Kampanye KB yang Sulit Digalang Setelah Era Reformasi

Sukabumi

Selasa, 27 September 2022 | 11:48 WIB
Kampanye KB yang Sulit Digalang Setelah Era Reformasi
Ilustrasi-Alat kontrasepsi. (Pixabay)

Sukabumi.suara.com - Program KB atau keluarga berencana merupakan program pemerintah yang sudah ada sejak tahun 1970 yang ditujukan untuk membatasi jumlah kelahiran supaya menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera. 

Kampanye KB yang ditujukan kepada masyarakat ternyata lebih sulit digalangkan setelah era reformasi. Padahal kampanye KB ditujukan agar pasangan tidak merasakan kehamilan yang tidak direncanakan. 

"Tahun 2000-an, pada awal reformasi kita melihat dan menyaksikan bahwa program Keluarga Berencana mengalami situasi yang tidak mudah di lapangan," ucap Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Dr. Ichsan Malik, M.Si., dalam webbinar perayaan Hari Kontrasepsi Sedunia, Senin (26/9/2022). 

Faktor utama dalam sulitnya program ini dikarenakan kurangnya fasilitas dari pemerintah dalam penyediaan atau pengadaan alat kontrasepsi. Sedangkan pada tahun 2020 jenis alat kontrasepsi semakin banyak, tidak kalah dengan yang dijual oleh swasta. 

Seiring dengan program keluarga berencana ini alat kontrasepsi sering dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang kurang mampu oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). 

Ichasan juga menjelaskan bahwa pemakaian alat kontrasepsi tidak hanya dibebankan kepada perempuan saja. Laki-laki harus ikut andil dalam perencanaan keluarga berencana.   

Dalam penggunaan alat kontrasepsi tidak hanya menurunkan angka kelahiran yang tidak direncanakan saja, tetapi juga menurunkan angka kematian ibu dan anak. 

Berdasarkan dengan data BKKBN tercatat bahwa kebutuhan KB masyarakat yang tidak terpenuhi hingga 2021 masih sebesar 18 persen. Sedangkan target pemerintah akan menurunkan angka tersebut sampai 8,3 persen. 

BKKBN juga meminta agar masyarakat mengubah penggunaan alat kontrasepsi dari Non MKJP menjadi MKJP. Adapun MKJP merupakan metode pemakaian alat kontrasepsi dengan jangkauan waktu yang lebih lama dengan rentan waktu 2 tahun atau seumur hidup. 

baca juga

Adapun contoh alat kontrasepsi MKJP adalah IUD, implan, sterilisasi, ataupun operasi pada pria.  

Sumber: suara.com 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kementan Dorong Produktivitas Pertanian dan Pemulihan Ekonomi dengan Program Jalan Usaha Tani

Kementan Dorong Produktivitas Pertanian dan Pemulihan Ekonomi dengan Program Jalan Usaha Tani

Jakarta | Selasa, 27 September 2022 | 10:56 WIB

Kampanye KB Lebih Sulit Dilakukan Saat Ini, Apa Sebabnya?

Kampanye KB Lebih Sulit Dilakukan Saat Ini, Apa Sebabnya?

Health | Selasa, 27 September 2022 | 08:13 WIB

Tak Kunjung Dikarunai Anak, Denny Sumargo dan Olivia Allan Berniat Program Bayi Tabung

Tak Kunjung Dikarunai Anak, Denny Sumargo dan Olivia Allan Berniat Program Bayi Tabung

Sumbar | Senin, 26 September 2022 | 18:15 WIB

Terkini

Festival Motor Lintas Genre Throttle Land 2026 Siap Manjakan Pecinta Roda Dua Jakarta

Festival Motor Lintas Genre Throttle Land 2026 Siap Manjakan Pecinta Roda Dua Jakarta

Otomotif | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Dokter dan Nakes Viral Komentar Nirempati, FKKMK UGM Sebut Pembekalan Etika Bermedsos Sejak Maba

Dokter dan Nakes Viral Komentar Nirempati, FKKMK UGM Sebut Pembekalan Etika Bermedsos Sejak Maba

Jogja | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Petaka Cemburu Buta di Kamar Asrama: Mahasiswa Kesehatan di Malang Habisi Nyawa Sahabat Sendiri

Petaka Cemburu Buta di Kamar Asrama: Mahasiswa Kesehatan di Malang Habisi Nyawa Sahabat Sendiri

Malang | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Daftar Bank Penerbit Kartu Kredit Indonesia (KKI) Bebas Biaya dan Ketentuannya

Daftar Bank Penerbit Kartu Kredit Indonesia (KKI) Bebas Biaya dan Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:41 WIB

Dinkes DIY Siapkan 240 Kg Obat untuk Korban Gempa NTT, Pastikan Stok Jogja Tak Tertanggu

Dinkes DIY Siapkan 240 Kg Obat untuk Korban Gempa NTT, Pastikan Stok Jogja Tak Tertanggu

Jogja | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:40 WIB

Modifikasi BMW Passato dari Indonesia Siap Tampil di SEMA Show 2026 Las Vegas

Modifikasi BMW Passato dari Indonesia Siap Tampil di SEMA Show 2026 Las Vegas

Otomotif | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Petani Bakal Bisa Pinjam Modal dengan Jaminan Hasil Panen, Bunga 6 Persen

Petani Bakal Bisa Pinjam Modal dengan Jaminan Hasil Panen, Bunga 6 Persen

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:32 WIB

Dari Telur Asin hingga Beras Biosalin, Kisah Ibu-ibu Mangunharjo Merajut Kemandirian Lewat Mami Sera

Dari Telur Asin hingga Beras Biosalin, Kisah Ibu-ibu Mangunharjo Merajut Kemandirian Lewat Mami Sera

Jawa Tengah | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:29 WIB

Mengenal Carbon Trading: Saat Krisis Iklim Bertemu Logika Pasar

Mengenal Carbon Trading: Saat Krisis Iklim Bertemu Logika Pasar

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:25 WIB

12 Tips Mengatasi Stres Berdasarkan Zodiak, Cara Gemini dan Scorpio Berbeda

12 Tips Mengatasi Stres Berdasarkan Zodiak, Cara Gemini dan Scorpio Berbeda

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:23 WIB

×