Sebuah akun Twitter diduga milik pendukung Anies Baswedan, menuding Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (Capres) pendukung LGBT. Tuduhan tersebut dilontarkan lantaran foto Ganjar membentangkan kain Ulos warna-warni.
Eks Politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, naik darah mengomentari cuitan akun @Mars_Sahsa itu. Dia menegaskan, kain ulos merupakan warisan kebudayaan dari suku Batak.
"Jika benar cuitan-cuitan dalam tangkapan layar ini adalah cuitan akun @Mars_Sahsa dan maka saya sebagai Orang Batak akan mengambil langkah hukum kepada yang bersangkutan," tegas Ferdinand, Rabu (30/11/2022).
Ferdinand kembali mengomentari cuitan salah seorang warganet mengunggah kembali tangkapan layar akun media sosial lain yang diduga milik @Mars_Sahsa.
"Wahai @Mars_Sahsa benarkah ini wujud aslimu? Jika iya, segeralah minta maaf kepada Suku Batak. Buat permintaan maafmu dalam video. Saya tunggu hari ini," desaknya.
Sebelumnya, akun Twitter bernama @Mars_Sahsa itu mengunggah foto Ganjar membawa kain Ulos. Tak cuma sekali, unggahan kain ulos yang dikaitkan dengan LGBT semacam itu sudah pernah diunggah @Mars_Sahsa sebelumnya.
"Juara yang satu ini sok NKRI, tapi acungkan sal bendera LGBT... Bukan pakai Bendera Merah Putih seperti juara lainnya yang bangga dengan Bendera Indonesia... LGBT sok NKR... NKRI Tulen..." cuit @Mars_Sahsa tertanggal 7 November 2022 yang diunggah ulang oleh Dede Budhyarto.
Pemilik akun itu tampak mengunggah foto Ganjar yang tengah membawa kain ulos, lalu membandingkannya dengan atlet bulu tangkis Jonatan Christie yang membentangkan Bendera Merah Putih.
Akun @Mars_Sahsa sendiri sudah meminta maaf atas cuitannya yang menimbulkan kontroversi tersebut. Lewat akun Twitter-nya, ia mengaku siap bertanggung jawab apabila cuitannya dibawa ke ranah hukum.
Baca Juga: Tidak Dijaga Petugas, Puluhan Pemotor Leluasa Melintas di JLNT Casablanca
"Selamat pagi semua, maaf saya sudah sampaikan permintaan maaf, kalau permintaan maaf saya tidak diterima saya sebagai WNI siap bertanggungjawab bila nantinya diputuskan dalam proses hukum saya dinyatakan bersalah. Saya sampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas cuitan saya tersebut," ungkap @Mars_Sahsa.