Antam Kerja Sama dengan China dan Korea Selatan untuk Bangun Pabrik Nikel

Sukabumi

Senin, 12 September 2022 | 15:27 WIB
Antam Kerja Sama dengan China dan Korea Selatan untuk Bangun Pabrik Nikel
Ilustrasi-Pabrik pengolahan bijih (Piaxabay)

Sukabumi.suara.com - Perusahaan BUMN Aneka Tambang (Antam) menjalin kerja sama global untuk pembuatan pabrik nikel yang akan menjadi bahan utama untuk mobil listrik. 

Hal tersebut disampaikan oleh Nico, selaku salah satu perwakilan kerja sama global dalam Rapat Dengar Pendapat yang diadakan oleh Komisi VI DPR RI. 

"Kami (Antam dan IBC) yang berada dibawah naungan perusahaan Inalum atau MIND ID telah menandatangani framework agreement untuk pembanguna smelter, tetapi turunan katoda prekursor dan baterai, hingga daur ulang baterai juga akan dibangun di Indonesia," jelasnya.

Nico dalam kesempatan yang sama menjelaskan jika jenis nikel dibagi menjadi dua, yaitu nikel kelas 1 dan nikel kelas 2. Jika nikel kelas 1 dipergunakan untuk baterai mobil listrik maka nikel kelas 2 digunakan untuk produksi stainless steel.  

Untuk pabrik-pabrik pengolahan nikel yang sudah ada di Indonesia hanya untuk pig iron atau feronikel yang nantinya akan diubah menjadi bahan stainless steel.  

"Untuk nikel kelas 1 memang belum ada pabriknya di Indonesia, tetapi kami sudah menandatangani perjanjian untuk membangun smelter prekursor dan juga baterai," terang Nico lagi.

Antam dengan Indonesia Battery Corporation (IBC) telah menandatangani perjanjian awal dengan Ningbo Contemporary Brunp Lygen (CBL) asal China dan LG Corporation asal Korea Selatan pada Maret tahun ini. 

Dalam konsorsium atau pendanaan bersama, Antam akan berada di sektor hulu karena memiliki ekuitas terbesar dan sumber daya alam berupa nikel yang merupakan milik Antam. Antam akan menandatangani kontrak dengan CBL ataupun LG untuk joint venture agreement (JVA).  

Dalam kontrak tersebut kepemilikan saham Antam dan IBC sebesar 40 persen sedangkan 60 persennya dimiliki oleh CBL ataupun LG.

baca juga

Untuk wilayah pembangunan CBL akan membangun pabriknya di wilayah Halmahera Timur, Maluku. Sedangkan LG akan membangun pabriknya di Batang, Jawa Tengah.  

Sumber: suara.com.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jalin Kerja Sama dengan China Hingga Korsel, Antam Segera Bangun Pabrik Nikel Kelas Satu

Jalin Kerja Sama dengan China Hingga Korsel, Antam Segera Bangun Pabrik Nikel Kelas Satu

Bisnis | Senin, 12 September 2022 | 13:47 WIB

Masuk Awal Pekan, Harga Emas Antam Masih Dibanderol Rp 947.000/Gram

Masuk Awal Pekan, Harga Emas Antam Masih Dibanderol Rp 947.000/Gram

Bisnis | Senin, 12 September 2022 | 08:53 WIB

Jokowi Ungkap Indonesia Dapat Kalah dalam Gugatan Ekspor Nikel yang Dilayangkan Uni Eropa

Jokowi Ungkap Indonesia Dapat Kalah dalam Gugatan Ekspor Nikel yang Dilayangkan Uni Eropa

News | Jum'at, 09 September 2022 | 14:51 WIB

Terkini

Kehilangan Binar Masa Kecil: Apakah Menjadi Dewasa Berarti Berhenti Bermimpi?

Kehilangan Binar Masa Kecil: Apakah Menjadi Dewasa Berarti Berhenti Bermimpi?

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Kucing Merah di Ujung Tanduk: Hutan Kalimantan Terus Kehilangan Penghuninya

Kucing Merah di Ujung Tanduk: Hutan Kalimantan Terus Kehilangan Penghuninya

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Mata Uang Iran Ambruk, Tembus 2 Juta Rial per Dolar AS

Mata Uang Iran Ambruk, Tembus 2 Juta Rial per Dolar AS

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:33 WIB

Hotspot Sumsel Mendadak Turun Saat Prabowo Pimpin Rakor Karhutla, Benarkah Mulai Reda?

Hotspot Sumsel Mendadak Turun Saat Prabowo Pimpin Rakor Karhutla, Benarkah Mulai Reda?

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:31 WIB

Bukan Cuma Penonton, Gus Yahya Ingin NU Jadi 'Active Player' di Isu Strategis Global

Bukan Cuma Penonton, Gus Yahya Ingin NU Jadi 'Active Player' di Isu Strategis Global

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Empat Hari, ISPA Capai 453 Kasus di Tengah Kabut Asap Riau

Empat Hari, ISPA Capai 453 Kasus di Tengah Kabut Asap Riau

Riau | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Api Kecil Bisa Jadi Bencana, Setop Bakar Lahan Selama El Nino Masih Sangat Kuat!

Api Kecil Bisa Jadi Bencana, Setop Bakar Lahan Selama El Nino Masih Sangat Kuat!

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:24 WIB

Jarak Bukan Halangan, BRImo Taiwan Hadir Dekatkan Layanan Perbankan untuk WNI

Jarak Bukan Halangan, BRImo Taiwan Hadir Dekatkan Layanan Perbankan untuk WNI

Bri | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:19 WIB

Viral Cekcok di Polsek Cengkareng, Ternyata Buntut Debt Collector Paksa Masuk Mobil Warga

Viral Cekcok di Polsek Cengkareng, Ternyata Buntut Debt Collector Paksa Masuk Mobil Warga

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:19 WIB

Asap Tak Punya Paspor, Airlangga Minta Negara ASEAN Tolong RI

Asap Tak Punya Paspor, Airlangga Minta Negara ASEAN Tolong RI

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:13 WIB

×