Suara Sumatera - Kisah pasangan gagal menikah karena belum cukup syarat, seperti halnya cerita Yessy dan Ryan Dono ternyata terjadi di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Pria di Palembang tengah heboh di media sosial karena diceritakan gagal menikah karena kurang mahar Rp 700 ribu.
Cerita yang viral di media sosial ini pun dibenarkan pihak keluarga pria. Pernikahan tersebut dibatalkan sepihak oleh calon mempelai perempuan karena kesepakatan mahar kurang Rp 700 ribu.
Diketahui jika pernikahan tersebut seharusnya berlangsung pada 18 Desember yang lalu. Namun sehari sebelum pernikahan, tepatnya 17 Desember malam, pernikahan tersebut dibatalkan. Barulah diketahui jika sosok pria yang batal menikah tersebut bernama Anjas.
Kakak mempelai pria, Elsa menceritakan jika ia yang mengenalkan Anjas pada Dona, sosok perempuan yang batal dinikahi. Awalnya Dona terlihat sangat berperangai baik sehingga mempercayainya dekat dengan Anjas.
Dona diketahui ialah teman Elsa yang pernah satu pekerjaan di PTC mal. Saat menjadi rekan kerja tersebut, Dona terlihat sosok perempuan yang baik, perhatian sekaligus ibadahnya juga bagus.
Dengan pertimbangan itu, Elsa mengenalkan Dona pada adik laki-lakinya, Anjas.
"Halo sedikit cerita ya. Ini kami dari pihak pria. Jadi gini ceritanya. Adik aku (Anjas) kan aku kenalkan sama wanita itu, karena wanita ini memang kawan aku waktu bekerja di PTC Mall. Iya selama aku kenal dia, aku lihat atau aku perhatiin wanita ini baik, ibadahnya pun bagus. Mau dibilang salat, dia salat, makanya aku berani ngenalin dia sama adik aku," tulis narasi video viral itu. Kalimat tersebut sudah disesuaikan dengan EYD.
Singkat cerita, Anjas dan Dona pun akhirnya berkenalan, saling dekat satu dengan lainnya dan memutuskan menikah.
Pernikahan diawali dengan prosesi mendatangi rumah kediaman Dona, hingga disepakati mahar (mas kawin) sebesar Rp35 juta, emas dua suku dan seserahan yang kesemua ditanggung oleh pihak pria.
Anjas dan Dona pun berkenalan dan memutuskan ke jenjang yang lebih serius yakni pernikahan. Saat keluarga Anjas mendatangi kediaman Doma, keluarga kedua belah pihak menyepakati untuk Anjas meminang Dona itu dengan mahar Rp 35 juta, Emas 2 suku, dan seserahan yang ditanggung oleh pihak Anjas.
Dengan kesepakatan tersebut, keluarga pria menyepati pada saat pertemuan pertama dan kedua.
"Kami sekeluarga datanglah mutuskan rasan (semi lamaran/pertemuan dua keluarga) sama keluarga wanita itu. Wanita itu pun minta uang (mahar) Rp 35 juta, emas 2 suku dan uang untuk ibunya Rp 5 juta. Itulah lain dari anter-anteran (seserahan)," terang Elsa.
Pihak keluarga Anjas pun akhirnya memberikan uang Rp 35 juta sesuai kesepakatan, meski pernikahan belum didaftarkan ke KUA karena kurang uang Rp 5 juta (dari kesepakatan awal).
"Kaget waktu tahu (pernikahan) belum didaftarkan ke KUA karna kurang uang Rp 5 juta untuk ngasih orang tua si mempelai wanita," terang Elsa kemudian.
Dona itu juga meminta keluarga Anjas untuk memberikan tambahan uang lainnya untuk membeli kepeluan lauk dan mengurus surat nikah dengan total mencapai Rp 3,4 juta.