Artis Nyaleg, Trend Atau kemunduran?

Sukabumi Suara.Com
Jum'at, 19 Mei 2023 | 10:58 WIB
Artis Nyaleg, Trend Atau kemunduran?
Para Artis yang mendaftar Bacaleg. (edit berbagai sumber)

Pemilu tahun 2024 tinggal hitungan bulan. Berbeda dengan pemilu tahun 2019. Di tahun ini  banyak artis yang ikut jadi calon legislatif baik itu DPRD maupun DPR RI. Artis papan atas, tengah ataupun bawah sudah melakukan pendaftaran caleg ke KPU.

Wajah baru dari artis yang menjadi caleg, mulai dari Denny Cagur (PAN), Narji (PKS), Aldi Taher (Perindo), Andika Kangen Band (Demokrat), Once (PDIP) dan banyak lagi.

Sejumlah artis digaet partai politik bukan tanpa sebab, secara mereka memiliki popularitas yang tinggi. Partai politik tidak perlu berusaha- payah  mengenalkan  Bacaleg mereka kepada masyarakat. Popularitas yang dimiliki oleh artis diyakini akan mendongkrak  pada kesuksesan partai politik untuk meraih bangku di berbagai posisi. Dari segi keuangan sudah jangan diragukan lagi. Hampir semua partai berlomba-lomba mencalonkan artisnya menjadi calon legislatif.

Sebuah tren atau kemunduran dari pigur-pigur artis yang dicalonkan oleh partai politik? 

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Syamsuddin Haris mengatakan artis diusung partai menjadi caleg karena faktor popularitas. Sementara kader-kader parpol sering kali kalah dalam pemilihan karena kalah popular.

"Ironis. Parpol jadi mirip event organizer bagi mereka yang populer, punya modal & memiliki relasi nepotis dengan ketua umum partai ketimbang sebagai wadah mendidik pemimpin." kata Haris dalam akun Twitternya, @sy_haris, Selasa (17/7/2019).

Pada dasarnya setiap warga Indonesia memiliki hak untuk mencalonkan menjadi legislatif. Sah-sah saja artis pun maju dalam pemilihan legislatif. Namun popularitas saja  tidak cukup, harus juga  memiliki kemampuan dibidang legislatif. Agar ketika mereka terpilih dan duduk di parlemen bukan sekedar pajangan atau pemanis saja.

"Apa artis tidak boleh jadi caleg. Tentu boleh. Semua warga negara berhak jadi anggota parlemen. Tapi parpol dibentuk untuk mengkader calon wakil rakyat dan pemimpin. Publik berhak memperoleh wakil dan pemimpin terbaik. Lalu apa kerja partai jika tidak mengkader calon wakil dan pemimpin? Tidur?" tanya Haris.

Semoga para artis ini benar-benar bisa mewakili rakyat, bisa mensejahterakan rakyat, dan bisa memenuhi janji kampanyenya.

Baca Juga: Usai Johnny Plate Tersangka, NasDem Disarankan Berani Tarik Semua Menterinya di Kabinet Jokowi Demi Anies

Penulis. Windu Sugianto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI