Reaksi Keluarga Wanita Batal Nikah Karena Mahar Kurang Rp700 Ribu: Yo, Anak Gadis Harus Mahal

Suara Sumatera

Jum'at, 23 Desember 2022 | 20:02 WIB
Reaksi Keluarga Wanita Batal Nikah Karena Mahar Kurang Rp700 Ribu: Yo, Anak Gadis Harus Mahal
Ilustrasi batal menikah (Suara.com)

Suara Sumatera -  Kisah pernikahan yang batal karena mahar yang kurang dari kesepakatan makin viral dibicarakan di media sosial warga Palembang, Sumatera Selatan. Setelah pihak pria yang sengaja membuat kisah pernikahan yang batal muncul di media sosial, kekinian keluarga wanita dari mempelai wanita pun buka suara.

Sebelumnya di video yang viral di media sosial, diceritakan jika pernikahan batal karena mahar kurang Rp700 ribu. Pernikahan pun dibatalkan keluarga wanita h-1 menikah. Namun pengakuan keluarga wanita, pembatalan malah dilakukan oleh mempelai pria, tepat tengah malam pada hari h akan berlangsungnya pernikahan.

Di media sosial Facebook bernama Novia Roha diketahui jika dia mengungkapkan perihal pernikahan yang batal karena mahar kurang dari kesepakatan awal.

Dengan menggunakan bahasa Palembang, dia kesal, karena keluarga mempelai pria terus menerus menyalahkan pihak keluarga wanita. Dia pun menyalahkan mempelai pria yang membatalkan pernikahan padahal sudah ada kesepakatan dengan tanda tangan di perjanian.

"Dak sudah2 Dy nyalahkan betine.. (tidak kesudahan, ia mengalahkan keluarga wanita. Salah dye dwik npe maen batal lah tau sdh TTD hitam di atas putih (salah dia sendiri kenapa membatalkan, padahal sudah ada kesepakatan)," ujarnya dan banyak pula netizen yang menyadari jika perihal ini merupakan jawaban dari keluarga wanita atas pernikahan yang batal akibat mahar yang kurang Rp700 ribu.

Dia menyalahkan mempelai pria yang membatalkan sendiri pernikahan tersebut. Namun mempelai pria malah tidak terima dengan pembatalan yang dibuat sendiri.

"Reti ny dye yg nak mintak kan. Di Iyo Ken kau dak terimo nak Mak Mano cerito. (Artinya, dia yang nak minta pembatalan nikah, kenapa dia sendiri yang tidak terima dengan pembatalan. Bagaimana ceritanya,)" tanya wanita ini.

Dia menyebut seharusnya mempelai laki-laki menyelesaikan permasalahan yang kecil secara kekeluargaan. Masalahnya, mempelai laki-laki ini membesarkan masalah yang seharusnya bisa diselesaikan (masalah kecil).

"Masalah kecik tu tuntas Ken dlu secara kekeluargaan kalu. Kalo masalah EMG dak biso di tuntas Ken. Masalah kecik di besak ke Yo jadi pasti, (masalah kecil bisa diselesaikan secara kekeluargaan, jika memang masalah dak bisa diselesaikan. Masalahnya, masalah kecil dibesar-besarkan, maka pasti menjadi-jadi)," ujarnya.

baca juga

Dia menungkit mempelai pria yang seharusnya lebih tegas menegaskan perihal, apalagi laki-laki nantinya jadi imam dan kepala keluarga. Pria juga menjadi juru bicara keluarga, mempertemukan kedua keluarga. Sementara, selama ini, calon mempelai pria hanya diam dengan masalah kekurangan uang dari kesepakatan tersebut.

"kek Lanang ny diam be. Harus ny dyo yg didik betino. Namo ny Lanang tu nak jdi imam. Brrti dyo tu berhak ngomg yg agak bagus. Npo laju manjang urusan ny. Heran aq..
Salah dwek npo asal maen batal. Batal jg sdh TTD . (seperti laki-laki yang selama ini diam saja. Harusnya dia mendidik wanita. Laki-laki akan menjadi imam, berarti sebagai yang berhak berbicara dengan rada bagus. Kenapa urusannya makin panjang (viral). Heran saya. Salah sendiri, kenapa membatalkan pernikahan, pembatalan juga sudah tanda tangan)", terangnya.

Wanita ini pun kemudian menyingung perihal pembatalan yang berbuntut panjang. Dia menyarankan seharusnya pernikahan berlangsung, sehingga tidak menjadi sesal dalam kehidupan kemudian.

