Pemberian pangkat Letkol Tituler Angkatan Darat terhadap Deddy Corbuzier menuai kritik tajam dari sejumlah kalangan. Ini karena Deddy dianggap tidak punya kontribusi khusus untuk TNI.
Berbeda dengan sejumlah tokoh lain yang juga menerima pangkat tituler dari TNI. Mereka memiliki kapasitas dan jasa bagi TNI. Salah satunya adalah violis Idris Sardi.
Analis Militer dan Pertahanan Selamat Ginting mengatakan, Idris Sardi menerima pemberian pangkat tituler dari Angkatan Darat pada tahun 1996.
"Tahun 1996, saya meliput ketika Idris Sardi diberikan pangkat tituler Letkol CAJ. Corps Ajudan Jenderal Tituler Idris Sardi," cerita Selamat Ginting di YouTube Hersubeno Point.
Pemberian pangkat tituler terhadap Idris Sardi ketika itu berlangsung di Kodiklat AD di Bandung di mana Komandan Kodiklatnya adalah Mayjen Luhut Binsar Panjaitan.
"Idris Sardi diberikan pangkat Letkol CAJ Tituler dalam kapasitas begawan musik. Dia punya kemampuan luar biasa dan diberikan tempat di Satuan Musik Militer Direktorat Ajudan Jenderal Angkatan Darat," kata Selamat.
Pemberian pangkat tituler ini kata Selamat bermula ketika KSAD Jenderal Wismoyo Arismunandar berdiskusi dengan Idris Sardi mengenai musik di TNI AD.
"Ketika itu Wismoyo menanyakan bagaimana musik AD. Dijawab Idris Sardi ini parah sekali di telinga saya ga masuk. Kemudian terpikirlah oleh Wismoyo," ujar Selamat.
Namun pemberian pangkat tituler terhadap Idris Sardi baru terlaksana di era Jenderal R Hartono sebagai KSAD.
Menurut Selamat Ginting, kapasitasnya Idris Sardi memang luar biasa karena dia memimpin satuan musik AD. Idris akan kesulitan memimpin satuan musik AD jika masih berstatus sipil karena itu ia diberikan pangkat Letkol CAJ Tituler.
"Dan hasil karyanya luar biasa. Dia membuat sejumlah mars satuan termasuk Kopassus. Jadi kalau kita lihat sekarang satuan musik militer AD hampir di perhelatan internasional pasti mereka tampil dan itu buah karya Idris Sardi," ujar Selamat.
Berbeda dengan pemberian pangkat Letkol Tituler ke Deddy Corbuzier, Selamat Ginting mengaku kaget. Apalagi ketika dia melihat pangkat melati dua yang dikenakan Deddy tapi tidak ada tanda corps.
Selamat melihat tanda pangkat yang digunakan Deddy Corbuzier polos seperti pangkat jenderal. Berbeda dengan Idris Sardi yang tanda pangkatnya dilengkap tanda corps.
Ketika Idris Sardi sudah resmi menyandang pangkat Letkol Tituler, langsung disarankan oleh Luhut Binsar Panjaitan agar gaya hidupnya menyesuaikan dengan gaya hidup militer.
Luhut saat itu meminta Idris Sardi untuk rajin berolahraga agar bentuk tubuhnya bagus. Sementara ketika melihat Deddy disematkan pangkat Letkol Tituler, penampilannya tidak seperti seorang tentara.
"Kemarin itu yang saya lihat Deddy Corbuzier, tampilannya bukan seperti militer, masih pakai brewok atau jenggot, ga boleh di TNI. Tangannya, lengan bajunya terlalu ketat sehingga ini kok bukan seperti gaya militer. Andika juga berotot tapi ditutupi baju," jelas Selamat.
Karena Selamat mempertanyakan apakah Deddy Corbuzier sudah siap dengan gaya hidup militer yang tidak boleh berjenggot dan tidak bisa lagi pecicilan sebagai YouTuber.
"Dia harus ikut aturan main militer, tidak bisa ikut pemilu. Jadi hak pilih dia tidak ada. Dalam perilakunya, kalau dia melanggar dia bisa dikenakan pidana militer, KUHP militer, Disiplin militer ga main-main ini. Tidak bisa lagi apakah dia masih mau menampilkan tamu-tamunya seperti kemarin, gay misalnya. Itu ga bisa. TNI juga mengatur kehidupan dalam medsos ga bisa sembarangan," paparnya.
Jika pemberian pangkat Letkol Tituler itu karena Deddy adalah duta Komcad, Selamat juga mempertanyakannya.
Memang kata Selamat, anggota Komcad diberikan pangkat sesuai dengan tingkat pendidikannya. Lulusan SMA diberikan pangkat Serda Komcad. Lulusan S1 letda Komcad. Lulusan S2 lettu Komcad, S3 kapten KOmcad.
Namun kata Selamat, pangkat ini digunakan pada saat anggota Komcad itu dibutuhkan oleh negara.
"Persoalannya kalau dia (Deddy) menjadi ikon komcad, kenapa harus dikasih pangkat Letkol padahal tidak ada dalam Komcad Letkol," tuturnya.
Selamat Ginting meminta Menteri Pertahanan, Panglima TNI dan KSAD, untuk mengevaluasi pemberian pangkat Letkol Tituler ke Deddy Corbuzier jika ternyata keliru.
"Ini mesti dievaluasi kalau keliru harus diubah kenapa juga harus pangkatnya Letkol. Era sekarang ini untuk dapat pangkat Letkol perlu 20 tahun lulus dari Akmil. Ini harus kita kritisi juga posisinya seperti apa, dalam rangka apa, apakah ada akaitannya dengan politik atau tidak apalagi ini tahun politik, sehingga orang curiga jasanya apa Deddy Corbuzier untuk TNI sehingga diberikan pangkat seperti itu," beber Selamat.