- Rosiade Padel Tournament 2026 meraih dua penghargaan MURI di Tangerang Selatan pada 7 November 2026.
- Andre Rosiade menyelenggarakan turnamen padel gratis berseri dengan peserta dan hadiah uang tunai terbanyak.
- Menpora Erick Thohir mengapresiasi ajang tersebut karena mendukung kesehatan masyarakat serta industri sport tourism.
Suara.com - Geliat olahraga padel di Indonesia menorehkan babak baru. Turnamen padel berskala nasional, Rosiade Padel Tournament 2026, resmi mencatatkan prestasi membanggakan dengan menyabet dua penghargaan prestisius sekaligus dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Ajang yang digagas Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, tersebut dinobatkan sebagai turnamen padel gratis secara seri dengan jumlah peserta terbanyak sekaligus turnamen padel gratis secara seri dengan total hadiah uang tunai terbanyak.
Piagam rekor diserahkan langsung oleh Wakil Direktur Utama MURI, Osmar Semesta Susilo, kepada Andre Rosiade.
Momen penganugerahan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir pada gelaran seri ketiga di Crown Padel Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (7/11/2026).
Bukti Nyata Turnamen Rutin Tanpa Biaya Pendaftaran
Andre Rosiade menjelaskan bahwa penghargaan dari MURI ini merupakan pengakuan atas komitmen jangka panjang dalam menyelenggarakan turnamen secara gratis tanpa membebankan biaya registrasi sedikit pun kepada peserta.
"Kenapa dikasih rekor MURI? Karena kami selalu mengadakan turnamen secara rutin lima kali setahun. Lalu turnamen ini diadakan secara gratis, tidak memungut pendaftaran," kata Andre.
Andre menegaskan, ajang ini bukan sekadar panggung kompetisi musiman. Penyelenggaraan yang konsisten sebanyak lima kali dalam setahun dirancang untuk mendukung gaya hidup bugar masyarakat perkotaan, sekaligus memperkuat ekosistem padel di Tanah Air bersama Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI).
"Turnamen ini insyaallah kita akan adakan secara rutin selalu lima kali dalam setahun. Dalam rangka mendukung ekosistem padel ini supaya tumbuh dan berkembang dan mendukung PBPI, federasi padel untuk terus bisa mengadakan turnamen-turnamen agar munculnya atlet-atlet berprestasi yang bisa memberikan prestasi untuk Merah Putih," ujarnya.

Format Variatif: Seri Komunitas hingga Standar Dunia FIP
Guna memperluas segmentasi pembinaan, setiap seri turnamen dikemas dengan format dan kategori yang beragam.
Agenda tahunan ini membuka ruang luas mulai dari turnamen santai (fun match), panggung khusus muslimah, turnamen usia dini selama tiga hari (U-10 hingga U-18), hingga kejuaraan berstandar federasi dunia (International Padel Federation/FIP) seperti FIP Bronze dan FIP Promises.
"Jadi targetnya jelas. Kita akan adakan turnamen lima kali setahun di sini. Lima kali setahun ini ada turnamen fun seperti ini, ada turnamen yang khusus muslimah, nanti ada turnamen yang khusus anak-anak tiga hari untuk U-10 sampai U-18, ada yang memang turnamennya seri dunia nanti FIP itu," jelasnya.
Apresiasi Menpora Erick Thohir dan Peluang Sport Tourism
Keberhasilan penyelenggaraan kompetisi padel ini menyita perhatian Menpora Erick Thohir. Erick menilai, gerakan masif dari tokoh masyarakat seperti ini memberikan dampak ganda yang riil, yakni menjaga kebugaran masyarakat sekaligus menggerakkan geliat ekonomi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Saya apresiasi ketika ada tokoh masyarakat seperti Pak Andre, yang bisa terus menggerakkan tentu kesehatan masyarakat," kata Erick.
Erick pun secara khusus melontarkan pujian sekaligus gurauan terkait pencapaian dua rekor MURI yang berhasil diboyong kejuaraan ini.
"Jadi saya apresiasi, apalagi dapat MURI. Waduh, susah dapat MURI ini. Menpora aja enggak mungkin dapat MURI ya," ucapnya disambut tawa.
Menurut Erick, ekosistem industri olahraga serta *sport tourism* di Indonesia masih menyimpan potensi ekonomi luar biasa yang belum tergarap optimal, sehingga butuh stimulus dan pemicu seperti kompetisi berkesinambungan.
"Perlu ada insentif atau kegiatan-kegiatan baru untuk pertumbuhan ekonomi, salah satunya yaitu yang masih belum maksimal yaitu di industri olahraga dan juga yang namanya sport tourism," ujarnya.
"Selamat kepada tentu turnamen Andre Rosiade ya, mudah-mudahan karena ini sudah berjalan 1,5 tahun, mudah-mudahan berjalan lebih dari 15 tahun, amin," tandasnya.