Hingga kekinian, tidak menjadi penyesalan yang terus diungkit-ungkit.

"Aq ksh recoment ye. Cobo kau sah Ken dlu kmren JD dak nyesal edop kau. Dak ke berotokan kau sepnjngan.. (Saya kasih saran ya, coba kamu sah kan pernikahannya, sehingga tidak menjadi penyesalan sepanjang hidup. Tidak ungkit-ungkit terus)," sambungnya.

Wanita ini juga menyinggung jika seorang gadis memang harus mahal. Karena itu, jika tidak mampu memenuhi kehendaknya lebih baik jujur saja.

"Anak gadis Yo seharus ny emng mahal coy kalo kau mampu nuruti kendak nyo. Kalo dak mampu npo dak jujur be. Kalo emng kan batal npo dak dari tunangan kmren nak nggu hari H 1 baru ksh kabar jam 2 Dalu plok njuk kabar. (Anak gadis memang harus mahal bung, jika tidak mampu memenuhi, malah lebih baik jujur saja. Kenapa juga tidak dari tunangan saja dibatalkan, kenapa harus menunggu h-1, kasih kabar tengah malam jam 2, di hari h)," terang wanita ini.

Dia memastikan jika kesalahan berada di pihak laki-laki. Dia pun menyarankan seharusnya ada rembuk bersama. Apalagi pernikahan dijalankan oleh kedua mempelai, bukan saudara perempuannya.

Wanita ini pun mengancam, jika keluarga mempelai laki-laki ingin memperpanjang masalah ini, tentu keluarga wanita juga akan menempuh hal yang sama. Bagaimana pun, persoalan pernikahan ini, pihak laki-laki yang akan lebih banyak disalahkan.

"Salah dyo Yo dak. Harus Ado kompromi dlu jgn kompromi ny sebelah pihak. Yg jalani ny kanmereka. Bukan Qt yg Ayuk apo siapo. Mikir ye. Pck jg kami ni manjang lebar. Kau nak nyalahkan betino masih kan kau Lanang tulah yg salah . PAHAM. Uong lah diam molot ny msh ngerenyes. Ingat surat SM video ny SDH ad bukti kalo kau nak sm2 melapor. Cakny nak berlanjut tino itu. Dak sudah2. Kesalahan fatal mereka. Aherny nyesal dwek. Madak atasan kalah Samo bawahan.

(Salah dia sendiri kan, harusnya ada kompromi bersama bukan kompromi sebelah pihak. Yang menjalan kan pengantin, Kita, saudara perempuan bukan siapa-siapa. Harusnya memikirkan hal tersebut. Keluarga wanita juga bisa memanjang perihal ini. Jika kamu ingin menyalahkan pihak perempuan saja, pasti keluarga laki-laki yang salam. Paham. Keluarga sudah diam, namun perihal cerita ini masih disebarluaskan. Ingat surat SM videonya, sudah ada bukti, jika sama-sama ingin melapor (ke polisi). Sepertinya masalah ini bakal berlanjut. Tidak selesai-selesai, padahal kesalahan fatal dari mereka, akhirnya menyesal sendiri. Mana mungkin atasan kalah sama bawahan)," pungkas wanita tersebut.

Cerita ini bermula dari viralnya kisah pernikahan yang batal tepat h-1 acara akad nikah. Diketahui pernikahan tersebut seharusnya berlangsung pada 18 Desember yang lalu. Namun sehari sebelum pernikahan, tepatnya 17 Desember malam, pernikahan tersebut dibatalkan. Barulah diketahui jika sosok pria yang batal menikah tersebut bernama Anjas.

Kakak mempelai pria, Elsa menceritakan jika ia yang mengenalkan Anjas pada Dona, sosok perempuan yang batal dinikahi. Dona terlihat sangat berperangai baik sehingga mempercayainya didekati Anjas.

Dona diketahui ialah teman Elsa yang pernah satu pekerjaan di PTC mal. Saat menjadi rekan kerja tersebut, Dona terlihat sosok perempuan yang baik, perhatian sekaligus ibadahnya juga bagus.

Dengan pertimbangan itu, Elsa mengenalkan Dona pada adik laki-lakinya, Anjas.

