Suara Sumatera - Turnamen sepak bola yang seharusnya mengajarkan mengenai suportivitas, sikap fear dan saling menjaga persaudaran malah berakhir sebaliknya. Belum lama ini viral di media sosial, turnamen sepakbola yang digagas Kapolres Bangka Tengah, malah berakhir ricuh dan adu jotos antar pemain.
Diketahui pertandingan itu mempertemukan babal semifinal antar klub GMN Namang versus Santos Brimob, yang berlangsung Rabu (21/12/2022) kemarin. Pertandingan yang akan melaju ke babak final tersebut diketahui terjadi ricuh di akhir laga.
Tampak di video yang viral tersebut, adanya pertengkaran yang terjadi dari pihak yang tidak terima dengan keputusan wasit saat laga berlangsung.
Beberapa potongan video memperlihatkan awalnya antar pemain, perang mulut dengan salah satu wasit, namun kemudian terjadi cek cok mulut antar pemain yang berlaga.
Terdapat aksi saling dorong dari mereka yang berada di luar lapangan, merungseng masuk ke lapangan. Kemudian terjadi saling dorong, akhirnya saling pukul. Terdengar juga penonton berteriak 'Huuu, huuu,' lalu disusul Hu, hu.
Keributan pun tidak terhindar. Menyikapi video yang viral tersebut, Kapolres Bangka Tengah, AKBP Moch Risya Mustario mengungkapkan kejadian itu sudah diselesaikan dengan baik-baik.
Dikatakannya, laga tersebut menemukan jalan keluar dengan keduanya saling berdamai. Dia pun mengingatkan pemain lainnya agar saling menjaga sikap dan menghormati keputusan wasit.