Sukabumi.suara.com – Jebakan pinjaman online (pinjol) nyatanya memang bisa menjerat siapa saja, termasuk kalangan mahasiswa di Institut Pertanian Bogor (IPB). Tak tanggung-tanggung, yang terbuai jerat tersebut bukan hanya satu atau dua orang, melainkan hingga ratusan.
Belakangan ramai soal kabar ratusan mahasiswa IPB yang terjebak pinjol, bahkan sampai didatangi oleh debt collector, untuk melunasi hutang mereka. Bukan hanya itu, jika ditotal kabarnya nilai hutang para mahasiswa mencapai miliaran rupiah.
Mengutip keterangan dari berbagai sumber, disebutkan bahwa semuanya bermula dari sekitar 126 mahasiswa yang sedang mencari dana sponsor untuk kegiatan. Tapi di samping itu, ada juga yang kabarnya bergabung karena ingin membuat usaha online.
Pinjaman disebut datang dari kaka tingkat para mahasiswa yang bekerja di bidang ‘investasi’. Mereka disebut harus menyetorkan sebuah uang dan akan dijanjikan keuntungan 10 persen setiap bulannya. Di sisi lain, pihak yang sama juga memberikan pinjaman uang untuk menyetor modal.
Tapi setelah dijalani, rupanya keuntungan yang didapat tidak sebanding dengan cicilan hutang modal yang harus didapat.
Disebutkan bahwa setiap mahasiswa yang terlibat memiliki nominal hutang yang bervariasi, ada yang berhutang mulai dari Rp3 juta hingga Rp13 juta.
Melihat kejadian ini, rektor IPB yaitu Arif Satria sampai angkat bicara. Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan investigasi dan penanganan mengenai kondisi yang terjadi di lapangan.
"Pertama, membuka posko pengaduan. Kedua, memilah-milah tipe kasus yang ada. Saat ini sedang kami petakan tipe masalahnya," ujar Arif, mengutip Antara, Selasa (15/11/2022).
Senada dengan pernyataan Arif, Yatri Indah Kusumastuti selaku Kepala Biro Komunikasi IPB juga mengatakan pihaknya sedang melakukan pengumpulan informasi lebih detail.
Baca Juga: Aibnya Terbongkar! Sosok Ini Sebut Rizky Billar Terlilit Banyak Hutang
"Saat ini melalui para wakil dekan kami sedang mengumpulkan data dan melakukan crosscheck serta mendalami informasi yang kami peroleh," ujarnya.