Sukabumi.suara.com – Di balik masih terkawalnya kasus kematian Brigadir J, yang akhirnya berhasil mengungkap pelaku utama Ferdy Sambo, ada peran besar dari sosok pengacara Kamaruddin Simanjuntak.
Dipilih sejak awal oleh ayah Brigajidir J yakni Samuel Hutabarat, untuk menjadi kuasa hukum keluarga dan mengusut kematian anaknya, Kamaruddin sejauh ini banyak menyita perhatian masyarakat karena kemampuannya dalam menangani perkara.
Sejak awal, Kamaruddin banyak dipuji dan mendapat dukungan karena keberaniannya secara terang-terangan mengungkap nama-nama besar dan berpengaruh di balik kematian Brigadir J. Dirinya tidak segan mengungkap fakta terpendam yang oleh kebanyakan orang dipandang bisa membahayakan nyawa.
Tak heran, jika banyak orang yang penasaran mengapa Kamaruddin Simanjuntak bisa memiliki keberanian begitu besar.
Balakangan, terungkap bahwa sosok pengacara berdarah batak tersebut rupanya sempat memiliki masa lalu kelam. Belum terlalu lama, momen tersebut bahkan disebutkan terjadi pada kisaran tahun 2016.
Anak dan Istri Dibakar Hidup-hidup
Cerita pilu yang dimaksud dari kehidupan Kamaruddin Simanjuntak pernah ia ungkap dalam salah satu kesempatan wawancara dengan awak media, beberapa waktu lalu.
Dalam video publikasi milik Seleb Oncam News, yang dibagikan ulang oleh akun TikTok @alkes579, Kamaruddin mengungkap bagaimana anak dan istrinya dibakar hidup-hidup, hanya berjarak beberapa ratus meter dari rumah.
“Masih ingatkan dulu istri saya dibakar di mobil waktu saya bela putri Soekarno tahun 2016?” ujar Kamaruddin.
“Saya lagi bicara seperti ini di hadapan rapat itu membela para tersangka itu, istri saya baru jalan pagi 400 meter dari rumah baru keluar komplek. Dibakar hidup-hidup istri saya sama anak saya, jadi saya udah gak ada takut” tegasnya.
Baca Juga: Dipecat Tidak Hormat, Ferdy Sambo Ajukan Banding
Hal itu yang nyatanya membuat Kamaruddin Simanjuntak sampai saat ini dikenal sebagai pengacara yang berani menangani kasus apapun, tanpa memandang siapa pihak yang ia lawan.
Bahkan Kamaruddin mengaku sempat tahu ada orang yang dibayar belasan miliar untuk membunuh dirinya, saat ia membuka perkara kasus wisma atlet di tahun 2011.
Saat ditanya apakah Kamaruddin sudah mendapat teror dan ancaman setelah memutuskan membela keluarga Brigadir J, ia mengaku sudah tidak mempedulikan hal apapun.
“Oh saya gak peduli, diteror mau dipotong, dibunuh apapun saya gak peduli” tegasnya.