bagian dalam turnamen yang berlangsung di wilayah Bekasi Raya tersebut.
"Alhamdulillah, jumlah peserta tahun ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Pesertanya mencapai 360 orang yang berasal dari 60 DKM se-Bekasi Raya," kata Taufik.
Tak hanya fokus pada pertandingan, penyelenggara juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan para pemain.
Panitia bekerja sama dengan Rumah Sakit Nusantara untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum peserta bertanding.
Pemeriksaan tersebut mencakup pengecekan tekanan darah dan kondisi umum peserta.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pemain berada dalam kondisi yang cukup baik sebelum mengikuti pertandingan.
"Kami bekerja sama dengan rumah sakit. Sebelum pertandingan dimulai, kami mengecek kesehatan setiap peserta, terutama tensi darah dan pemeriksaan lainnya. Kami ingin memastikan kondisi peserta agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tutur Taufik.
Turnamen tersebut juga menghadirkan atlet tenis meja nasional. Kehadiran mereka diharapkan bisa memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kemampuan atlet yang sudah berkompetisi di level nasional.
Taufik berharap para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman bertanding, tetapi juga memperoleh tambahan wawasan mengenai teknik permainan dan semangat berkompetisi.
"Dengan hadirnya atlet nasional, kami berharap mereka bisa menularkan semangat juang dan prestasi serta berbagi pengalaman dalam permainan tenis meja. Peserta juga bisa melihat teknik-teknik yang diberikan selama pertandingan," ujarnya.
Selain pertandingan tenis meja, kegiatan tersebut turut menjadi sarana silaturahmi bagi para pengurus dan jemaah masjid di wilayah Bekasi.
Panitia juga menyediakan area bazar yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Persaingan di turnamen tersebut akhirnya menghasilkan DKM Baiturrahman Rawa Lumbu sebagai juara pertama. Tim tersebut berhasil meraih gelar setelah sebelumnya ikut berpartisipasi pada dua edisi terdahulu.
Asrien, salah satu pemain DKM Baiturrahman Rawa Lumbu, mengaku keberhasilan tersebut terasa spesial karena timnya sudah mengikuti turnamen sejak penyelenggaraan pertama.
"Ini event ketiga dan kami selalu ikut dari pertama dan kedua. Kali ini kami berhasil meraih gelar juara setelah belum mendapatkannya pada edisi sebelumnya," kata Asrien.
Posisi kedua ditempati DKM Thaalib Al Azhar Rawa Lumbu. Sementara itu, DKM SSC 2 Setu berada di peringkat ketiga dan DKM Jami At Taqwa Rawa Pasung menempati posisi keempat.
Menurut Asrien, penyelenggaraan tahun ini mengalami perkembangan dibandingkan dua edisi sebelumnya. Ia berharap turnamen tersebut dapat terus melakukan pembaruan pada masa mendatang.
"Untuk penyelenggaraan tahun ini ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Semoga event ini terus lebih baik," ujarnya.
Panitia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada tahun berikutnya dengan cakupan peserta yang semakin luas. Momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia juga diharapkan kembali menjadi bagian dari penyelenggaraan.
"Mudah-mudahan tahun depan bisa kembali kami selenggarakan bertepatan dengan momen Hari Kemerdekaan RI ke-82. Mudah-mudahan juga bisa lebih banyak menjaring atlet daerah di Bekasi Raya untuk ikut serta," pungkasnya.