Sukabumi.suara.com - Berbicara adalah bentuk tindak tutur yang berupa bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap disertai dengan gerak-gerik tubuh dan ekspesi raut muka.
Sulit bicara ini dapat terjadi secara mendadak, dan bisa terjadi sementara waktu ataupun dalam jangka lama. Penyebabnya bisa sesuatu yang ringan akibat grogi, atau adanya kondisi kesehatan tertentu.
Berikut ini adalah berbagai penyebab tiba-tiba sulit berbicara.
1. Kelelahan atau Stres
Merasa capek atau lelah dapat membuat Anda sulit merangkai kata-kata. Ini bisa makin parah jika Anda termasuk tipe orang yang khawatir dihakimi orang lain atau merasa malu saat mengalami ini. Ansietas atau rasa cemas (anxiety), dapat menyebabkan mulut kering, terpeleset lidah, atau masalah lain yang bisa bikin Anda makin kesulitan menuturkan kata-kata.
Ketika Anda mengalami ini, ingatlah bahwa tidak apa-apa jika merasa gugup. Jangan terlalu khawatir untuk selalu tampil sempurna. Hilangkan berbagai tekanan yang Anda rasakan, dan perlahan kata-kata yang sudah Anda rangkai akan kembali mengalir.
2. Mengonsumsi Alkohol secara Berlebihan
Penyebab sulit berbicara yang kedua ialah karena mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Kebiasaan semacam ini dapat membuat kamu tak bisa berbicara jelas karena dampak alkohol dapat memperlambat bagaimana otak 'berkomunikasi' dengan tubuh.
Oragn hati hanya dapat memecah sedikit alkohol dalam satu waktu. Semakin banyak alkohol yang diminum, maka efeknya pada kemampuan berbicara akan semakin intens.
Baca Juga: Cara Mengatasi Lingkaran Hitam di Bawah Mata dengan Mudah
3. Mengalami Migrain
Penyebab sulit berbicara yang ketiga ialah karena migrain. Migrain yang parah membuat kamu kesulitan berkata-kata. Kondisi ini dinamakan transient aphasia atau afasia sementara karena memang perlahan bisa hilang dengan sendirinya.
Migrain sendiri merupakan gangguan kronis yang ditandai dengan terjadinya sakit kepala ringan hingga berat, yang sering kali berhubungan dengan gejala-gejala sistem saraf otonom. Sekitar sepertiga penderita migrain mengalami semacam gangguan visual, indra bicara, atau gerak yang menjadi pertanda bahwa sakit kepala tersebut akan segera muncul.
Cara mengatasi kesulitan berbicara
Obat-obatan
Dokter akan mengobati penyebab dari disartria bila memungkinkan, yang akan meningkatkan kemampuan berbicara penderita. Jika disartria disebabkan oleh obat resep, konsultasikan pada dokter mengenai perubahan atau hentikan penggunaan obat.
Operasi
Dokter juga dapat menyarankan pembedahan apabila disartria disebabkan oleh tumor atau lesi pada otak atau tulang belakang, yang dapat diangkat.
Terapi bahasa dan wicara
Penderita akan disarankan menjalani terapi bahasa dan wicara untuk membantu memulihkan dan meningkatkan kemampuan berbicara, serta berkomunikasi.