Diam-Diam Bertemu Kapolri, Erick Thohir Bahas Langkah Tegas soal Kekerasan Suporter

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:17 WIB
Diam-Diam Bertemu Kapolri, Erick Thohir Bahas Langkah Tegas soal Kekerasan Suporter
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • PSSI dan Polri bersepakat menindak tegas seluruh aksi kriminalitas suporter sepak bola.

  • Pengusut kejahatan suporter di luar lapangan diperkuat dengan potensi sanksi pengurangan poin klub.

  • PSSI meminta operator liga dan manajemen klub konsisten menjalankan aturan disiplin tanpa kompromi.

Suara.com - Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengaku telah menggelar pertemuan tertutup dengan Kapolri Suyudi Ario Seto untuk membahas penanganan kasus kekerasan yang melibatkan suporter sepak bola Indonesia.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah rentetan insiden yang melibatkan suporter dan menimbulkan korban, termasuk kasus meninggalnya seorang pendukung Persib Bandung setelah menjadi korban pembacokan di Kabupaten Bogor.

Erick mengatakan PSSI dan kepolisian memiliki komitmen untuk menindak para pelaku tindak kriminal di luar pertandingan.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan tanggapan mengenai kritikan terhadap pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, usai menghadapi Malaysia pada pertandingan kedua FIFA ASEAN Cup 2026. [Suara/com/Rahman]
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan tanggapan mengenai kritikan terhadap pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, usai menghadapi Malaysia pada pertandingan kedua FIFA ASEAN Cup 2026. [Suara/com/Rahman]

Menurutnya, penanganan tegas diperlukan agar kekerasan yang berkaitan dengan sepak bola tidak terus berulang.

"Di luar lapangan, tentu saya mengapresiasi pihak kepolisian yang cepat menuntaskan beberapa isu kriminal dengan cepat, bahkan ada yang 1x24 jam langsung ditangkap. Pertemuan saya dengan Bapak Kapolri juga kemarin secara tertutup," kata Erick Thohir kepada awak media.

Dia menyebut komitmen bersama tersebut kemungkinan akan diumumkan dalam satu hingga dua pekan ke depan. Erick menegaskan, upaya penindakan terhadap pelaku kekerasan di luar stadion perlu diperkuat melalui kerja sama antara PSSI dan kepolisian.

"Mungkin satu hingga dua minggu lagi kami akan umumkan komitmen Kapolri dengan PSSI juga solid, bagaimana menindak para pelaku kriminal itu di luar pertandingan," jelasnya.

"Kalau di dalam pertandingan sendiri, kita sudah pernah mengalami peristiwa Kanjuruhan, saya rasa tidak bisa ditoleransi," imbuhnya.

Erick juga meminta klub dan operator kompetisi, I.League, mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran yang melibatkan suporter.

baca juga

Dia mengingatkan bahwa aturan untuk memberikan sanksi sudah tersedia sehingga harus diterapkan secara konsisten.

"Posisi kami, PSSI jelas bahwa kami meminta liga dan klub-klub untuk bertindak tegas. Itu ada aturan mainnya semua, tidak usah diputar-putar," ucapnya.

Dia menambahkan, klub perlu menyadari bahwa kekerasan yang melibatkan pendukung dapat mengancam keselamatan banyak orang. Karena itu, upaya menjaga keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan komitmen klub dan suporter.

"Klub-klub menyadari bahwa ini sebuah kegiatan yang tidak baik buat bangsa kita, ketika ada suporter yang tidak bisa pulang ke rumah dengan selamat. Tentu, kalau kondisi di dalam lapangan dan di luar lapangan berbeda," tuturnya.

Salah satu insiden yang menjadi perhatian terjadi pada 25 Oktober 2026. Seorang suporter Persib meninggal dunia akibat dibacok setelah menyaksikan pertandingan melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, bus pemain Persib Bandung U-18 juga mengalami penyerangan di Rest Area KM 360 Batang pada 11 Oktober 2026. Sehari kemudian, bus rombongan suporter Persija Jakarta dari Cikampek menjadi sasaran pelemparan benda keras di Tol Palikanci KM 200, Cirebon.

Rentetan kejadian tersebut kembali menyoroti persoalan keselamatan suporter dalam sepak bola Indonesia.

Erick menegaskan, PSSI juga dapat menjatuhkan sanksi kepada klub maupun suporter sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satu sanksi yang dapat diterapkan adalah pengurangan poin apabila pelanggaran yang terjadi tidak dapat dikendalikan.

"Kami, PSSI, tegas. Tidak hanya klubnya yang ditindaklanjuti, suporter juga, bahkan pengurangan poin yang memang harus dijalankan kalau kondisi ini tidak bisa dijaga keharmonisannya seperti yang kami harapkan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Laga Tandang Timnas Indonesia Terancam Berubah, Erick Thohir Siapkan Skenario Cadangan

Dua Laga Tandang Timnas Indonesia Terancam Berubah, Erick Thohir Siapkan Skenario Cadangan

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:24 WIB

Timnas Indonesia Ikut Terdampak Ketidakpastian Piala Asia 2027, Erick Thohir Tunggu Keputusan AFC

Timnas Indonesia Ikut Terdampak Ketidakpastian Piala Asia 2027, Erick Thohir Tunggu Keputusan AFC

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:10 WIB

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Terkini

Diam-Diam Bertemu Kapolri, Erick Thohir Bahas Langkah Tegas soal Kekerasan Suporter

Diam-Diam Bertemu Kapolri, Erick Thohir Bahas Langkah Tegas soal Kekerasan Suporter

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Apa Perbedaan Lip Mask Emina Hijau dan Pink? Kenali Varian hingga Kandungannya

Apa Perbedaan Lip Mask Emina Hijau dan Pink? Kenali Varian hingga Kandungannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Penyegar Wajah Ovale yang Cocok untuk Kulit Kusam, Begini Cara Pakainya

Penyegar Wajah Ovale yang Cocok untuk Kulit Kusam, Begini Cara Pakainya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:14 WIB

Cara Lapor Kecurangan dan Kendala TKA 2026 ke Posko Pengaduan Ombudsman RI

Cara Lapor Kecurangan dan Kendala TKA 2026 ke Posko Pengaduan Ombudsman RI

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:14 WIB

3 Urutan Skincare Kahf untuk Kulit Pria Sensitif, Bantu Jaga Skin Barrier

3 Urutan Skincare Kahf untuk Kulit Pria Sensitif, Bantu Jaga Skin Barrier

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Cara Mengatasi Risiko Rem Blong Pada Motor Matik Saat Melintasi Turunan

Cara Mengatasi Risiko Rem Blong Pada Motor Matik Saat Melintasi Turunan

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Demo Rusuh Prancis Jadi Ajang Iklan Gratis Kaca Antipecah China, Kok Bisa?

Demo Rusuh Prancis Jadi Ajang Iklan Gratis Kaca Antipecah China, Kok Bisa?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:08 WIB

Jakarta Ramai Aksi Hari Ini: 61 Demo Digelar dari BEM UNJ sampai Gerakan Ojol Bersatu

Jakarta Ramai Aksi Hari Ini: 61 Demo Digelar dari BEM UNJ sampai Gerakan Ojol Bersatu

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Profil Supra Sekuritas: Broker Terafiliasi Pejabat Danantara di Pusaran Skandal DSSA

Profil Supra Sekuritas: Broker Terafiliasi Pejabat Danantara di Pusaran Skandal DSSA

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Terus Suarakan Gagasan Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Terus Suarakan Gagasan Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:06 WIB

×