Sukabumi.suara.com - Apa yang terlintas di pikiran begitu mendengar kata satu ini? Saking banyak tidak disukai orang, ternyata sampai ada istilah Monday Blues.
Monday Blues, atau dalam istilah Indonesia dikenal sebutan Senin kelabu, didefinisikan sebagai perasaan bosan dan tidak bersemangat yang dirasakan seseorang menjelang hari Senin. Atau, ada juga penjelasan lain yang menyebut kalau Monday Blues adalah perasaan malas yang berlebihan terhadap hari Senin setelah melewati nikmatnya akhir pekan.
Menurut Ed Harrold, edukator sekaligus ahli neuroscience yang juga penulis buku gaya hidup berjudul 'Life With Breath' menjelaskan, kalau sebenarnya yang dibenci bukan hari Senin itu sendiri, tetapi yang dibenci adalah persepsi dan rasa enggan orang-orang tentang apa yang akan mereka jalani selama hari Senin.
Lebih jelas, ini beberapa hal yang bisa jadi penyebab kenapa seseorang benci dengan rutinitas di hari Senin.
1. Tak nyaman dengan rutinitas kehidupan
Ini bisa dibilang alasan paling umum ditemui dalam kasus beberapa orang yang membenci hari Senin. Diakui atau tidak, seseorang merasa memiliki beban dalam mengerjakan sesuatu yang tidak disukai, maka apa yang dia lakukan akan berjalan secara terpaksa.
Apalagi dalam hal pekerjaan. Saking tak nyamannya, banyak orang yang bahkan sudah memiliki rasa takut dan kecemasan menghadapi hari senin sejak hari sebelumnya (Minggu) akan berakhir.
2. Rasa lelah berlebih
Penyebab satu ini juga tak bisa dianggap sepele. Kenyataannya, dalam waktu satu minggu kita punya lima hari jatah bekerja atau beraktivitas rutin, dan hanya dua hari jatah untuk beristirahat. Belum lagi, kekinian bagi sebagian besar orang dua hari jatah beristirahat itu nyatanya ada juga yang dipakai untuk tetap bekerja.
Baca Juga: Tips Membiasakan Bangun Pagi dengan Mudah
Hal tersebut yang dianggap sebagai kondisi tak adanya penerapan work life balance. Bukan cuma lelah fisik, kondisi satu ini juga bisa membuat lelah pikiran secara berlebih.
3. Prinsip hidup hanya untuk bertemu akhir pekan
Terdengar aneh tapi nyata, faktanya ada bahkan banyak orang yang menjalani kehidupan dengan tidak semangat di hari biasa, tapi langsung gembira begitu bertemu akhir pekan. Sebenarnya manusiawi, tapi hal itu bisa jadi salah satu alasan dari beban pikiran yang tidak sehat akan hari Senin dan hari biasa lainnya.
Sewaktu seseorang menganggap akhir pekan sebagai momen kebebasan selama 48 jam (Sabtu dan Minggu), hal itu bisa jadi indikasi kalau seseorang menjalani kehidupan ganda.
Artinya, kehidupan satunya menjalani kewajiban bekerja hanya sebagai alat buat memenuhi kebutuhan hidup, sementara kehidupan di akhir pekan dianggap sebagai satu-satunya kegembiraan pribadi.
Disebutkan bahwa orang-orang dengan pola pikir seperti itu akan selalu berjuang dalam menghadapi hari Senin. Kecuali mereka punya cara yang bisa menggabungkannya keduanya menjadi satu kesatuan, yaitu kesenangan dan rasa bahagia.