Dalam kesimpulan, dokter Ade Firmansyah menyatakan bahwa jika hasil tes DNA berbeda, maka bisa jadi ada masalah dengan standar rumah sakit atau kemungkinan terkontaminasinya sampel.
Ia juga menyebut bahwa manipulasi hasil tes DNA hampir tidak mungkin terjadi karena laboran yang melakukan tes DNA tidak akan bertemu dengan klien dan tidak memiliki kesempatan untuk memanipulasi hasilnya.
"laboran yang memproses tes DNA di laboratorium itu tidak akan punya kesempatan untuk bertemu dengan klien," jelas Ade Firmansyah.
"Sama halnya kayak di RS deh, dokter ketemu pasien. terus misalnya sample tersebut dikasih ke laboratorium swasta. Pasiennya kan nggak tahu yang ngerjain di dalam siapa, mereka cuma tahu sama dokternya aja. Manipulasi itu kayaknya cuma ada di film," pungkasnya.***