- Keguguran lengkap (abortus komplit)
Keguguran ini ditandai dengan semua jaringan atau janin yang luruh keluar dari rahim. Setelah mengalami keguguran lengkap, rasa nyeri dan perdarahan yang terjadi akan berkurang secara signifikan.
- Keguguran yang terlewatkan (missed abortion)
Berbeda dari jenis lain, missed abortion terjadi karena janin tidak berkembang atau kehamilan kosong (blighted ovum). Missed abortion tidak menimbulkan gejala seperti keguguran pada umumnya sehingga ibu yang mengalaminya sering tidak sadar bahwa dirinya hamil.
- Keguguran berulang (recurrent abortion)
Keguguran berulang terjadi ketika ibu hamil mengalami dua kali atau lebih keguguran secara berturut-turut. Penyebabnya yang paling sering adalah kelainan genetik pada ibu, contohnya sindrom antifosfolipid.
Jika pasien dinyatakan mengalami keguguran lengkap, penanganan secara khusus, termasuk kuretase, tidak perlu dilakukan. Namun, jika pasien mengalami kondisi ancaman keguguran atau dinyatakan mengalami keguguran, ada beberapa jenis penanganan yang bisa dilakukan oleh dokter seperti:
Perawatan kehamilan
Perawatan kehamilan dilakukan bila pasien mengalami ancaman keguguran. Dokter akan menyarankan untuk istirahat total di tempat tidur sampai perdarahan atau rasa sakit mereda.
Pasien juga dianjurkan untuk tidak berolahraga dan berhubungan seksual sampai beberapa minggu. Bila perlu, dokter akan memberikan obat penguat kandungan.
Obat-obatan
Jika pasien dinyatakan mengalami keguguran, baik janin belum keluar sama sekali maupun sudah keluar sebagian, dokter akan meresepkan obat guna mempercepat proses pembersihan. Obat itu bisa diminum, disuntikkan, atau dimasukkan ke dalam vagina. Contoh obat adalah oksitosin atau misoprostol.
Dokter dapat memberikan obat antibiotik dan obat antiperdarahan. Suntik immunoglobulin juga dapat dilakukan untuk mencegah gangguan kesehatan pada kehamilan berikutnya.
Kuret