Komplotan Teknisi Bobol Mesin ATM di Sukabumi Sampai 1,9 Miliar!

Sukabumi | Suara.com

Selasa, 27 September 2022 | 06:36 WIB
Komplotan Teknisi Bobol Mesin ATM di Sukabumi Sampai 1,9 Miliar!
Ilustrasi-Pembobolan mesin ATM yang dilakukan oleh Teknisinya (Istockphoto)

Sukabumi.suara.com - 3 orang pria membobol mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dan menggarap uang sebanyak Rp 1,9 Miliar. Dua diantaranya merupakan teknisi ATM. 

AS (31), R(48), dan IH (27) membobol 6 mesin ATM dari salah satu bank milik pemerintah di wilayah Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Dua dari tiga pelaku ditangkap polisi karena telah membobol uang sebanyak Rp 1,9 Miliar. Uang tersebut mereka bagi tiga dan digunakan untuk bermain judi online (slot) lalu membeli motor dengan harga yang lumayan mahal. 

AKBP Dian Poernomo selaku Kasat Reskrim Polres Sukabumi mengatakan, jika dua dari pelaku yaitu AS dan R sudah berhasil ditangkap oleh polisi. Sedangkan untuk IH masih buron alias DPO.

"Pelaku diamankan di Cianjur dan Sukabumi,” kata Dian dalam konferensi pers di Mako Polres Sukabumi. 

AS dan IH merupakan teknisi yang mengelola 6 mesin ATM tersebut. Sedangkan R menjadi tersangka karena menerima uang hasil pencurian sebesar Rp435 juta. 

Adapun kasus ini terungkap karena pihak perusahaan melakukan audit dan pengecekan CCTV pada wilayah kerja AS pada 26 Agustus 2022. 

“Dari sanalah diketahui bahwa terekam di CCTV tersangka AS melakukan pencurian uang dalam mesin ATM bersama tersangka IH,” jelas Dian. 

Motif pelaku melakukan pembobolan mesin ATM dikarenakan terbelit hutang akibat judi online sehingga ia nekat melakukan hal jahat tersebut. 

"Para pelaku menghabiskan uang hasil pencuriannya dengan membeli sejumlah barang, seperti motor," ucap Dian. 

Dalam kasus ini sejumlah barang diaita sebagai bukti yaitu Honda Supra x 125, Jupiter MX, Yamaha Aerox, Yamaha R15, Yamaha N-MAx, Honda Scoopy dan Vespa Matic.

Kemudian polisi juga mengamankan barang bukti yang berupa berita acara audit, flashdisk rekaman CCTV, dan satu handphone. 

“AS merupakan pelaku utama dalam kasus ini, kemudian hasil kejahatan diserahkan ke tersangka R , dan dari hasil kejahatan mereka membeli 7 unit kendaraan. Mereka akan di jerat dengan pasal 363 KUHP dengan hukuman 7 tahun penjara," ucap AKBP Dian Poernomo. 

Sumber: sukabumiupdate.com  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ngakak, Pengendara Motor Dorong Mobil Listrik yang Mogok dengan Sebelah Kaki

Ngakak, Pengendara Motor Dorong Mobil Listrik yang Mogok dengan Sebelah Kaki

| Selasa, 27 September 2022 | 06:25 WIB

Cegah Kekerasan Seksual, DPRD DKI Jakarta Setuju Penambahan CCTV di Daerah Padat Penduduk

Cegah Kekerasan Seksual, DPRD DKI Jakarta Setuju Penambahan CCTV di Daerah Padat Penduduk

Bekaci | Selasa, 27 September 2022 | 05:00 WIB

Berkat Scintific Investigation, Polda Jateng Tangkap Empat Pembobol ATM BRI di Tegal

Berkat Scintific Investigation, Polda Jateng Tangkap Empat Pembobol ATM BRI di Tegal

Jawa Tengah | Senin, 26 September 2022 | 21:31 WIB

Terkini

Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering

Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 23:30 WIB

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

News | Rabu, 15 April 2026 | 23:00 WIB

Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu

Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu

Sumsel | Rabu, 15 April 2026 | 22:51 WIB

Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan

Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan

Sumsel | Rabu, 15 April 2026 | 22:50 WIB

Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?

Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?

Sport | Rabu, 15 April 2026 | 22:36 WIB

Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4

Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4

Bogor | Rabu, 15 April 2026 | 22:34 WIB

Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi

Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi

Jabar | Rabu, 15 April 2026 | 22:30 WIB

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:30 WIB

Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal

Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal

Bola | Rabu, 15 April 2026 | 22:23 WIB

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:23 WIB