"Anak gadis Yo seharus ny emng mahal coy kalo kau mampu nuruti kendak nyo. Kalo dak mampu npo dak jujur be. Kalo emng kan batal npo dak dari tunangan kmren nak nggu hari H 1 baru ksh kabar jam 2 Dalu plok njuk kabar. (Anak gadis memang harus mahal bung, jika tidak mampu memenuhi, malah lebih baik jujur saja. Kenapa juga tidak dari tunangan saja dibatalkan, kenapa harus menunggu h-1, kasih kabar tengah malam jam 2, di hari h)," terang wanita ini.
Dia memastikan jika kesalahan berada di pihak laki-laki. Dia pun menyarankan seharusnya ada rembuk bersama. Apalagi pernikahan dijalankan oleh kedua mempelai, bukan saudara perempuannya.
Wanita ini pun mengancam, jika keluarga mempelai laki-laki ingin memperpanjang masalah ini, tentu keluarga wanita juga akan menempuh hal yang sama. Bagaimana pun, persoalan pernikahan ini, pihak laki-laki yang akan lebih banyak disalahkan.
"Salah dyo Yo dak. Harus Ado kompromi dlu jgn kompromi ny sebelah pihak. Yg jalani ny kanmereka. Bukan Qt yg Ayuk apo siapo. Mikir ye. Pck jg kami ni manjang lebar. Kau nak nyalahkan betino masih kan kau Lanang tulah yg salah . PAHAM. Uong lah diam molot ny msh ngerenyes. Ingat surat SM video ny SDH ad bukti kalo kau nak sm2 melapor. Cakny nak berlanjut tino itu. Dak sudah2. Kesalahan fatal mereka. Aherny nyesal dwek. Madak atasan kalah Samo bawahan.
(Salah dia sendiri kan, harusnya ada kompromi bersama bukan kompromi sebelah pihak. Yang menjalan kan pengantin, Kita, saudara perempuan bukan siapa-siapa. Harusnya memikirkan hal tersebut. Keluarga wanita juga bisa memanjang perihal ini. Jika kamu ingin menyalahkan pihak perempuan saja, pasti keluarga laki-laki yang salam. Paham. Keluarga sudah diam, namun perihal cerita ini masih disebarluaskan. Ingat surat SM videonya, sudah ada bukti, jika sama-sama ingin melapor (ke polisi). Sepertinya masalah ini bakal berlanjut. Tidak selesai-selesai, padahal kesalahan fatal dari mereka, akhirnya menyesal sendiri. Mana mungkin atasan kalah sama bawahan)," pungkas wanita tersebut.
Cerita ini bermula dari viralnya kisah pernikahan yang batal tepat h-1 acara akad nikah. Diketahui pernikahan tersebut seharusnya berlangsung pada 18 Desember yang lalu. Namun sehari sebelum pernikahan, tepatnya 17 Desember malam, pernikahan tersebut dibatalkan. Barulah diketahui jika sosok pria yang batal menikah tersebut bernama Anjas.
Kakak mempelai pria, Elsa menceritakan jika ia yang mengenalkan Anjas pada Dona, sosok perempuan yang batal dinikahi. Dona terlihat sangat berperangai baik sehingga mempercayainya didekati Anjas.
Dona diketahui ialah teman Elsa yang pernah satu pekerjaan di PTC mal. Saat menjadi rekan kerja tersebut, Dona terlihat sosok perempuan yang baik, perhatian sekaligus ibadahnya juga bagus.
Dengan pertimbangan itu, Elsa mengenalkan Dona pada adik laki-lakinya, Anjas.
"Halo sedikit cerita ya. Ini kami dari pihak pria. Jadi gini ceritanya. Adik aku (Anjas) kan aku kenalkan sama wanita itu, karena wanita ini memang kawan aku waktu bekerja di PTC Mall. Iya selama aku kenal dia, aku lihat atau aku perhatiin wanita ini baik, ibadahnya pun bagus. Mau dibilang salat, dia salat, makanya aku berani ngenalin dia sama adik aku," tulis narasi video viral itu.
Singkat cerita, Anjas dan Dona pun akhirnya berkenalan, saling dekat satu dengan lainnya dan memutuskan menikah.
Pernikahan diawali dengan prosesi mendatangi rumah kediaman Dona, hingga disepakati mahar (mas kawin) sebesar Rp35 juta, emas dua suku dan seserahan yang kesemua ditanggung oleh pihak pria.
Anjas dan Dona pun berkenalan dan memutuskan ke jenjang yang lebih serius yakni pernikahan. Saat keluarga Anjas mendatangi kediaman Doma, keluarga kedua belah pihak menyepakati untuk Anjas meminang Dona itu dengan mahar Rp 35 juta, Emas 2 suku, dan seserahan yang ditanggung oleh pihak Anjas.
Keluarga pria menyepati pada saat pertemuan pertama dan kedua.
"Kami sekeluarga datanglah mutuskan rasan (semi lamaran/pertemuan dua keluarga) sama keluarga wanita itu. Wanita itu pun minta uang (mahar) Rp 35 juta, emas 2 suku dan uang untuk ibunya Rp 5 juta. Itulah lain dari anter-anteran (seserahan)," terang Elsa.