"Halo sedikit cerita ya. Ini kami dari pihak pria. Jadi gini ceritanya. Adik aku (Anjas) kan aku kenalkan sama wanita itu, karena wanita ini memang kawan aku waktu bekerja di PTC Mall. Iya selama aku kenal dia, aku lihat atau aku perhatiin wanita ini baik, ibadahnya pun bagus. Mau dibilang salat, dia salat, makanya aku berani ngenalin dia sama adik aku," tulis narasi video viral itu.

Singkat cerita, Anjas dan Dona pun akhirnya berkenalan, saling dekat satu dengan lainnya dan memutuskan menikah.

Pernikahan diawali dengan prosesi mendatangi rumah kediaman Dona, hingga disepakati mahar (mas kawin) sebesar Rp35 juta, emas dua suku dan seserahan yang kesemua ditanggung oleh pihak pria.

Anjas dan Dona pun berkenalan dan memutuskan ke jenjang yang lebih serius yakni pernikahan. Saat keluarga Anjas mendatangi kediaman Doma, keluarga kedua belah pihak menyepakati untuk Anjas meminang Dona itu dengan mahar Rp 35 juta, Emas 2 suku, dan seserahan yang ditanggung oleh pihak Anjas.

Keluarga pria  menyepati pada saat pertemuan pertama dan kedua.

"Kami sekeluarga datanglah mutuskan rasan (semi lamaran/pertemuan dua keluarga) sama keluarga wanita itu. Wanita itu pun minta uang (mahar) Rp 35 juta, emas 2 suku dan uang untuk ibunya Rp 5 juta. Itulah lain dari anter-anteran (seserahan)," terang Elsa.

Pihak keluarga Anjas pun akhirnya memberikan uang Rp 35 juta sesuai kesepakatan, meski pernikahan belum didaftarkan ke KUA karena kurang uang Rp 5 juta (dari kesepakatan awal).

"Kaget waktu tahu (pernikahan) belum didaftarkan ke KUA karna kurang uang Rp 5 juta untuk ngasih orang tua si mempelai wanita," terang Elsa kemudian.

Dona itu juga meminta keluarga Anjas untuk memberikan tambahan uang lainnya untuk membeli kepeluan lauk dan mengurus surat nikah dengan total mencapai Rp 3,4 juta.

"Pihak wanita minta lagi uang untuk akad, beli ayam kampung sepasang dengan harga Rp 1,5 juta sama anter anteran (seserahan) Rp 700 ribu sama uang untuk ngurus buku nikah Rp 1,2 juta," jelas Elsa.

Berjalanannya waktu, upaya memenuhi keinginan mempelai wanita pun diikuti, sampai dengan h-1, pernikahan, si mempelai perempuan Dona menagih kekurangan yang diakumulasikan Rp6,7 juta.

Karena ingin menempati apa yang sudah dijanjikan, maka diberi uang Rp6 juta, yang secara hitungan memang kurang Rp700 ribu.

"Pas H-1 pihak wanita minta uang yang kurang Rp 6,7 juta. Dikasihlah sama orang tua aku (saya) tadi Rp 6 juta, kurang Rp 700 ribu. Maksud hati orang tuaku tadi pegang saja dulu uang Rp 6 juta itu, sementara Rp 700 ribu nya nanti dikasih lagi," terangnya.

Namun apa hendak dikatakan, mempelai perempuan ternyata memutuskan hubungan dan janji pernikahan tersebut hanya karena uang mahar kurang Rp700 ribu.

Pihak calon mempelai laki-laki tampaknya memang ingin membuat kisah ini menjadi viral, karena ketersinggungan dan kasian.

"Kalau bisa viral kan saja dia (mempelai wanita), kasian sama keluarga cowok. Uang Rp 35 juta dimakan oleh cewek itu," ujar perwakilan keluarga pria tersebut.

Pihak laki-laki tidak habis pikir, hanya karena kurang Rp700 ribu menyebabkan pihak wanita membatalkan sepihak acara tersebut, pada h-1, di mana undangan dan seluruh barang yang diinginkan sudah disediakan dan dibeli.

