Suara Sumatera - Kabar Anies Baswedan tiba-tiba didesak masuk penjara oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212, beredari di internet. Kabar itu tentu saja membuncah publik, terutama pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Kabar PA 212 desak Anies Baswedan dipenjara diunggah sebuah kanal YouTube pada 25 Desemer 2022.
Pada thumbnail-nya, tampak Prabowo Subianto dan sejumlah orang berpakaian putih.
![CEK FAKTA: PA 212 desak Anies dipenjara? [Istimewa]](https://media.suara.com/suara-partners/sumatera/thumbs/1200x675/2022/12/29/1-cek-fakta-pa-212-desak-anies-dipenjara.jpg)
"POLITIK BUSUK APALAGI INI TIBA-TIBA ORMAS PA 212 DESSAK ANIES DI PENJARA. MENGEJUTKAN, TIBA-TIBA ORMAS PA 212 DESSAK ANIES DI PENJARA" begitu narasi yang beredar.
Benarkah kabar yang disebarkan video tersebut?
Dari hasil penelusuran Cek Fakta Suara.com, informasi yang menyatakan bahwa Anies didesak masuk penjara oleh PA 212 adalah salah. Video tersebut sama sekali tak menjelaskan bahwa Anies didesak masuk penjara.
Isi dari video berbeda dengan thumbnail atau sampul video yang menyebutkan Anies didesak masuk penjara.
Video tersebut justru hanya menarasikan sebuah artikel opini dari seword.com dengan judul "PA 212 Kalau Tak Berani Demo Anies Soal Sponsor Formula E, Gak Usah Banyak Omong" yang terbit pada 26 Mei 2022.
Artikel seword.com hanya memuat opini penulis terhadap pernyataan Sekjen PA 212 Novel Bamukmin yang mengkritik adanya sponsor minuman keras dalam gelaran Formula E Jakarta pada Juni lalu.
Baca Juga: Punya Arti Mulia, Nama Yohanes Yang Diberikan Pada Anies Baswedan Dari Gereja
Selain itu tidak ada informasi valid yang menyebutkan bahwa PA 212 mendesak Anies untuk dipenjara.
Kesimpulan
Melalui berbagai penjelasan di atas, maka informas yang menyebukan bahwa PA 212 mendesak agar Anies dipenjara adalah salah.
Informasi tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].