Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 01 Juni 2026 | 14:11 WIB
Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton
Presiden Prabowo Subianto. [Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden]
  • Prabowo pertanyakan pemerataan hasil pertumbuhan ekonomi Indonesia.
  • Kekayaan SDA RI dinilai belum sepenuhnya dinikmati rakyat.
  • Hilirisasi jadi kunci agar nilai tambah komoditas dinikmati di dalam negeri.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengakui ekonomi Indonesia terus tumbuh dalam beberapa dekade terakhir. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, masih terdapat pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan, yakni memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia.

Dalam pidatonya saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026), Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk jujur melihat kondisi perekonomian nasional saat ini. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan memiliki makna besar apabila manfaatnya belum dinikmati secara adil oleh masyarakat luas.

"Selama beberapa dasawarsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh. Tapi, apakah pertumbuhan itu sudah merata, sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil?" kata Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan ekonomi, melainkan memastikan pembangunan berjalan sesuai nilai-nilai Pancasila dan menghasilkan kesejahteraan yang lebih merata.

Ia mengajak seluruh pihak untuk mengakui berbagai kelemahan dan hambatan yang masih menghambat pemerataan ekonomi nasional.

Menurut Prabowo, Indonesia sejatinya memiliki modal besar untuk menjadi negara maju. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia tergolong salah satu yang terbesar di dunia, mulai dari nikel, tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, batu bara hingga kelapa sawit.

Komoditas-komoditas tersebut selama ini menjadi tulang punggung ekspor Indonesia dan menyumbang devisa besar bagi negara. Namun, Prabowo menilai nilai tambah dari pengolahan sumber daya alam tersebut masih belum optimal dinikmati masyarakat Indonesia.

"Kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri," ujarnya.

Prabowo juga menyoroti kondisi di mana masyarakat Indonesia selama bertahun-tahun lebih banyak menjadi penonton di tengah melimpahnya kekayaan alam yang dimiliki bangsa sendiri.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah akan terus mendorong hilirisasi industri dan penguatan pengolahan sumber daya alam di dalam negeri. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperbesar penerimaan negara, serta memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Dengan cadangan nikel terbesar dunia serta kekuatan ekspor komoditas strategis lainnya, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mempercepat transformasi ekonomi. Namun, tantangan pemerataan hasil pembangunan masih menjadi agenda utama yang harus diselesaikan agar kekayaan alam benar-benar menjadi sumber kemakmuran rakyat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo: Ekonomi Indonesia Memang Tumbuh, Tapi Apa Sudah Merata dan Adil?

Prabowo: Ekonomi Indonesia Memang Tumbuh, Tapi Apa Sudah Merata dan Adil?

News | Senin, 01 Juni 2026 | 14:08 WIB

Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila

Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 12:58 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Terkini

Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila

Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 12:58 WIB

Purbaya Minta Pegawai Kemenkeu Terapkan Nilai Pancasila untuk Kelola Keuangan Negara

Purbaya Minta Pegawai Kemenkeu Terapkan Nilai Pancasila untuk Kelola Keuangan Negara

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 11:49 WIB

Aturan DHE SDA Berlaku Hari Ini, Purbaya Minta Kepatuhan Repatriasi Wajib 100 Persen

Aturan DHE SDA Berlaku Hari Ini, Purbaya Minta Kepatuhan Repatriasi Wajib 100 Persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 11:20 WIB

Purbaya Rayu Eksportir lewat Insentif Jika Mau Simpan DHE SDA ke Bank Pemerintah

Purbaya Rayu Eksportir lewat Insentif Jika Mau Simpan DHE SDA ke Bank Pemerintah

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 11:02 WIB

Rupiah Berhasil Menguat saat Hari Pancasila, tapi Masih Nyaman di Level Rp17.840

Rupiah Berhasil Menguat saat Hari Pancasila, tapi Masih Nyaman di Level Rp17.840

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:59 WIB

Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia

Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:36 WIB

Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini

Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:32 WIB

IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout

IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:28 WIB

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:23 WIB

SMBC Indonesia Perluas Strategi Bisnis, Salah Satunya Bidik Nasabah Ini

SMBC Indonesia Perluas Strategi Bisnis, Salah Satunya Bidik Nasabah Ini

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:10 WIB