Keluarganya juga amat dibuat tersinggung melihat sikap calon mempelai wanita yang sampai membanting pintu karena persoalan itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bukan Sertifikat Tanah, Pria di Palembang Batal Nikah Karena Mahar Kurang Rp700 Ribu

Bukan Sertifikat Tanah, Pria di Palembang Batal Nikah Karena Mahar Kurang Rp700 Ribu

Sumatera | Jum'at, 23 Desember 2022 | 17:51 WIB

Pilunya Pria di Palembang, H-1 Batal Nikah Karena Mahar Kurang Rp700 Ribu

Pilunya Pria di Palembang, H-1 Batal Nikah Karena Mahar Kurang Rp700 Ribu

Sumatera | Jum'at, 23 Desember 2022 | 18:58 WIB

4 Jam di Atas Tower, Pria di Palembang Berhasil Dibujuk Turun Dan Selamat

4 Jam di Atas Tower, Pria di Palembang Berhasil Dibujuk Turun Dan Selamat

Sumsel | Kamis, 15 Desember 2022 | 21:43 WIB

Pesan Cewek Palembang Via Aplikasi Kencan Berujung Maut, Pria Tewas Didorong Mucikari dari Lantai 5 Hotel

Pesan Cewek Palembang Via Aplikasi Kencan Berujung Maut, Pria Tewas Didorong Mucikari dari Lantai 5 Hotel

Sumatera | Rabu, 07 Desember 2022 | 09:23 WIB

5 Fakta Pria Dibunuh, Didorong Dari Lantai 5 Hotel Ternama di Palembang: Kesal Pacar 'Dipesan' Tanpa Izin Pelaku

5 Fakta Pria Dibunuh, Didorong Dari Lantai 5 Hotel Ternama di Palembang: Kesal Pacar 'Dipesan' Tanpa Izin Pelaku

Sumsel | Rabu, 07 Desember 2022 | 08:42 WIB

Sosok Yessi yang Gagal Nikah H-3 Gegara Minta Mahar Sertifikat Rumah, Ryan Dono Tak Dendam: Saya Sayang Walau Dihina!

Sosok Yessi yang Gagal Nikah H-3 Gegara Minta Mahar Sertifikat Rumah, Ryan Dono Tak Dendam: Saya Sayang Walau Dihina!

Sumatera | Senin, 05 Desember 2022 | 08:54 WIB

Bak Sinetron! Mantan Datang di Akad Nikah, Pernikahan Dibatalkan Mempelai Wanita

Bak Sinetron! Mantan Datang di Akad Nikah, Pernikahan Dibatalkan Mempelai Wanita

Sumsel | Senin, 26 September 2022 | 11:14 WIB

Terkini

Bikin Bangga! 5 Film Horor Indonesia Ini Siap Guncang Panggung Internasional di BIFAN 2026

Bikin Bangga! 5 Film Horor Indonesia Ini Siap Guncang Panggung Internasional di BIFAN 2026

Your Say | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:37 WIB

4 HP Samsung Galaxy A Series Termurah Juli 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan

4 HP Samsung Galaxy A Series Termurah Juli 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:35 WIB

Bupati Gowa Lawan Hak Angket: Dua Saksi Dilaporkan ke Bareskrim

Bupati Gowa Lawan Hak Angket: Dua Saksi Dilaporkan ke Bareskrim

Sulsel | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:33 WIB

Bukan Lagi Fiksi Ilmiah, Taksi Tanpa Sopir Asal China Kini Siap Kuasai Jalanan

Bukan Lagi Fiksi Ilmiah, Taksi Tanpa Sopir Asal China Kini Siap Kuasai Jalanan

Your Say | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:28 WIB

Dihentikan Prancis di 16 Besar, Paraguay Gagal Ulang Sejarah Tahun 2010

Dihentikan Prancis di 16 Besar, Paraguay Gagal Ulang Sejarah Tahun 2010

Your Say | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:20 WIB

Jejak Timur dalam Aroma Modern, Ketika Tradisi dan Inovasi Bertemu dalam Sebotol Parfum

Jejak Timur dalam Aroma Modern, Ketika Tradisi dan Inovasi Bertemu dalam Sebotol Parfum

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:55 WIB

Gara-gara Berkas Tak Lengkap! Kasus Heli Anggota DKPP Tio Aliansyah Resmi Dinyatakan Gugur

Gara-gara Berkas Tak Lengkap! Kasus Heli Anggota DKPP Tio Aliansyah Resmi Dinyatakan Gugur

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:55 WIB

Harga Samsung Galaxy S Turun Harga! Ini 5 Flagship yang Wajib Dibeli

Harga Samsung Galaxy S Turun Harga! Ini 5 Flagship yang Wajib Dibeli

Your Say | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:50 WIB

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:43 WIB

Pendidikan Tinggi Sedang Sekarat, Kenapa Negara Malah Sibuk Urus Makan Gratis?

Pendidikan Tinggi Sedang Sekarat, Kenapa Negara Malah Sibuk Urus Makan Gratis?

Your Say | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:38 WIB

×